0

Move on, its about mindset.

“Gimana ya, Ndre cara buat melupakan mantan? Gue tau gue harus move on tapi ntahlah, coba kasih gue satu alasan kenapa gue harus melepasnya…”

Tinggal beberapa hari lagi akan memasuki 2017 dan kata-kata itu meluncur lemah dari mulut seorang teman, ketika terakhir kali kami bertemu dibilangan  Tebet, Jakarta beberapa waktu lalu.

Dia bukanlah teman dekat namun karena dia pernah membaca tulisan yg gue share di buku karya sahabat gue dengan nama pena profesor cinta yg berjudul ‘Pacaran Mulu, Kapan Putusnya’, maka seketika itulah dia menghubungi untuk bertanya, bagaimana cara efektif untuk move on. Selanjutnya, sudah bisa ditebak. Pagi, siang, dan malam, dia sering menghubungi untuk mencurahkan betapa hancurnya perasaannya saat itu.

Guepun hanya duduk manis dan sabar mendengarkan. Why? Karena gue pernah ada di posisinya. Actually, hampir semua orang tau apa yg seharusnya dilakukan setelah patah hati, yakni benahi hati dan pikiran lalu segera move on.

Namun, move on adalah sebuah kata yg mudah dilakukan bila otak dan hati sedang benar.

“…Kita putus ya… ”

Pertama kali mantan gue bilang ‘kita putus’ itu rasanya kayak lagi dibius lokal. Gue paham maksudnya tapi hati ini bingung memahaminya.

Hingga keesokan paginya gue bangun dan baru sadar bahwa dia bukan milik gue lagi. Nggak ada lagi telepon, mention, atau chat yg biasanya menyapa di pagi hari.

Nggak ada lagi perhatian berupa pertanyaan : kamu sudah makan? Atau kalimat-kalimat singkat sarat makna kayak : hati-hati di jalan, ya sayang. 

Dan malamnya, tak ada lagi obrolan ringan, ucapan sayang atau rindu, walau saat itu rindu adalah satu-satunya hal yg membuat gue diam membatu.

Putus cinta membuat dunia seakan hening. Tampak ramai di luar sana tapi begitu sepi di hati.

Beberapa hari setelah putus, rasanya semua serba membingungkan. Mau bilang rindu tapi dia sudah hilang, tapi kalo nggak bilang, pikiran gue melayang-layang.

Hati berkata, ambil hplo dan bilang bahwa lo butuh dia. Namun, otak mencegah dengan kalimat : Nyet, lo itu bukan siapa-siapanya lagi! Dan hp-pun kembali teronggok di sudut meja.

Putus juga membuat badan terasa asing. Fisiknya sehat tapi jiwanya lunglai. Semua syaraf seakan gagal bekerja.

Malas makan karena sama sekali tak terasa lapar. Malas bergerak karena memang seakan dunia begitu lambat bergerak.

Parahnya, responpun ikut melambat. Butuh beberapa waktu hanya untuk menjawab pertanyaan, Ndre, are you okay?

Yes, perasaan nelangsa gitu pernah gue alami. Tapi gue di sini bukan untuk menambah menye-menye atau bikin kalian yg baru putus jadi tambah menderita. Gue akan coba share, langkah awal apa untuk move on dan alasan kenapa lo harus move on.

Mungkin sebagian akan setuju dengan pemikiran gue, sebagian akan menolak, dan sebagian akan berpikir ulang. Its fine, karena semua orang punya pengalaman dan solusi yg berbeda.

Oke, here goes…

Move on harus diawali dengan  membenahi pikiran karena salah satu hal yg bikin semua jadi ribet disebabkan oleh mindset/pola pikir yg salah.

Pola pikir lo selalu berkata bahwa lo cinta, rindu, dan inginkan dia karena cuma dia yg selalu ada. Lo akan mati tanpanya. Jadinya? Ya, mati beneran!

Gue paham memang sulit ‘melupakan’ orang yg kita sayang. Tapi pahami bahwa itu menjadi sulit karena kita selalu mengenang kebiasaan.

Kita terbiasa dengan hadirnya,  suaranya, candanya, sikapnya atau hal-hal menyenangkan ketika kita sedang bersamanya, dan ketika dia hilang, seakan ada yg lenyap dari diri kita.

Trus gimana cara buat melupakan mantan?

