0

I love you to the moon and back!


Yup, belakangan ini sering banget lihat ungkapan cinta bertuliskan I love you to the moon and back. Apa yg ada dibenak lo kalau baca tulisan itu?

Sebuah ungkapan cinta dari lubuk hati yg lebih dalam dari palung laut terdalam? Atau, gambaran bahwa cinta kalian begitu besar dan tak ada apapun yg mampu memisahkan, kecuali pulsa dan kuota internet yg sekarat.

I love you to the moon and back. Kalau diartikan secara harfiah itu adalah besarnya cintaku padamu sejauh jarak bumi ke bulan, bolak balik. Auuuww so sweet!

Whatever you mean it, tapi pertama kali gue baca ungkapan I love you to the moon and back, gue langsung ambil kalkulator.

Nah, kenapa gue ambil kalkulator? Karena otak kiri gue langsung menganalisa. Jarak bumi ke bulan adalah 384.400 kilometer. Kalau dihitung bolak balik, maka nilainya menjadi 768.800 kilometer. Jauh? Pastinya!
Lantas apakah menggambarkan bahwa cinta dan kesetiaan kalian cukup besar? Tunggu dulu.

Mari kita lanjut hitungannya.
Kecepatan sebuah kendaraan di jalan bebas hambatan di Indonesia yg diperbolehkan secara resmi adalah 100km/jam.

Kalau jarak 768.800 km ditempuh dalam waktu 100 km/jam maka dibutuhkan waktu 7.688 jam untuk ke bulan lalu kembali ke bumi.
7.688 jam itu setara dengan 320,3 hari. Lebih tepatnya, sekitar 10 bulan, 20 hari, dan 8 jam!

Means, ungkapan I love you to the moon and back secara nggak langsung menyatakan bahwa cinta dan kesetiaan kalian nggak sampai setahun. Bahkan kalian belum merayakan satu tahun anniversary sudah bubar jalan.

Gimana?

Masih mau pakai ungkapan itu? Kecuali bila kalian hobi gonta ganti pasangan seperti gonta ganti sikat gigi, ya itu lain cerita sih hehehe

Advertisements
0

PACARAN MULU, KAPAN PUTUSNYA?


Pernah sakit hati? Sama.

Pernah patah hati? Sama.

Pernah diminta secara khusus untuk berbagi kisah untuk memotivasi mereka yang patah hati lewat buku non-fiksi islami? Well, I did.

Bermula ketika pertengahan tahun 2015, gue mengikuti acara launching buku berjudul ‘Wake Up Call’ di Gramedia Matraman.

Ketika acara berakhir, gue dihampiri satu penulis. Mukanya familiar tapi bukan berarti gue cukup kenal. Setelah memperkenalkan diri dengan nama pena ‘profesor cinta’, tau-tau dia memberondong dengan kalimat yang kalo gue nggak salah inget, kayak gini : “Bro, gue denger love life lo cukup rame? Gue minta tolong dong, minta tulisan berbagi pengalaman buat ditaruh di buku gue. Tulisan yg bisa memotivasi bagi mereka yang patah hati…”

Saat itu, gue terdiam sejenak, Ini orang siapa ya? Kenalan baru semenit, kok bisa tau love life gue? Satu kampus nggak, satu almamater juga nggak…  Maka permintaannya saat itu hanya gue ‘iyain’ tapi belum kepikiran buat bener-bener sharing karena selain nggak kenal, gue juga mikirlah memangnya gue siapa kok tau-tau kasih motivasi ke orang lain? Anaknya oom Mario Teguh bukan, bintang iklan bukan, penulis? Buku gue aja yg berjudul  Abigail masih dalam proses terbit!

Malamnya, ternyata orang itu menghubungi lagi. Singkat cerita, dia ternyata serius minta gue berbagi tulisan motivasi bagi mereka yang patah hati, bukan cuma sekedar move on tapi juga move up!

Kemarin (7/8) bukunya yang berjudul “Pacaran Mulu, Kapan Putusnya?” sudah mendarat manis di rumah. Gue baca halaman demi halaman dan ternyata isinya keren meeenn! Non-fiksi, psikologi, islami diblender jadi satu!

Kalo kalian mau tau fakta tentang pacaran, baca buku ini. Kalo kalian mau tau tentang gimana cara memutuskan pacar dengan efektif karena si dia tak kunjung ngelamar, baca buku ini. Kalo kalian mau tau tips mudah untuk move on kemudian move up lalu  bahagia, baca tulisan gue di buku ini. 

Buku ini menghadirkan fakta, data, dan sharing beberapa kisah nyata. Jadi bukan asal tulis tapi ada ilmunya. Buat kalian yg lagi pacaran, single, baru putus, atau bahkan diselingkuhi, buku ini  sangat recommended untuk dibaca!

Tulisan gue sendiri bertengger manis pada bagian gali bakat.  Hingga detik ini, gue masih takjub karena kisah love life gue bisa menginspirasi orang lain dan tentunya sekaligus jadi langkah awal untuk mengubah patah hati menjadi royalti.

Indonesia, ayo move up!

…Syukuri bahwa semua hal yang terjadi memang sudah menjadi ketentuan-Nya. Percaya deh, baik buruk yang Allah kasih buat kita pasti tetap yang terbaik…

– Andrea Juliand.