iphone asli vs rekondisi

Sebenarnya sudah lama banget pengin nulis ini. Berawal dari gatel karena maraknya iklan Iphone 5 baru di situs jual beli online terkemuka.

Pertama kali baca iklannya kaget, ‘Iphone 5 BARU’, tahun ini, 2016, memangnya masih ada?

Ternyata di salah satu pusat penjualan hp di Kuningan, Jakarta Selatan gue lebih terkejut, karena wow ada begitu banyak Iphone 5 dengan kondisi baru, masih dibungkus plastik wrap, bergaransi distributor tak resmi selama satu tahun, dan dijual dengan harga murah!

Sebelum menyimpulkan apakah barang tersebut asli atau bukan, simak dulu penjelasan gue.

Semua produk Apple adalah produk yang dirancang mewah, berkelas, dan canggih. Dimulai dari kemasan, earpod, kabel usb, charger, produk, hingga pelengkap seperti stiker logo apple dan manual book, semua didesain sangat ekslusif. Tujuannya satu, karena produk ini memang ditujukan untuk mereka yang menginginkan produk berkualitas dan cukup mapan secara ekonomi untuk membelinya.

Harga sebuah Iphone terbaru saat ini -6S- hampir seharga sebuah sepeda motor. Maka lo patut curiga apabila ada produk iphone terbaru namun dijual dengan harga yang sangat murah, biasanya satu hingga tiga juta rupiah di bawah harga resmi.

Namun, bukan cuma iphonenya saja yang mahal, aksesorisnya pun lumayan. Sebagai contoh, harga headset/earpod original-nya tidak kurang dari setengah juta rupiah (599 ribu rupiah), kabel usbnya  seharga 389 ribu rupiah dan adaptor/chargernya saja 369 ribu rupiah. Baterai? Penggantian baterai akan memakan biaya mulai dari 900 ribu rupiah.

Iphone juga selalu menjaga ekslusifitas barangnya. Ketika perangkat terbaru keluar (iphone 6s sudah keluar namun belum resmi masuk Indonesia) maka produk lama mereka, biasanya hingga dua generasi sebelumnya, akan dihentikan penjualannya.

Per Juni 2016 ini, iphone resmi edisi lawas/lama yang masih beredar HANYA iphone 5S  16gb, sedangkan ‘saudaranya yang warna-warni’ alias iphone 5C yg berbodi plastik juga telah discontinued alias dihentikan penjualannya. Iphone 5S yg kini masih resmi beredarpun hanya yg berkapasitas 16gb saja. (iphone 5S 32gb atau 64gb juga sudah discontinued)

Namun, cobalah main ke pusat perdagangan seperti ITC atau forum jual beli online, lo akan mudah menjumpai ‘iphone 5’, ‘iphone 5c’ dan ‘iphone 5s 32/64gb’ yg diklaim ‘baru’, tentu dengan garansi distributor tidak resmi.

FYI, saat ini, iphone paling up to date yang terakhir resmi masuk Indonesia adalah  iphone 6 dan 6 plus.

How about iphone 6s? Hingga detik ini (Juni 2016) belum resmi dijual karena terkendala aturan TKDN. Kalopun lo mau ngotot beli 6s, maka lo bisa membelinya lewat jalur tak resmi. Tentu do with your own risk ya karena iphone 6s yang lo beli bukan barang resmi maka ia tidak di-cover garansi resmi dan mungkin kelengkapannya seperti adaptor/chargernya sedikit berbeda. Kalo di Indonesia, charger aslinya pipih berkaki dua bulat, mungkin lo akan mendapat charger gemuk berkaki tiga. Beda negara, beda standar kelengkapan.