Nah, ini dia kesalahannya. Gini, semua indera manusia itu didesain untuk merekam dan mengingat setiap moment dalam hidup.

Secara sistemik, hampir semua orang yg pernah masuk dan berinteraksi dalam hidup lo, akan lo ingat.

Contoh, mungkin lo udah bertahun-tahun lulus sekolah tapi ketika reuni mungkin lo akan kembali mengingat moment-moment ketika dulu bersama temen-temen lo. Ketika lo dimarahi guru, cabut kelas, atau nyontek bareng-bareng, semua tiba-tiba teringat kembali.

Jadi, belajar dari situ maka usaha lo untuk melupakan mantan adalah hal yg sia-sia. Kecuali lo tiba-tiba kejatuhan gapura selamat datang dan jadi lupa permanen ya itu lain lagi ceritanya.

Terus gimana dong? 

Kita memang nggak tau siapa jodoh kita ke depan tapi bila untuk balikan adalah hal yg mustahil maka tak perlu memaksa mengemis minta balikan.

Lo juga nggak perlu melupakannya kok, yg lo harus lakukan adalah menetralkan perasaan lo ke dia.

How? 

I told you, its all about mindset.

Pertama, positive thinking. Gue tau ini susah tapi cobalah untuk berpikir positif.

Datang dan perginya seseorang dalam hidup adalah hal yg normal. Kita pasti pernah berpisah atau kehilangan seseorang. Mungkin karena beda pilihan, beda sudut pandang,  atau karena maut memisahkan.

Sekarang coba ingat deh, sebelum dia masuk dalam hidup lo, dia bukan siapa-siapa. Sebelum kenal dia, lo bisa hidup tanpanya. Maka, yakini bahwa hari ini, tanpanya lo pasti bisa melanjutkan hidup. Pasti!

Kedua, definisikan kembali apa itu mantan dan kenangan. Beberapa waktu setelah putus, yg ada hanyalah kenangan, dan itu nggak salah. Sekali lagi itu normal. Lo akan sering mengingat bagaimana dia berkata, bertindak, dan membuat lo menjadi sangat nyaman bersamanya. But the question is, kalo sayang dan sudah nyaman, kenapa bisa jadi mantan?

Sadari bahwa semua terlihat manis karena yg lo ingat hanyalah kenangan yg manis. Memang dia pernah bikin nyaman namun pernah bikin nyaman bukan jadi alasan untuk balikan.

Coba ingat kembali every single moment yg membuat kalian akhirnya memutuskan untuk berpisah. Pertengkaran? Jarak? Ego? Beda agama? Pihak ketiga? Atau memang pada dasarnya salah satu pihak sudah kehilangan komitmen untuk bersama.

Ketiga, look around. Ada banyak yg single, baik, cakep, dan tentunya memiliki kemungkinan untuk membuat lo lebih nyaman di luar sana. So, kenapa harus membatasi pikiran bahwa hanya dia yg bisa bikin lo bahagia?

Ada milyaran manusia di muka bumi dan kita berhak untuk bahagia. Mungkin saat ini lo sedih kehilangannya, namun di masa depan mungkin lo akan bahagia karena berani melepaskan dan mendapat penggantinya, yg jauh lebih baik.

Keempat, kenangan tentang mantan mungkin akan memakan dan mengorbankan banyak hal. Sadar gak, efek buruk apa yg terjadi kalo lo kebanyakan inget mantan? Yup, hidup lo jadi berantakan.

Lo bakal sedih lagi. Lo bakal galau dan nangis dipojokan kamar mandi. Mata lo bakal sembab, jerawat betebaran, dan gangguan pencernaan karena telat makan. Jadinya apa? Lo bakal jadi jelek dan penyakitan! Sedangkan dia mungkin sedang hahahihi dengan gebetan barunya… *uups*

Belum lagi kerjaan jadi nggak beres, dan orang lain akan menilai lo sebagai pihak yg tidak profesional. Menyedihkan bukan? Sedih boleh tapi jangan kelamaan.

Dunia ini luas dan ada banyak hal menyenangkan menunggu di depan. Satu jam lo sedih means lo membuang 60 menit secara sia-sia. Artinya lo kehilangan 3.600 detik kemungkinan-kemungkinan lain untuk bahagia.

