0

Review Mikayla #writingcontest


Harusnya dari tadi mengumumkan pemenang review Mikayla cuma berhubung reviewnya banyak yg keren, gue jadi galau buat memilih.

Dan, akhirnya memutuskan untuk mengucapkan selamat pada pemilik akun instagram : @cinantyapawitri , @yunan_1st dan @physiklehrerinnen

Hadiahnya sebuah buku antologi cerpen fiksi berjudul “Jodoh Untuk Langit”, akan segera dikirim ke alamat masing-masing minggu ini.

Oiya, dua voucher senilai total 800 ribu rupiah yg bisa digunakan untuk ikut kelas menulis telah menunggu untuk digunakan!

**ps : karena banyak review yg super duper ultra mega keren, tampaknya gue akan menambah jumlah pemenang, menjadi total 5 pemenang. Just wait! 😋

#mikayla #andreajuliand #novel #review #writingcontest

Advertisements
0

Sunroof lebih penting dari ABS?

Siang-siang kok sebel ya baca alasan pabrikan korea yg satu ini. 

Sunroof lebih penting dari ABS? Miapa? Micin?

Sumpah gue geregetan sama pernyataan GM merk sebel-ah. Pak, ABS itu fitur safety, sunroof fitur kenyamanan. Ya utamain safety dululah! Nggak bakal bisa bergaya kalo keburu mati.

ABS perlu biar rem tak langsung mengunci. ABS perlu untuk kondisi panic break jadi mobil tetap bisa dikendalikan saat direm mendadak. Dan, ABS perlu biar jarak pengereman lebih efektif.

Kalo situ pake alasan ‘kan tabrakannya belum tentu’, oh oke, kalo gitu airbag gak usah, kan belum tentu tabrakan. Alarm+kunci+asuransi nggak usah, kan belum tentu kecelakaan atau dicolong maling. Terus, pake mesin bajaj aja kan belum tentu dibawa ngebut. Kalo perlu, situ gak usah kerja, kan belum tentu besok masih hidup. 🙈

Pak, konsumen itu nggak bego, atau ya paling nggak kita gak punya logika seaneh bapak. Kita paham kok pabrikan maunya untung sebesar-besarnya makanya safety kita dikorbankan.

Saran saya, mending pindah ke Pluto aja Pak, di sana bebas tabrakan. Sesial-sialnya paling disundul meteor. Oiya, meteornya nggak pake ABS. 😂

Sunroof lebih penting dari ABS? Situ sehat?

**ABS : Antilock Braking System

 #abs #brakes #logika #amanberkendara

0

Review Mikayla #writingcontest


Hola!

Buat kamu yg sudah membaca dan membuat review tentang Mikayla entah di Facebook, Instagram, atau media sosial lain, harap siap-siap ya! 

Tiga orang yg beruntung akan mendapat buku antologi cerpen berjudul : Jodoh Untuk Langit. Berisi tentang 25 cerita untuk Hujan, Mantan, dan Masa Depan.

Sebuah buku kumpulan karya dari para penulis muda bertalenta yg tentunya sudah diseleksi oleh tim editor terbaik dari Elex Media, Bentang Pustaka, dan Inspirator Academy.

Jodoh Untuk Langit merupakan kumpulan karya yg mampu membuatmu menangis, tertawa, dan haru biru dalam satu waktu. Kumpulan cerita yg begitu bernyawa, sehingga cerita didalamnya mampu bernapas, berbicara, dan jalan-jalan di benak pembaca.

Oiya, Jodoh Untuk Langit ini tak akan kalian dapatkan di toko buku manapun alias hanya dijual secara ekslusif bagi komunitas penulis dan telah mencetak penjualan 1.000 eksemplar dalam waktu 4 jam saja!

Itu saja? 

Tentu tidak! Tiga orang reviewer yg beruntung juga akan mendapatkan masing-masing total voucher senilai 800 ribu rupiah, yg bisa kamu gunakan untuk mengasah kemampuan menulismu lewat kelas menulis online ataupun tatap muka, seperti yg saya lakukan dulu. 

Kelas menulis itu yg nantinya akan membuka cakrawala tentang dunia kepenulisan, termasuk bertemu dengan penulis-penulis hebat. 

Lewat kelas tatap muka, saya pun sudah merasakan pengalaman belajar langsung dari Adhitya Mulya, penulis best seller novel Jomblo dan Sabtu Bersama Bapak yg karyanya telah masuk layar lebar.  

Nantinya juga akan ada sesi sharing dengan editor dan kunjungan ke salah satu major publisher terbesar di Indonesia. 