Lalu bagaimana dengan produk ‘iphone 5 BARU’ yang saat ini masih beredar luas? Iphone 5 baru yang saat ini beredar 99% bisa gue pastikan adalah barang  rekondisi. Artinya barang rusak bekas pakai yang dimasukkan ke Indonesia, diperbaiki oleh pihak tak bertanggungjawab dengan komponen seadanya, kemudian dikemas seperti baru lalu dijual. Bila masih penasaran, cobalah tanyakan stok iphone 5 di toko-toko resmi seperti iBox, eMax, infinite, erafone, megafon, global teleshop dan lainnya, bisa dipastikan jawabannya satu : habis alias telah discontinued.

Mungkin ada yang bertanya seberapa menyeramkan membeli iphone rekondisi? Yang jelas ruginya dua kali, pertama, lo mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli sebuah ‘barang bekas pakai dengan kondisi rekondisi’. Kedua, lo akan mendapat sebuah iphone yang kondisinya serba tak jelas dengan aksesoris yang pastinya abal-abal semua.

Semuanya akan tambah menyeramkan karena dengan kondisi adaptor/charger, kabel usb, LCD, dan baterai yang tak jelas maka kemungkinan umur iphone lo akan relatif sangat singkat.

Kalo sebuah iphone normalnya bisa digunakan bertahun-tahun, bahkan ada temen gue yang pakai iphone 4S dan hingga kini (2016) masih awet, maka iphone rekondisi bisa enam bulan tanpa keluhan aja sudah ajaib banget tuh hehehe 😀

Silahkan search google, maka lo akan menemukan ratusan pengalaman pahit mereka yang tertipu dalam membeli iphone rekondisi. Dari yang mulai boros baterai, layar kusam, kamera buram, sering hang, charger meledak, touch screen lemot hingga mati total hanya dalam hitungan satu hingga tiga bulan. Bahkan ada lho yg bolak-balik ke ‘service center tak resmi alias abal-abal’ karena iphonenya hanya bertahan selama 2 minggu walau tiap klaim selalu diganti ‘baru’.

Lalu, bagaimana membedakan iphone asli, replika, atau rekondisi? Butuh waktu dan ketelitian ekstra, namun bukan berarti sulit.

Pertama, iphone adalah smartphone yang didesain secara menyatu (unibody) dan semua kondisinya solid alias tidak dapat dibongkar pasang. Casing depan/belakang iphone dan baterainya tidak dapat dilepas layaknya hp android umumnya. Iphone juga tidak memiliki slot memory external dan hanya memiliki satu sim card berukuran nano (mulai dari generasi iphone 5 hingga detik ini, 6S).

Bila lo menemukan iphone yang memiliki dual sim card atau ada slot memory externalnya maka dapat dipastikan bahwa itu adalah iphone palsu alias replika.

Dua, cek dan samakan serial number dan IMEI yang tertera di body bagian belakang iphone dengan tulisan di bagian belakang dus, ini berlaku khusus pada iphone seri 5, 5c, 5s, SE, 6 dan 6 plus. Cek dan samakan juga keterangan di casing, dus, dan keterangan di hp pada menu setting-general-about. Kalo beda, please jangan dibeli, itu tandanya iphonenya rekondisi!

Lo juga bisa cek dan samakan  apakah serial number dan IMEI iphone tersebut terdaftar resmi di apple pusat dengan cara membuka situs selfsolve.apple.com nanti akan muncul gambar iphone lo, misal bila iphone yang lo beli adalah iphone 5c maka akan muncul gambar iphone 5c dengan keterangan bahwa iphone tersebut belum pernah di aktivasi. Garansi iphone berlaku satu tahun ketika iphone diaktifkan.

Apabila iphone yang lo beli adalah iphone 5s namun keterangan yang tertulis adalah iphone 5, jangan dibeli, its fake! Alias iphone 5 yang direkondisi sedemikian rupa agar menjadi iphone 5s.  Juga apabila dalam keterangan ada tulisan expired, maka iphone itu adalah iphone bekas pakai dan rekondisi.