Kalo lo ngeyel dan bilang ah, sejam mah sebentar, hhmmm baiklah coba lo itung angka 1 sampai 3600, dijamin ‘bleber’ bibir lo hehehe.

Kelima, lo bukan satu-satunya. Sadari bahwa patah hati dialami oleh hampir tiap jiwa yg memiliki cinta. Bahkan kucing gue pernah patah hati!

Sadari bahwa putus adalah satu dari sekian banyak masalah yg ada dalam hidup. Dan sadari bahwa ada banyak masalah atau rintangan yg lebih pelik menghadang di depan. So, buat apa bikin semua tambah rumit?

Keenam, mata dan kaca. Tau nggak kenapa Tuhan meletakkan kedua mata di depan? Tau nggak kenapa kaca depan mobil selalu lebih besar daripada kaca spion? Agar kita lebih fokus ke depan dibanding melihat ke belakang!

Ketujuh, ikhlas. Semua yg terjadi itu sudah digariskan. Semua itu ada masa berlakunya. Kalo hubungan kalian berakhir ya berarti memang saat-saat kalian untuk bersama memang sudah habis.

Percaya deh, baik buruk yg Allah kasih ke kita pasti tetap yg terbaik, karena baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Suatu hari akan terjawab, kenapa kita lebih baik hidup tanpanya. Suatu hari akan terjawab siapa tulang rusuk kita sesungguhnya.

…Cinta tak hanya mengajarkan untuk berbagi bahagia tapi juga menguatkan kita meski dia tak lagi bersama. Karena hidup berarti melangkah ke depan, bukan stagnan meratapi yg telah hilang…


Benahi diri dan bersiaplah untuk jatuh cinta lagi.


Ps : Ada yg mau curhat atau nambahin tentang move on? Just feel free ya.

Advertisements
0

Bikin buku yuk!

Harimau mati meninggalkan belang. Gajah mati meninggalkan gading. Lalu, apa yang nanti akan kita tinggalkan? Apakah hanya tinggal tulang belulang lalu hilang? Apakah hanya meninggalkan kenangan yang kita pun tak tau sampai kapan kita dikenang?

Manusia dikenal bukan karena hartanya tapi karena ilmu dan karyanya. Apa karyamu? Sudah berdampakkah kebaikanmu bagi banyak orang? Dan, salah satu cara berkarya sekaligus berbagi ilmu adalah lewat buku.

So, what are you waiting for? Yuk, bikin buku dan bukukan hasil karyamu agar berdampak bagi kebaikan banyak orang.

Buku?

Buku? Mungkin itu yang ada di pikiranmu pertama kali mendengar ajakan berkarya lewat buku. Namun, pernahkah kamu berpikir, apa jadinya dunia tanpa buku?

Tariklah garis ke belakang. Tanpa buku, akankah kau mengenal Tuhanmu, karena semua hal tentang-Nya tertulis dalam buku bernama kitab suci? Tanpa buku, bagaimana para penemu dulu menyimpan segala informasi tentang penemuannya yang menguncang semesta dan akhirnya bisa turun-temurun hingga dirimu bisa mengetahui dan menikmati? Tanpa buku, akankah kau mengenal sejarah, budaya, bangsa dan negara tempatmu kini berpijak?

Kenapa harus menulis buku?

Adakah yang masih tahu atau ingat siapakah nama buyutnya kakekmu? Adakah yang tahu bagaimana silsilah nenek moyangmu hingga sampai ke dirimu? Dan yang terpenting, apakah kamu tahu apa saja hal terperinci dan hasil karya nenek moyangmu yang membuatmu bangga?

Coba bayangkan pertanyaan di atas nanti kau berikan pada cucu atau cicitmu kelak. Tanpa buku, mungkinkah ia mengingatmu? Tanpa buku, mungkinkah ia tau tentang asal usul silsilah keluarganya?

Mungkin kamu berpikir, lalu apa untungnya buku untuk masa kini?

Baiklah, mari kita beranjak sejenak lebih jauh…

Pernahkah kamu mendengar ungkapan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama?

Apakah kamu ingin ilmu dan pemikiranmu dibaca, diketahui, dan diaplikasi oleh banyak orang?

Apakah kamu ingin kesuksesan bisnismu dicontoh banyak orang sehingga memberi dampak positif bagi kemajuan bangsa?

