0

Mendulang Recehan Dari Mereka Yang Lebaran


Iseng-iseng nulis beginian gegara beberapa hari lalu ngobrol ngalor ngidul di kedai kopi sama teman dan ending-nya jadi bahas tentang momen lebaran. 

Yup, nggak terasa sebentar lagi lebaran dan yang namanya lebaran tidak hanya identik dengan meningkatnya kolesterol tapi juga  membengkaknya pengeluaran. 

Beberapa orang mungkin akan mengandalkan THR tapi faktanya, THR yang didapat itu mirip kayak  uang numpang lewat. Lo memang dapet THR, tapi kenaikan harga saat lebaran selalu berbanding terbalik dengan THR yang lo dapet.

Fakta lainnya, nggak semua orang dapat THR, salah satunya gue. Yes, gue cuma bisa melengos iri ketika melihat orang lain hahahihi dapat THR. Boro-boro dapat THR, yang ada gue malah keluar duit ekstra buat bayar THR karyawan gue.

Jadi, lewat momen lebaran, otak  harus berpikir keras gimana caranya bisa dapat uang dari mereka yang liburan, secara halal tentunya. Dan, selama perjalanan pulang dari kedai kopi, pikiran gue melayang-layang buat mendulang recehan dikala lebaran.

Guys, lebaran itu nggak harus berarti ‘lebih besar pasak daripada tiang‘. (Sebenarnya) lo tetap bisa kok punya pemasukan tambahan, hanya saja memang dibutuhkan sedikit pengorbanan.  

Berhubung artikel usaha sampingan selama ramadan udah banyak, so, inilah beberapa ide gue tentang usaha yang bisa lo lakukan selama libur lebaran yang tahun ini cukup panjang. 

Ide ini bisa dilakukan as simple as you can. Beberapa bahkan hanya bermodal ‘jaga kandang’.

 Penitipan Hewan

Guys, pernah kebayang nggak ada berapa pecinta hewan di kota tempat lo tinggal yang tahun ini mudik ke kampung halaman? Entah mereka yang piara kucing, anjing, burung, ayam, ayam kampus hingga hewan piaraan nyeleneh kayak tarantula. Nah, itu bisa jadi ladang bisnis bagi lo yang mengerti tentang seluk beluk dunia binatang bertajuk : jasa titip rawat hewan peliharaan.

Buat lo yang paham dunia hewan bisa menjadikan rumah lo sebagai tempat sementara penampungan hewan. Makin luas tempat/ruang/pekarangan makin banyak hewan yang bisa dititipkan. Mulai dari kucing, anjing, ikan, burung, ayam hias, kelinci, marmut, dan lainnya.

Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah kebersihan kandang dan tercukupinya kebutuhan makan hewan tersebut.  Tentang kadangpun jangan khawatir karena pemilik hewan diharuskan membawa kandang/tempat pada lo. Biasanya mereka sudah punya kandang portabel untuk membawa hewan kesayangan jalan-jalan.

Makanannya bisa dibawakan oleh pemilik atau lo yang sediakan. Tentu bila makanan dari pihak lo, ada ekstra tambahan biaya.

Kalau satu hewan misalnya kucing atau anjing, dikenakan tarif Rp 50 ribu rupiah/hari, maka selama 6 hari aja (23-28 Juni 2017), lo bisa dapat 300 ribu/hewan/klien. Bayangin kalau lo punya 10 – 20 klien, uangnya lumayan buat menambah pundi-pundi tabungan atau bahkan have fun setelah lebaran. 

Jadi, saat orang lain bingung kehabisan uang setelah lebaran, lo masih bisa liburan ke Jerman selama sebulan. Tentu setelah ditambah uang deposito orang tua lo yaah…

 Penitipan Kendaraan

Pertumbuhan kelas menengah di Indonesia cukup signifikan. Ada banyak kelas menengah (dan atas) yang punya kendaraan lebih banyak dibanding jumlah anggota keluarganya  meski mereka mengeluh terkena pajak progresif. Tak sedikit juga yang punya kendaraan tapi tak punya garasi.

Faktanya, tak semua pemilik kendaraan menggunakan kendaraannya untuk libur lebaran. Tak sedikit pemudik yang memilih menggunakan moda transportasi umum, seperti pesawat, kereta, atau bus karena destinasinya adalah luar pulau atau bahkan luar negeri. Nah, di sinilah peluangnya : Jasa penitipan kendaraan bagi mereka yang liburan agar kendaraan kesayangan tetap aman.

Apa aja yang perlu lo lakukan? Simple, cukup intip garasi sekarang. Kalau lo melihat ada space garasi berlebih? Sewain aja! Kalau satu mobilnya per hari dikenakan biaya penitipan sebesar Rp 100 ribu rupiah, maka dalam masa cuti bersama, paling nggak lo dapat Rp 600 ribu rupiah per mobil. 