Beberapa kasus bahkan ada yg jeroannya tak sesuai data. Contoh :  lo beli ‘iphone 5s 32gb’ tapi ketika di cek ke situs resmi tertulis ‘iphone 5s 64gb’. Artinya tadinya itu adalah iphone 5s 64gb yg mungkin rusak hard disknya lalu direkondisi menjadi iphone 5s 32gb.

Tiga, unboxing dus. Ketika lo membuka iphone maka segera cek perlengkapan standarnya yaitu : headset/earpods yang tergulung dan terbungkus rapi dalam kotak putih dengan logo apple dan tutup mika bening, adaptor/charger pipih berkaki dua bulat, dan kabel usb yang tergulung rapi.

Periksa juga kelengkapan SIM ejector-nya dan cek apakah ada 2 buah ‘stiker logo apple’ di dalamnya. Barang rekondisi biasanya tak dilengkapi ‘stiker logo apple’. Cek juga peletakan kartu garansinya. Kartu garansi resmi berwarna putih diletakkan di luar dus sedangkan garansi distributor abal-abal biasanya ditaruh di dalam dus.

Bagaimana iphonenya? Iphone pada kondisi baru adalah iphone yang dilapis stiker lapisan bening pada sisi depan dan belakangnya. Ingat, hanya dilapis bukan dibungkus seperti hp yang dimasukan ke dalam kantong plastik! Iphone juga tidak memberi screen protector pada paket resmi penjualannya. Bila kita menginginkan screen  protector maka kita dapat membelinya sendiri secara terpisah alias tak termasuk dalam dusnya/paket resmi penjualannya.

Apabila ketika membuka dus iphone dan lo menemukan bahwa iphone itu dimasukkan ke dalam kantong plastik atau mendapat screen protector yg belum terpasang tersimpan dalam dusnya atau bahkan sudah terpasang pada iphonenya maka dipastikan itu adalah rekondisi.

Perhatikan juga bagian bawahnya (bagian baut dekat speaker), iphone yang asli TIDAK membutuhkan ‘stiker segel garansi’ yang ditempel menutupi bautnya.

‘Stiker segel garansi’ dari distributor abal-abal biasanya berwarna putih berbentuk kotak atau bulat dan berukuran cukup kecil. ‘Stiker segel garansi’ dari distributor abal-abal bertuliskan ‘warranty void if seal is broken‘ atau gambar logo distributor abal-abal. Adaptor/charger, earpod, dan kabel usb resmi juga tidak ada stiker segel garansinya. Sekali lagi, hanya iPhone rekondisi yg ada ‘stiker segel garansinya’. Why? Karena stiker segel garansi yg ‘didesain memang mudah robek’ itu adalah teknologi jaman purba. Apple tidak butuh stiker segel karena garansi resminya sudah dijamin dan ditulis di website resminya.

Empat, iphone memiliki LCI, liquid contact indicator, yang bisa menjelaskan apakah iphone itu sudah pernah terkena cairan. Untuk iphone seri 5/5s/5c maka indicator LCI ada di dalam slot tempat memasukkan tray sim card.

Buka dan lepas tray sim card dari tempatnya dan silahkan intip apakah ada tanda bulatan merah di dalamnya (bagian langit-langit). Bila ada tanda bulatan merah, jangan dibeli karena sudah pasti iphone itu pernah terkena cairan dan tak akan di cover garansi apple resmi bila rusak, dan pastinya itu adalah iphone rekondisi. Why? Karena toko resmi apple pasti tidak akan menjual barang yang pernah tersiram/terkena air.

Lima, pastikan bahwa iphone yang lo beli adalah iphone FU (Factory Unlocked), artinya iphone lo bisa menggunakan sim card provider manapun. Cara mengetesnya adalah masukan sim card Indonesia apapun, apabila ia langsung terdeteksi, maka itu adalah iphone FU.