Apakah kamu ingin berbagi tips agar karier berkembang pesat?

Dan, apakah kamu ingin personal branding-mu meningkat pesat?

Apapun profesimu, entah sebagai pengusaha, artis, politisi, karyawan, trainer, motivator, peneliti, guru, dosen, ataupun ustad, kamu bisa berbagi sekaligus berinvestasi jangka panjang lewat buku. Perkuat personal branding dan bargain position diri melalui buku  yang berguna untuk lompatan karir, bisnis, hingga masuk ke ranah politik. Ingat, semua ilmu dan informasi yang kamu tulis lewat buku, tak hanya berguna bagi dirimu tapi juga berdampak positif bagi orang lain.

Lihatlah bagaimana seorang motivator seperti Tung Desem Waringin sukses memotivasi jutaan orang lewat bukunya yang berjudul Financial Revolution?

Lihatlah bagaimana Merry Riana membakar semangat berbagi tentang pengalaman masa mudanya melalui buku Mimpi Sejuta Dolar?

Atau, lihatlah bagaimana Chairul Tanjung, si anak singkong, bercerita tentang pengalaman hidupnya from zero to hero lewat buku yang berjudul Si Anak Singkong?

Dan, lihatlah ketika sebuah buku karya Andrea Hirata sukses memajukan wisata dan ekonomi Bangka Belitung, lewat karyanya yang fenomenal, novel Laskar Pelangi?

Mengapa harus dalam bentuk ‘Buku’?

Sebagai cara untuk meningkatkan personal branding sekaligus berkarya dan berbagi ilmu, buku merupakan media yang efektif dengan biaya yang jauh lebih efisien. Bandingkan bila kamu beriklan satu halaman di koran nasional yang menghabiskan dana ratusan juta hingga milyaran rupiah namun hanya memiliki nilai efektifitas selama satu hari.

Buku? Pernahkah kamu melihat tanggal kadaluarsa dalam sebuah buku?

Secara fisik, buku juga lebih nyaman dipegang dibanding koran ditambah fakta bahwa  isi sebuah buku jauh lebih dalam dan terperinci karena tak dibatasi halaman. Kamu bisa menuliskan apapun di dalamnya, entah itu tentang diri, ilmu, atau bisnis atau perusahaanmu.

Selain itu, ketika sedang mengadakan acara-acara tertentu, seperti talk show, buku bisa dijadikan souvenir atau barang pemberian yang prestisius untuk kerabatmu.

Sekarang, apakah kamu tertarik untuk membuat buku namun ada pertanyaan yang mengganjal pikiran?

“Ingin buat buku tapi tak punya waktu?”

“Ingin berbagi ilmu dan pengalaman tapi bingung cara menuangkan ke dalam bentuk tulisan?”

“Ingin menulis buku tapi tak tahu tata cara menulis sesuai kaidah standar penulisan?”

“Punya segudang pengalaman dan motivasi tapi tak memahami bagaimana cara menerbitkan buku secara nasional?”

Tenang, karena di sini saya tak hanya menularkan semangat untuk berbagi namun juga memberi solusi.

Cukup hubungi saya dan tim kami, Inspirator Academy, maka kami akan mengerjakan semuanya hingga tuntas. From nothing to something.

Apa yang harus kamu lakukan dan berapa lama proses membuat buku?

Yang harus kamu lakukan hanyalah duduk manis, melakukan proses interview dengan kami dan dalam waktu kurang lebih 30 hari kerja, voila, naskahmu sudah jadi!

Tinggal terserah bila kamu ingin bukumu masuk dan tersebar di toko buku seperti Gramedia, Karisma, Toga Mas, dan toko buku lain di seluruh Indonesia.

…membacalah maka kau akan mengenal dunia,

menulislah maka kaulah inspirasi  dunia…

 

Pada akhirnya, saya selalu percaya bahwa tidak ada yang namanya kebetulan. Adalah kehendak Tuhan, anda bisa hadir dan membaca tulisan ini. Di sini, saya hanya bisa menjelaskan dan keputusan tetap pada diri anda. Namun, saya yakin anda pasti tahu apa yang harus segera anda lakukan.

Hubungi saya :

Andrea Juliand / Project Advisor-Inspirator Academy

08567812386

andrea.juliand@yahoo.com

Salam on fire!

 

 

206

iphone asli vs rekondisi

Halo, wie geht’s?