Bayangin kalau garasi lo segede Grand Indonesia, beeeeh dari hasil titip mobil aja, tiap lebaran lo bisa beli mobil baru hehehe.

Lalu, gimana kalau garasi lo kecil? Lo bisa buka jasa penitipan motor. Satu motor dipatok 50 ribu/hari juga udah lumayan, bukan?

Gimana kalau nggak punya space garasi? Tenang, lo masih bisa kerjasama dengan  temen/kerabat yang punya space garasi berlebih. Hasilnya lo bagi dua sama dia. Dia punya tempat + lo punya ide ini = klop! 

Tinggal lo tambah jasa cuci mobil/motor gratis saat  kendaraan akan diambil oleh klien, dijamin lebaran berikut, 2018, konsumen bakal menitip kembali kendaraannya di rumah lo.

Kenapa gue yakin bisnis penitipan kendaraan akan berjalan? Karena masa lebaran juga adalah masa yang rawan. Tak sedikit, mereka yang setelah mudik dan ketika pulang ke rumah pingsan mendapati kendaraannya sedang ‘dibawa jalan-jalan’ oleh pihak yang tak dikenal.

Pemilik kendaraan mungkin memiliki asuransi tapi tau sendiri dong ngurus asuransi kehilangan kendaraan seribet apa? Mereka yang cerdas dan tak ingin ribet pasti akan merogoh sedikit  koceknya daripada terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

 Penitipan Gawai.

Mungkin nggak sih semua gawai, atau dikenal juga dengan sebutan gadget, bakal lo bawa pas pulang kampung? Paling yang dibawa cuma hp, kamera, tablet, dan power bank. Nah, nggak lucu kan saat pulang ke rumah setelah liburan dan lo mendapati kenyataan bahwa Macbook Pro Retina Display dan Canon EOS 1D Mark III kesayangan lo lagi ‘dipinjem’ maling?

So, jasa penitipan gawai adalah ladang bisnis yang juga tak kalah menggiurkan, apalagi gawai nggak makan tempat bukan? Kamar/gudang lo juga cukup buat jadi ‘lahan parkir’ buat beragam gawai.

 Katering

Apa yang diperlukan ketika  pembantu mudik dan para kerabat datang berbondong-bondong, serta perut harus tetap kenyang? Jawabannya makanan! 

Nah, buat lo yang punya skill masak tingkat dewa, bisa mulai dari sekarang sounding ke tetangga. Kasih tahu mereka kalo lo buka usaha katering saat lebaran.

Tentunya, keterampilan membuat makanan khas lebaran atau makanan yang biasa muncul saat arisan kayak rendang, opor ayam, sup/soto ayam, ketupat, lontong sayur, lalapan, dan kawan-kawan, sudah pasti wajib lo kuasai.

 Laundry

Masa-masa libur lebaran adalah masa bagi sebagian orang harus pedekate lagi sama mesin cuci, setrika, sapu, dan kain pel. Yes, nggak sedikit yang merindukan asisten rumah tangga ketika lebaran, gue pun sangat merasakan kehilangan asisten rumah tangga salah satunya ketika momen libur panjang seperti ini. Di sini, lo bisa menyediakan jasa cuci baju bagi mereka yang ogah ribet tatap muka dengan Rinso dan kawan-kawan.

 Sewa Kendaraan.

Hal wajib yang dilakukan orang ketika lebaran adalah silahturahim, dan silahturahim ke selain tetangga, tentu butuh kendaraan. Nah, lo bisa sewain mobil atau motor lo bagi kerabat yang membutuhkan.

Biaya sewa kendaraan pun juga lumayan karena hampir semua pihak rental menaikkan biaya sewa hingga dua kali lipat atau bahkan lebih. 

Saran gue sih, nggak usah naik dua kali lipat, cukup 50% di atas biaya normal juga udah lumayan kok. Atau, kalau  pemasukan mau lebih oke, lo bisa jadi supirnya, karena biaya sewa kendaraan dan supir itu terpisah. Tapiiii, lo juga kudu harus hati-hati memastikan pihak yang menyewa kendaraan lo adalah pihak yang terpercaya. Ya, nggak lucu aja kalau lagi nyetir terus ditodong dan diturunin di tengah jalan hehehe

 Pulsa Elektrik

Bayangin jutaan orang libur serentak dan liburnya lamaaaa! Termasuk mereka yang biasanya jualan pulsa. Kebayangkan target pasar lo bakal lumayan karena pengguna provider jaringan telekomunikasi prabayar jumlahnya masih lebih besar ketimbang pascabayar.