Enam, akan lebih baik ketika lo membeli iphone dan membawa laptop yang sudah terinstal itunes. Lo tinggal colok iphone dan bila bener iphone bukan replika, maka otomatis akan terdeteksi di sana. Perlu dicatat, iphone original hanya memiliki ‘Appstore’ dan bukan ‘playstore’.

Tujuh, cek semua kondisi iphone dengan seksama. Cek icloud, kamera depan-belakang, wifi, bluetooth, kejernihan suara, kondisi layar, earpods, charger, home button dan make sure tombol-tombol atau partnya tak ada yang kendur.

Coba tekan-tekan ke empat ujung layarnya dan pastikan rapat/tak bergerak. Beberapa layar iphone rekondisi tak menutup dengan sempurna sehingga membuat tampilannya sedikit menonjol di salah satu sisinya. Ini disebabkan oleh beberapa hal, yakni : pemasangan yg asal-asalan ketika direkondisi atau baterai yg mulai menggembung dan menandakan bahwa baterainya perlu diganti.

Oiya, iphone hanya memiliki satu bagian speaker di bawah kanan. Di bagian bawah memang tampak dua, namun sebenarnya yang satu adalah microphone.

Cek juga ketahanan baterainya. Iphone rekondisi biasanya memiliki masalah dibaterai yg boros. Caranya gampang, saat pertama kali menyala, tanpa di charge, coba pakai untuk foto cepat berkali-kali (burst mode). Apabila baterai langsung drop/turun drastis persentase baterainya atau bahkan langsung mati ya itu artinya iphone lo rekondisi.

Delapan, cek warna body iphonenya!

Iphone 5 resmi hanya memiliki dua warna, yaitu black/slate dan white/silver.

Iphone 5s resmi memiliki tiga warna resmi, yaitu : space grey, white/silver, dan gold.

Iphone 5c resmi memiliki lima warna, yaitu : pink, blue (biru muda), green (hijau muda), yellow, dan white.

Iphone 6 dan 6 plus resmi memiliki tiga warna, yaitu : space grey, silver, gold.

Artinya jika kalian menemukan iphone 5 berwarna gold itu berarti rekondisi karena tidak ada iphone 5 yang secara resmi berwarna gold. Termasuk bila kalian membeli iphone 5s berwarna rose gold (perpaduan pink dan emas) itu juga rekondisi. Why? Karena warna rose gold secara resmi hanya digunakan pada varian iphone SE, iphone 6S, dan 6S plus. Iphone SE, 6S, dan 6S plus sendiri belum resmi masuk Indonesia.

Sembilan, lihat kondisi saat awal menyala/startnya. Iphone berwarna hitam yang lo beli, ketika pertama kali dinyalakan/ di restart, akan menyala dengan layar background hitam dan logo apple putih. Sebaliknya, iphone putih akan menyala dengan layar background putih dan logo apple hitam. Bila kondisi ini terbalik, sudah pasti barang yang lo beli rekondisi.

Sepuluh, gue pribadi sangat menyarankan lo membeli iphone baru dari toko resmi seperti : ibox, erafone, atau emax karena terjamin keasliannya. Namun, gue juga sadar bahwa toko resmi itu hanya tersedia di kota-kota tertentu.

Bagaimana dengan iphone yg katanya baru namun bergaransi distributor tak resmi berinisial P, BC, atau TO? Jawaban gue, mayoritas pengguna iphone yg sering bermasalah berasal dari distributor tak resmi. 

So, please check and re-check ketika lo ingin membeli iphone baru tapi bukan dari toko resmi.
Sekian tips membedakan iphone asli vs rekondisi dari saya…

Good luck, guys!

Advertisements

154 thoughts on “iphone asli vs rekondisi

  1. Halo,

    buat kamu yg mencari iphone 6s/6s plus dan 7/7plus sekarang sudah tersedia di ibox. Coba cek deh, di ibox central park, Jakarta sudah tersedia.