Sebenarnya artikel ini pertama kali gue tulis pada 24 April 2016, which is umurnya sudah lebih dari setahun. Namun karena hampir tiap hari ada puluhan hingga ratusan orang yang membaca artikel ini, maka per 3 Agustus 2017, artikel ini gue update.

Gue pribadi menulis artikel ini tanpa bayaran (atau di endorse) oleh pihak manapun tapi murni untuk berbagi informasi atas maraknya iphone rekondisi di Indonesia.

***

Guys, semua produk Apple adalah produk yang dirancang mewah, berkelas, dan canggih. Dimulai dari kemasan, earpod, kabel lightning/usb, charger, produk, hingga pelengkap seperti stiker logo Apple dan manual book, semua didesain ekslusif. Tujuannya satu, karena produk ini memang ditujukan untuk mereka yang menginginkan produk berkualitas dan cukup mapan secara ekonomi untuk membelinya.

Harga Iphone resmi terbaru saat ini, iphone 7 plus 256 gb, sudah menyaingi harga sebuah sepeda motor. Sedangkan harga iphone 7 32 gb alias versi termurahnya, berada di angka sebelas jutaan, itu pun sudah termasuk harga promo.

Namun, bukan cuma iphonenya saja yang cukup mahal, aksesorisnya pun lumayan. Sebagai contoh, harga headset wireless/Airpods untuk iphone 7 berada di kisaran hampir 3 juta rupiah (3 Agustus 2017) atau lebih tepatnya 2,999 juta rupiah. Dengan kata lain headset terbaru tanpa kabel untuk iphone 7 harganya sama dengan sebuah iphone 5s saat ini. 

Adapun headset/Earpods standar (dengan kabel) dijual dengan harga tak kurang dari setengah juta rupiah, tepatnya 599 ribu rupiah.

Bagaimana dengan kabel lightning/kabel usb-nya? Silahkan ditebus seharga 389 ribu rupiah dan itu belum termasuk adaptor. Adaptor/kepala charger-nya saja 369 ribu rupiah. 

Bagaimana dengan baterai? Penggantian baterai akan memakan biaya mulai dari 900 ribu rupiah. Yup, pangsa pasar produk Apple memang ditujukan untuk kelas menengah ke atas.

Apple juga selalu menjaga ekslusifitas barangnya. Ketika perangkat terbaru keluar maka produk lama mereka, biasanya hingga dua generasi sebelumnya, akan dihentikan penjualannya.

Per 3 Agustus 2017 ini, iphone resmi yang masih beredar di Indonesia HANYA iphone 5S 16 gb (space grey dan white), iphone 6 32 gb gold, seri iphone 6s dan 6s plus (32gb dan 128 gb), dan seri iphone 7 dan 7 plus (32gb, 128gb, dan 256gb).

Namun, cobalah main ke pusat perdagangan seperti ITC atau forum jual beli online, lo akan mudah menjumpai phone lawas/jadul seperti ‘iphone 5’, ‘iphone 5c’ dan ‘iphone 5s 32/64gb’ yg diklaim ‘baru’, tentu dengan garansi distributor tidak resmi.

Lalu apa itu iphone rekondisi? Iphone rekondisi adalah barang rusak bekas pakai yang dimasukkan ke Indonesia, diperbaiki oleh pihak tak bertanggungjawab dengan komponen seadanya, kemudian dikemas seperti baru lalu dijual. 

Sebuah sumber yg tak mau dipublikasikan juga mengatakan bahwa iphone rekondisi adalah iphone yg telah habis masa kontrak provider di luar negeri kemudian dimasukkan ke dalam negeri untuk direkondisi. 

Yup, iphone dari luar negeri yg telah habis masa kontraknya akan ‘dibongkar’. Diubah dari SU (Software Unlocked) menjadi FU (Factory Unlocked) agar cocok dengan kartu simcard manapun. 

Bagiannya seperti LCD, baterai dan aksesoris yg asli akan ditukar dengan barang abal-abal/KW. Selanjutnya, iphone tersebut dikemas ulang untuk dijual layaknya barang baru. 

Adapun bagiannya seperti LCD, Baterai, dan aksesoris aslinya akan dijual terpisah karena harganya bisa dua hingga tiga kali lebih mahal dibanding barang abal-abal. Itu sebabnya kualitas iphone rekondisi sangat patut dipertanyakan.