Nah, buat kamu yg belum review, buruan ikutan! Segera ke Gramedia dan Toga Mas terdekat, buat foto dan review terbaik tentang Mikayla, taruh di sosmed lalu mention saya.

Saya tunggu hingga 7 Oktober dan pemenangnya akan diumumkan pada tanggal 9 Oktober 2017.

Waktu terus berjalan, kamu pasti tau apa yg harus dilakukan bukan?

0

La Tahzan


“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya”.HR. Muslim no. 2572.

“Makanya bila ditimpa cobaan/musibah, jangan lupa bilang Alhamdulillah” Ustad Hanan Attaki.

Ada beberapa alasan untuk tersenyum ditengah cobaan yg datang menerjang.

Pertama, karena melalui ujian/cobaan itu akan membersihkan dosa kita.

Kedua, karena cobaan membuat kita naik derajatnya.

Ketiga, Allah telah berjanji bahwa sesungguhnya dibalik kesulitan ada kemudahan. (94 : 5-6). Allah bahkan mengatakan dua kali berturut-turut, yg berarti tiap satu kesulitan akan menghadirkan dua kemudahan.

Keempat, semua hamba Allah pasti diuji. Maka bersyukurlah bila kita masih diuji, itu tandanya kita masih dianggap hambaNya.

Alhamdulillah, sesungguhnya janji Allah pasti benar. Kitanya saja yg harus bersabar. Karena tak ada badai yg abadi, ia akan segera berganti menjadi pelangi di esok hari.

La tahzan, jangan bersedih.

0

Banyak Baca #reread


“…Bila menulis itu tentang menuang dan membaca adalah tentang mengisi, maka apa yg bisa kau tuang bila kau tak pernah mengisi…”

Penulis kelas nyamuk terbang kayak gue memang kudu banyak belajar. Banyak baca buku orang, pelajari satu per satu. Tentang bumbu konflik, twist, sampai gaya penulisan yg bikin nempel di benak pembaca.

Tapi nggak pernah bosan buat baca ulang buku ‘Sabtu Bersama Bapak’-nya Aditya Mulya.

 

0

Mikayla, sudut pandang.


Aku selalu percaya bahwa tiap orang itu unik. Mereka memiliki keyakinan, nilai, dan hal menarik untuk dibagi. Mereka memberi warna yg berbeda pada dunia. Duniamu, duniaku, dunia kita.

Maka, ketika mereka berkarya melalui sebuah buku, bukan tak mungkin kamu akan menemukan diri mereka yg baru, sebuah sudut pandang yg benar-benar berbeda. Sudut pandang yg tak pernah kamu sadari ada pada diri mereka.

Mungkin selama ini kamu menilai mereka lurus tapi ternyata mereka teguh melawan arus. Mereka tetap tenang meski ombak perubahan kian dahsyat menghadang.

Bukan, bukan karena tipikal konvensional. Mereka hanya tak ingin arus deras itu menjadikan mereka yg “bukan mereka”. Menolak sisi idealis terkikis habis oleh arus praktis pragmatis.

Mungkin di matamu mereka tampak menyebalkan tapi kini kau dapat melihat bahwa di dalamnya tersembunyi jiwa yg bersahabat. Tak berjarak. Tak bersekat. Apa adanya.

Mungkin kamu mengira telah mengenal mereka seutuhnya, padahal kamu tak tahu sedikitpun tentangnya. Bahwa, nun jauh dibalik wajah datar, bersemayam pemikiran yg menggelegar.

Begitulah mereka. Sosok biasa dengan potensi raksasa. Terlihat rata-rata namun saat tiba masanya, mereka mengaum getarkan dunia.

Ya, selalu ada sudut pandang baru dari seseorang yg menulis buku. Seseorang yg sedang bersenang-senang lewat tulisan…

Mikayla, sebuah novel karya @andreajuliand.

*hadir di toko buku di Pulau Jawa dan Bali

 

0

Mikayla – dibalik cerita


Mikayla adalah sebuah novel ber-genre fiksi dengan tema besar love life. Namun, gue lebih suka mengatakan sebagai ‘nonfiksi yamg difiksikan’. Ada banyak bagian yg memang terjadi, tentu setelah ditambah improvisasi sana sini.

Beberapa potongan ceritanya dikembangkan dari kisah nyata. Banyak kata-kata di dalamnya yg pernah terucap. Dan, banyak tempat yg tertulis di dalamnya adalah sebuah kenangan yg pernah bernaung dalam pikiran.

Yup, lewat Mikayla gue tidak menyuguhkan karya sastra tingkat dewa namun sebuah cerita yg mampu bernapas, berbicara, dan jalan-jalan di benak pembacanya. Sebuah cerita fiksi namun melekat di sanubari.

@andreajuliand