    – iPhone 6S 32 GB Rp 9.899.000
    – iPhone 6S 128 GB Rp 11.699.000
    – iPhone 6S Plus 32 GB Rp 11.699.000
    – iPhone 6S Plus 128 GB Rp 13.499.000

    Harga lain menyusul. FYI, iphone SE kemungkinan besar juga akan masuk Indonesia. Sekian info.

    Have a nice day, people!

    Like

  2. Om kalo iphone yg ibox itu udah di jamin ori dan semua perlengkapan nya pun ori ?
    Kalo skrng tahun 1017 mau beli iphone 5s apakah masih ada yg ori?

    Like

    • Beberapa iphone lawas (5s, 6, 6+) memang msh diproduksi untuk negara tertentu, khususnya negara berkembang seperti India, Indonesia, dll karena permintaan dari negara tersebut masih banyak.

      Selama beli di ibox, erafone, infinite, global teleshop dkk bisa dipastikan barang dan aksesorisnya ori.

      Like

  3. Mas saya mau tanya,saya lihat di toko ponsel mall pekanbaru,nama tokonya dargan cell,di sana ada jual iphone SE apakah itu asli atau rekondisi ? Kan iphone SE belum resmi masuk lagi pak.
    Dan satu lagi apakah masih ada iphone 5s 64GB yang aslinya pak skrng ?
    Terimakasih.

    Like

    • Memang banyak SE yg beredar, tapi bukan barang resmi. Sama seperti 6s, sudah banyak yg jual bekasnya tapi pasti garansi internasional karena 6s resmi baru masuk beberapa minggu lalu.

      Like

    • Nah itu, kalo nggak resmi ya nggak tau barang asli atau rekondisi. Termasuk aksesorisnya asli atau abal-abal, gak bisa jamin. Karena barang rekondisi itu nggak cuma ada di Indonesia tapi dimana-mana hehehe

      Like

  4. mas saya mau nanya klw iphone 6s yg 16 gb ram 2gb, dimana bentuk fisik nya mas, gimana ngebeda’in kw sama replika mas

    Like

  5. Mas mau tanya, sy beli iphone 5S 16gb online di ibox tp begituhp nya sampai gak bs dinyalain. Kalau dicolokin ke listrik layarnya cm kedip2 tp tetep gak bs nyala. Itu knp ya?

    Like

    • Setau saya, hp baru itu baterenya nggak kosong-kosong amat. Masih sisa sekian persen. Kalopun baterenya habis maka hp akan mati namun akan muncul gambar indikator baterai telah habis saat dicolok charger. Kalo sudah dicharge beberapa waktu (tidak sampai sejam) tapi nggak mau hidup, saran saya, coba hubungi ibox, klaim, dan minta ganti unit baru. Lengkapi dgn bukti pembayaran resmi dan ikuti prosedur pergantiannya.

      Like

  6. Mas mau nanya di artikel Kan mas bilang kalo garansi resmi itu penempatannya diluar dus, maksudnya diluar dus itu masi nyati sama dus nya apa ngga (diluar dus tp masi didalem plastik Segel) apa gimana? Kalo misalnya beli iPhone di Indonesia tp dapet chargernya berkaki 3/ 2 (bukan 2 bulet) apakah iPhone itu ngga resmi?
    Terus nemu iPhone yang ngga bisa disilent pas buat foto apakah iPhone itu Ori?
    Maaf mas nanyanya grebeg an hehe 😂