Mungkin ada yang bertanya seberapa menyeramkan membeli iphone rekondisi? Yang jelas ruginya dua kali, pertama, lo mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli sebuah ‘barang bekas pakai dengan kondisi rekondisi’. Kedua, lo akan mendapat sebuah iphone yang kondisinya serba tak jelas dengan aksesoris yang pastinya abal-abal semua.

Semuanya akan tambah menyeramkan karena dengan kondisi adaptor/kepala charger, kabel usb, LCD, dan baterai yang tak jelas maka kemungkinan umur iphone lo akan relatif sangat singkat.

Kalo sebuah iphone normalnya bisa digunakan bertahun-tahun, bahkan ada temen gue yang pakai iphone 4S dan hingga 2016 masih awet, maka iphone rekondisi bisa enam bulan tanpa keluhan aja sudah ajaib banget tuh hehehe

Silahkan search google, maka lo akan menemukan ratusan pengalaman pahit mereka yang tertipu dalam membeli iphone rekondisi. Dari yang mulai boros baterai, layar kebiru-biruan, kamera buram, sering hang, charger meledak, tombol home keras, touch screen lemot, finger print rusak, hingga mati total hanya dalam hitungan satu hingga tiga bulan. Bahkan ada lho yg bolak-balik ke ‘service center tak resmi alias abal-abal’ karena iphonenya hanya bertahan selama 2 minggu walau tiap klaim selalu diganti ‘baru’.

Lalu, bagaimana membedakan iphone asli, replika, atau rekondisi? Butuh waktu dan ketelitian ekstra, namun bukan berarti sulit.

Pertama, iphone adalah smartphone yang didesain secara menyatu (unibody) dan semua kondisinya solid alias tidak dapat dibongkar pasang. Casing depan/belakang iphone dan baterainya tidak dapat dilepas layaknya hp android umumnya. 

Iphone juga tidak memiliki slot memory external dan hanya memiliki satu sim card berukuran nano (mulai dari generasi iphone 5 hingga detik ini, iphone 7).

Bila lo menemukan iphone yang memiliki dual sim card atau ada slot memory externalnya maka dapat dipastikan bahwa itu adalah iphone palsu/replika. Iphone replika adalah hp android yg dibuat sedemikian rupa agar sangat mirip iphone. Beberapa bahkan sangat mirip aslinya, biasanya dikenal dengan nama iphone HDC (high definition copy). 

Dua, cek dan samakan serial number dan IMEI. Pada iphone generasi 3G, 3GS, 4 dan 4s, IMEI bisa dilihat di tempat simcard. Sedangkan, pada iphone seri 5, 5c, 5s, SE, 6, dan 6 plus, IMEI tertera di body bagian belakang iphone. Lalu, untuk iphone 6s, 6s plus, 7, dan 7 plus bisa dicek kembali di tempat simcard.

Cek dan samakan juga keterangan di dus dan keterangan di hp pada menu setting-general-about. Kalo beda, please jangan dibeli, itu tandanya iphonenya rekondisi!

Lo juga bisa cek dan samakan apakah serial number dan IMEI iphone tersebut terdaftar resmi di Apple pusat dengan cara membuka situs http://www.imeipro.info nanti akan muncul gambar iphone lo, misal bila iphone yang lo beli adalah iphone 6 maka akan muncul gambar iphone 6. 

Lo juga bisa cek imei termasuk garansi dan layanan teknikal support dari pihak Apple pusat di checkcoverage.apple.com/id/ Bila iphone itu baru maka akan muncul keterangan bahwa iphone tersebut belum pernah diaktivasi. Garansi iphone berlaku satu tahun ketika iphone diaktifkan.

Apabila ‘iphone baru’ yang lo beli adalah iphone 5s namun keterangan yang tertulis adalah iphone 5, jangan dibeli, its fake! Alias iphone 5 yang direkondisi sedemikian rupa agar menjadi iphone 5s.  Juga apabila dalam keterangan ada tulisan expired, maka iphone itu adalah iphone bekas pakai dan rekondisi.

Beberapa kasus bahkan ada yg jeroannya tak sesuai data. Contoh :  lo beli ‘iphone 5s 32gb’ tapi ketika di cek ke situs resmi tertulis ‘iphone 5s 64gb’. Artinya tadinya itu adalah iphone 5s 64gb yg mungkin rusak hard disknya lalu direkondisi menjadi iphone 5s 32gb.

