0

Mana Yang Kau Pilih?


Mereka bilang, cinta itu milik siapa saja. Siapa saja yang mau membuka diri agar cinta dapat memasukinya. Bahkan, kucingpun bisa jatuh cinta.

Mereka bilang, cinta itu hanya untuk yang berani. Berani membiarkan hati jatuh dalam dekapan nyamannya kasih sayang. Namun, harus siap saat harus merelakan. Tetap kuat saat merasa patah hati paling patah. Tetap tegar mencicipi sakit hati paling sakit. 

Mereka bilang, cinta itu memilih. Memberi ruang demokratis bagi hati untuk mencari tempat relung-relung dingin nan kosong di dalam sana. Tempat dimana dia akhirnya berteduh dan berlabuh. Tempat di mana sang hati akhirnya berubah, dari ‘sendiri’ menjadi ‘telah dimiliki’.

Mereka bilang, cinta itu berjuang. Berjuang untuknya yang tanpa alasan apapun kau mau untuk berjuang. Berjuang untuknya yang entah kenapa kau bisa begitu sayang. Tak peduli apapun resikonya. Tak peduli apapun akhirnya.

Maka,

Mana yang kau pilih, mencintai atau dicintai?

Mana yang kau pilih, mencintai orang yang tak mencintaimu atau dicintai oleh orang yang tak kau cintai?

Mana yang kau pilih, berjuang untuk orang yang kau sayang? Atau, mulai membiasakan diri dengan orang yang muncul dihadapan?

Mana yang kau pilih, berani mengungkapkan atau menunggu hingga dirinya paham?

Dan, mana yang lebih kau utamakan. Bahagianya atau bahagiamu?

Lalu, 

sudahkah kau memilih?

Karena cinta bukan hanya sekedar lima huruf yang dibaca bersama. Tapi tentang aku, kamu, dan kita. Hari ini, esok hari, hingga tua nanti.

Advertisements
1

Bang Cabe, produk asli tanpa kompromi


Guys, kalo sayur tanpa garam rasanya datar kayak roti tawar, maka makanan tanpa sambel itu mirip kayak nasi uduk minus bawang goreng. Berasa ada yg kurang.

Sebelas dua belaslah, kayak pasangan yg udah lama jadian tapi sampai sekarang nggak pernah lamaran. #eh

Nah, masalahnya bikin bawang goreng dan sambel itu kadang nggak semudah mengungkapkan rasa sayang. Apalagi kalo harus bikin keduanya, rempong’kan?

Lalu, gimana caranya biar bisa menikmati pedasnya cabai sekaligus renyahnya bawang?

Bang cabe jawabannya! Sebuah produk pangan yg diolah dengan bahan lokal pilihan.


Bawang terbaik dari kota Brebes cabai segar hasil panen petani, dan terasi dari udang rebon Cirebon yg diracik ciamik.

Pedasnya pas, kriuknya dapet, dan nggak pakai ribet. Dijamin bakal bikin urusan kuliner lo jadi semakin bahagia. Tabur sedikit, lezatnya selangit!

Bang Cabe juga dipastikan halal, sehat, dan alami karena tidak menggunakan penyedap dan pengawet, juga dikemas praktis dalam botol ukuran 100 gram.

Dibawa ke kantor jadi, ditaruh rumah nggak masalah, dibawa jalan-jalan, aman!

Gimana? Yakin nggak penasaran sama kriuk nan pedas plus racikan unik terasi ala Bang Cabe?

Udah nggak usah pake mikir! Segera pesan Bang Cabe dan nikmati pengalaman kuliner baru yg lebih berkarakter.

 081315238710

Grand ITC Permata Hijau
 Lt.2 Blok A15/1
Jakarta Selatan

Senin – Sabtu, jam 08.00 – 19.00


*ps : dengan membeli produk Bang Cabe, berarti anda turut dalam satu langkah kecil mewujudkan Indonesia yg berdikari. Indonesia yg berdiri di atas kaki sendiri dan mencintai produk bangsa sendiri.

2

Dewasalah, Jakartaku!


Ini adalah foto yg sedang viral di media massa. Foto selfie bareng para calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Gue pribadi begitu haru dan kagum melihat mereka foto bersama. Bercengkerama, tertawa, dengan ekspresi jujur yg terbersit dari matanya. Mereka memang saling bersaing namun tetap bersahabat dan saling menghormati.

Gue hanya berharap, semoga siapapun yg terpilih nanti benar-benar amanah, tulus, dan jujur memajukan Jakarta. Bukan hanya pembangunan fisik tapi juga manusianya.

Dan semoga ini menjadi awal yg baik bagi kemajuan demokrasi Indonesia yg santun, bijak, dan tanpa SARA.

Lihatlah program, visi misi, dan rencana strategis yg akan mereka lakukan untuk Jakarta. Cobalah untuk berpikir positif karena bila hanya ingin menghujat dan membuka aib mereka itu mudah saja. Cukup search di Google dan  akan terlihat jejak langkah termasuk masa lalunya yg mungkin tak sempurna.

Namun, mau sampai kapan kita hanya menilai seseorang berdasarkan dosa-dosanya? Seolah-olah kita adalah juri yg paling suci.

Ingatlah bahwa tak semua pendosa masuk neraka dan tak semua yg taat beribadah masuk surga. Karena dosa dapat dihapuskan oleh hidayah dan taubat. Sedangkan pahala dapat hilang karena  kesombongan dan riya.

Cukup doakan yg terbaik bagi mereka karena kelak pada merekalah kita percayakan Jakarta.

Salam sejahtera untuk Jakarta yg mendewasa.

**ps : emangnya masih jaman ribut hanya karena beda pilihan? Malu sama umur!