    Like

    • Garansinya diluar dus, nempel jadi satu. Sebenarnya cara lain buat melihat iphone untuk pasar Indonesia apa bukan itu cukup mudah, tinggal nyalain hpnya masuk ke menu-setting-general-about. Lihat tulisan modelnya, Iphone Indonesia ada kode PA/A (mayoritas) atau SA/A di menunya. Iphone luar kebanyakan yg masuk dari US, kodenya LL/A. Bagusan mana? Tetep bagusan Indonesia karena secara teknis sudah dipersiapkan untuk kondisi Indonesia. Misal : chargernya, pipih kaki dua bulet, sudah disiapkan untuk kondisi listrik (voltase dkk) di Indonesia. Ya, nggak lucu aja karena chargernya beda standar trus pas lagi charging, iphonenya meledak atauuuu mungkin nggak meledak tapi baterenya jd cepet boros (bocor, dkk) atau melemahkan fungsi iphone yg lain. Misalnya : LCD jadi blur saat dicharge, touch screen lompat-lompat saat charging, finger print baru tiga bulan rusak, atau hal lainnya. Karena ini barang elektronik, semuanya serba peka sama arus listrik.

      Tiap iphone yg garansi resmi Indonesia, pasti pipih kaki dua bulet. Kalo bukan ya tandanya barang luar (makanya ada sebutan garansi internasional. FYI, barang rekondisi kebanyakan juga barang internasional), soalnya standar di luar negeri biasanya kaki 3, tergantung negaranya. Cina misalnya, chargernya bulet gede dan kakinya kaki 2 pipih gak bulet.

      Iphone yg nggak bisa di silent, biasanya iphone Jepang. Regulasi di Jepang tidak mengijinkan pengguna untuk mengambil gambar diam2 makanya iphone untuk Jepang nggak bisa di silent kameranya. Intinya sih paling enak pakai barang resmi. Memang lebih mahal tapi Iphone resmi dengan pemakaian normal bisa tahan sampai bertahun-tahun. Banyak temen yg pakai 4S dari 2012 sampai sekarang masih oke punya. Iphone rekondisi? Untung-untungan, ada yg bisa setahun tapi yg baru 2 minggu rusak juga banyak.

      Like

  7. Maaf mas saya mau nanya. Sekitar bulan april tahun ini saya beli iphone 5s 64GB dan 6 18GB. Buat charger 5S pipih kaki dua bulet, sdgkan yg 6 kaki 3. Apakah itu rekondisi juga ya? Dua2nya sdh mati total mas. Yg 5S awal puasa kemarin mati. Sudah di klaim garansi dan skrg sudah kembali lagi. Sdgkan yg 6 baru beberapa hari ini mati. Saya masih bingung. Apakah penjual bisa dituntut ? Atau tidak? Hehe

    Like

    • Iphone 5s 64gb resmi tahun 2017 sudah tak ada, adanya 5s 16gb. Iphone 6 yg skrg resmi beredar, setelah iphone 6s dan 7 masuk pasaran, hanya iphone 6 32gb dan saat ini, Juli 2017 hanya tersedia warna gold. Ntah nanti akan bertambah lagi warna yg beredar atau tidak. Charger kaki 3 juga bukan spek barang resmi alias barang internasional. Saya pribadi selalu menekankan pada user untuk membeli barang resmi atau mencari barang bekas eks garansi resmi, karena lebih terjamin kualitasnya. Memang lebih mahal tapi nyaman penggunaannya. Untuk urusan hukum, kembali pada anda. Saran saya mending minta tukar baru bila memungkinkan karena urusan hukum memakan waktu yang lama dan berbelit-belit. Tapi, the choice is yours. 🙂

      Like

      • Terima kasih mas sebelumnya, jadi saya sendiri bisa menilai bagaimana iphone yg saya dpt. Kebetulan saya lagi di jkt, dan hp bisa diklaim garansinya cuma dipadang. Mgkin nanti saya mnta tlg ortu buat ditukar aja hpnya. Saya cuma kecewa karena diberikan hp rekondisi begitu. Kebetulan saya emang ingin mencoba memakai iphone jadi saya ga ngerti gmana membedakannya. Makasih banyak ya mas atas sarannya. Nanti saya belinya di ibox aja biar ga ketipu lagi hehe

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s