Cek juga model iphonenya pada menu setting-general-about. Iphone resmi Indonesia memiliki kode model PA/A atau SA/A. Di luar kode ini, maka dipastikan iphone lo bukan barang resmi Indonesia.

Tiga, unboxing dus. Ketika lo membuka dus iphone maka segera cek perlengkapan standarnya yaitu : headset/earpods yang tergulung dan terbungkus rapi dalam kotak putih dengan logo Apple dan tutup mika bening, adaptor/charger pipih berkaki dua bulat dengan logo Apple kecil berwarna abu-abu, dan kabel usb yang tergulung rapi.

Periksa juga kelengkapan lainnya seperti SIM ejector-nya dan cek apakah ada 2 buah ‘stiker logo apple’ di dalamnya. Barang rekondisi biasanya tak dilengkapi ‘stiker logo apple’. Cek juga peletakan kartu garansinya. Kartu garansi resmi berwarna putih diletakkan menempel di luar segel plastik dus, sedangkan garansi distributor abal-abal biasanya ditaruh di dalam dus.

Bagaimana iphonenya? Iphone pada kondisi baru adalah iphone yang dilapis stiker lapisan bening pada sisi depan dan belakangnya. Ingat, hanya dilapis bukan dibungkus seperti hp yang dimasukan ke dalam kantong plastik! Iphone juga tidak memberi screen protector pada paket resmi penjualannya. Bila kita menginginkan screen  protector maka kita harus membelinya sendiri secara terpisah alias tak termasuk dalam dusnya/paket resmi penjualannya.

Apabila ketika membuka dus iphone dan lo menemukan bahwa iphone itu dimasukkan ke dalam kantong plastik atau mendapat screen protector yg belum terpasang tersimpan dalam dusnya atau bahkan sudah terpasang screen protector pada iphonenya maka dipastikan itu adalah rekondisi.

Perhatikan juga bagian bawahnya (bagian baut dekat speaker), iphone yang asli TIDAK membutuhkan ‘stiker segel garansi’ yang ditempel menutupi bautnya.

‘Stiker segel garansi’ dari distributor abal-abal biasanya berwarna putih berbentuk kotak atau bulat dan berukuran cukup kecil namun ada juga yang menggunakan stiker plastik  hologram. ‘Stiker segel garansi’ dari distributor abal-abal bertuliskan ‘warranty void if seal is broken‘ atau gambar logo distributor abal-abal.

Adaptor/charger, earpod, dan kabel usb yang asli dan resmi juga tidak ada stiker segel garansinya. Sekali lagi, hanya iPhone rekondisi yg ada ‘stiker segel garansinya’. Why? Karena stiker segel garansi yg ‘didesain memang mudah robek’ itu adalah teknologi jaman purba. Apple tidak butuh stiker segel karena garansi resminya sudah dijamin dan ditulis di website resminya.

Empat, iphone memiliki LCI, liquid contact indicator, yang bisa menjelaskan apakah iphone itu sudah pernah terkena cairan. Untuk iphone seri 5/5s/5c maka indicator LCI ada di dalam slot tempat memasukkan tray sim card.

Buka dan lepas tray sim card dari tempatnya dan silahkan intip apakah ada tanda bulatan merah di dalamnya (bagian langit-langit). Bila ada tanda bulatan merah, jangan dibeli karena sudah pasti iphone itu pernah terkena cairan dan tak akan di cover garansi Apple resmi bila rusak, dan pastinya itu adalah iphone rekondisi. Why? Karena toko resmi Apple pasti tidak akan menjual barang yang pernah tersiram/terkena air.

Lima, pastikan bahwa iphone yang lo beli adalah iphone FU (Factory Unlocked), artinya iphone lo bisa menggunakan sim card provider manapun. Cara mengetesnya adalah masukan sim card Indonesia apapun, apabila ia langsung terdeteksi, maka itu adalah iphone FU.

Enam, akan lebih baik ketika lo membeli iphone dan membawa laptop yang sudah terinstal itunes. Lo tinggal colok iphone dan bila bener iphone bukan replika, maka otomatis akan terdeteksi di sana. Perlu dicatat, iphone original hanya memiliki ‘Appstore’ dan bukan ‘playstore’.