Lo mungkin bertanya “tapi’kan kalau mau jualan pulsa itu ribet karena mesti daftar ke distributor pulsa macam M-Kios dan kawan-kawan?” No! Gue nggak nyuruh lo ribet. Cukup modal M-Banking, lo bisa mulai jualan pulsa. Lewat M-Banking lo bisa transfer isi pulsa ke orang banyak. Pembeli offline bisa langsung bayar cash dan pembeli jarak jauh bisa bayar via transfer ATM.

Mungkin lo bakal bertanya lagi, “tapi kan pembeli online bisa beli sendiri via M-Banking?” Bener banget, tapi pemilik rekening bank yang sudah mengaktifkan M-Bankingnya belum banyak. Pembeli yang punya ATM/ M-Banking dan nggak tau cara beli pulsa via ATM/ M-Banking juga banyak. Di sinilah pasar lo.

 Pacar sewaan.

Jangan kotor dulu pikirannya, ini bukan tentang jasa prostitusi. Bahkan, sebenarnya jasa ini sudah cukup lama ada. Jasa ini cocok buat mereka yang tiap lebaran pusing ditanya ‘kamu kapan nikah?’ dan nggak punya cukup nyali buat balik bertanya ‘kamu kapan mati?’ pada kerabat yang sengaja banget minta dibacain surat yasin.

Hanya yang perlu digaris bawahi jasa ini akan lebih cocok buat lo yang punya penampilan oke, perilaku matang, dan pola pikir yang luas. Why? Biar saat diajak ngomong sama keluarga klien, lo tetap bisa nyambung. Ya, kali aja tahun ini jadi pacar sewaan, akhir tahun udah duduk di pelaminan?

Yup, sekian beberapa ide dari gue. Semoga lebaran nanti bukan cuma badan yang jadi lebar-an karena makanan, tapi dompet pun bisa ikut melebar.

Kalau ada yang mau share silahkan. Buat yang masih ragu-ragu silahkan dipikir ulang, karena ide ini muncul murni dalam perjalanan pulang dari kedai kopi. 

Gue cuma sekadar berbagi ide, kalau kalian bisa melakukan konsep ATM – Amati, Tiru, dan Modifikasi sehingga bisa melahirkan ide lain, itu malah bagus. Tandanya ada jiwa wirausaha dalam diri kalian.

Namun, buat kalian yang butuh tambahan uang tapi masih gengsi-gengsian, nih gue bilangin : Gengsi nggak bisa dipakai buat bayar tagihan makan di Table8, Mulia, Senayan atau sekedar buat nyoba pengalaman omakase di Sushi Ichi, The Pullman, Jakarta bareng pasangan. Gengsi juga nggak bisa dipakai buat beli mobil biar anak istri lo nggak kehujanan di jalan.

Terima kasih. Danke Schon. Hatur nuhun.

0

I love you to the moon and back!


Yup, belakangan ini sering banget lihat ungkapan cinta bertuliskan I love you to the moon and back. Apa yg ada dibenak lo kalau baca tulisan itu?

Sebuah ungkapan cinta dari lubuk hati yg lebih dalam dari palung laut terdalam? Atau, gambaran bahwa cinta kalian begitu besar dan tak ada apapun yg mampu memisahkan, kecuali pulsa dan kuota internet yg sekarat.

I love you to the moon and back. Kalau diartikan secara harfiah itu adalah besarnya cintaku padamu sejauh jarak bumi ke bulan, bolak balik. Auuuww so sweet!

Whatever you mean it, tapi pertama kali gue baca ungkapan I love you to the moon and back, gue langsung ambil kalkulator.

Nah, kenapa gue ambil kalkulator? Karena otak kiri gue langsung menganalisa. Jarak bumi ke bulan adalah 384.400 kilometer. Kalau dihitung bolak balik, maka nilainya menjadi 768.800 kilometer. Jauh? Pastinya!
Lantas apakah menggambarkan bahwa cinta dan kesetiaan kalian cukup besar? Tunggu dulu.

Mari kita lanjut hitungannya.
Kecepatan sebuah kendaraan di jalan bebas hambatan di Indonesia yg diperbolehkan secara resmi adalah 100km/jam.

Kalau jarak 768.800 km ditempuh dalam waktu 100 km/jam maka dibutuhkan waktu 7.688 jam untuk ke bulan lalu kembali ke bumi.
7.688 jam itu setara dengan 320,3 hari. Lebih tepatnya, sekitar 10 bulan, 20 hari, dan 8 jam!

Means, ungkapan I love you to the moon and back secara nggak langsung menyatakan bahwa cinta dan kesetiaan kalian nggak sampai setahun. Bahkan kalian belum merayakan satu tahun anniversary sudah bubar jalan.

Gimana?

Masih mau pakai ungkapan itu? Kecuali bila kalian hobi gonta ganti pasangan seperti gonta ganti sikat gigi, ya itu lain cerita sih hehehe