Tujuh, cek semua kondisi iphone dengan seksama. Cek icloud, finger print, kamera depan-belakang, wifi, bluetooth, kejernihan suara, kondisi layar, earpods, charger, home button dan make sure tombol-tombol atau partnya tak ada yang kendur.

Cek juga fitur virtual assistant-nya alias Siri karena iphone replika alias iphone jadi-jadian tak memiliki fitur Siri. Caranya gampang kok, cukup tekan tombol home sedikit lebih lama dan Siri akan segera hadir.

Coba tekan-tekan ke empat ujung layarnya dan pastikan rapat/tak bergerak. Beberapa layar iphone rekondisi tak menutup dengan sempurna sehingga membuat tampilannya sedikit menonjol di salah satu sisinya. Ini disebabkan oleh beberapa hal, yakni : pemasangan yg asal-asalan ketika direkondisi atau baterai yg mulai menggembung dan menekan LCD ke atas yang menandakan bahwa baterainya perlu diganti.

Oiya, iphone hanya memiliki satu bagian speaker di bawah kanan. Di bagian bawah memang tampak dua, namun sebenarnya yang satu adalah microphone.

Cek juga ketahanan baterainya. Iphone rekondisi biasanya memiliki masalah dibaterai yang boros. Caranya gampang, saat pertama kali menyala, tanpa di charge, coba pakai untuk foto cepat berkali-kali (burst mode). Apabila baterai langsung drop/turun drastis persentase baterainya atau bahkan langsung mati ya itu artinya iphone lo rekondisi.

Delapan, cek warna body iphonenya!

Iphone 5 resmi hanya memiliki dua warna, yaitu black/slate dan white/silver.

Iphone 5s resmi memiliki tiga warna resmi, yaitu : space grey, white/silver, dan gold.

Iphone 5c resmi memiliki lima warna, yaitu : pink, blue (biru muda), green (hijau muda), yellow, dan white.

Iphone 6 dan 6 plus resmi memiliki tiga warna, yaitu : space grey, silver, gold.

Iphone 6s dan 6s plus resmi memiliki warna : space grey, silver, gold, dan rose gold.

Iphone 7 dan 7 plus resmi memiliki warna space grey, silver, gold, rose gold, matte black, dan jet black. 

Oiya, iphone 7/7 plus juga ada edisi khusus berwarna merah atau dikenal iphone 7/7 plus RED Edition.

Artinya jika kalian menemukan iphone 5 berwarna gold itu berarti rekondisi karena tidak ada iphone 5 yang secara resmi berwarna gold. Termasuk bila kalian membeli iphone 5s berwarna rose gold (perpaduan pink dan emas) itu juga rekondisi. Why? Karena warna rose gold secara resmi hanya digunakan pada varian iphone SE, iphone 6S, dan 6S plus.

Sembilan, lihat kondisi saat awal menyala/startnya. Iphone yang bagian depannya berwarna hitam, saat pertama kali dinyalakan/ di restart, akan menyala dengan layar background hitam dan logo Apple putih. Sebaliknya, iphone yang bagian depannya putih akan menyala dengan layar background putih dan logo Apple hitam. Bila kondisi ini terbalik, sudah pasti barang yang lo beli rekondisi.

Sepuluh, gue pribadi sangat menyarankan lo membeli iphone baru dari toko resmi seperti : ibox, erafone, story-i, atau emax karena terjamin keasliannya. Namun, gue juga sadar bahwa toko resmi itu hanya tersedia di kota-kota tertentu. Maka, saran gue bila kalian sulit untuk mendapatkan iphone baru dan resmi adalah lebih baik membeli “iphone bekas bergaransi resmi” dibanding “iphone baru tapi rekondisi”. Why? Karena mayoritas pengguna iphone yg sering bermasalah biasanya berasal dari distributor tak resmi. 

So, please check and re-check ketika lo ingin membeli iphone baru tapi bukan dari toko resmi.

Sekian tips untuk membedakan iphone asli vs rekondisi dari gue. Tolong like and share bila kalian rasa artikel ini bermanfaat. 

Satu share kalian di media sosial mungkin bisa menyelamatkan ribuan orang dari jebakan iphone rekondisi.

Terima kasih. Danke schön. Hatur nuhun

Andrea Juliand