0

Move on, its about mindset.

“Gimana ya, Ndre cara buat melupakan mantan? Gue tau gue harus move on tapi ntahlah, coba kasih gue satu alasan kenapa gue harus melepasnya…”

Tinggal beberapa hari lagi akan memasuki 2017 dan kata-kata itu meluncur lemah dari mulut seorang teman, ketika terakhir kali kami bertemu dibilangan  Tebet, Jakarta beberapa waktu lalu.

Dia bukanlah teman dekat namun karena dia pernah membaca tulisan yg gue share di buku karya sahabat gue dengan nama pena profesor cinta yg berjudul ‘Pacaran Mulu, Kapan Putusnya’, maka seketika itulah dia menghubungi untuk bertanya, bagaimana cara efektif untuk move on. Selanjutnya, sudah bisa ditebak. Pagi, siang, dan malam, dia sering menghubungi untuk mencurahkan betapa hancurnya perasaannya saat itu.

Guepun hanya duduk manis dan sabar mendengarkan. Why? Karena gue pernah ada di posisinya. Actually, hampir semua orang tau apa yg seharusnya dilakukan setelah patah hati, yakni benahi hati dan pikiran lalu segera move on.

Namun, move on adalah sebuah kata yg mudah dilakukan bila otak dan hati sedang benar.

“…Kita putus ya… ”

Pertama kali mantan gue bilang ‘kita putus’ itu rasanya kayak lagi dibius lokal. Gue paham maksudnya tapi hati ini bingung memahaminya.

Hingga keesokan paginya gue bangun dan baru sadar bahwa dia bukan milik gue lagi. Nggak ada lagi telepon, mention, atau chat yg biasanya menyapa di pagi hari.

Nggak ada lagi perhatian berupa pertanyaan : kamu sudah makan? Atau kalimat-kalimat singkat sarat makna kayak : hati-hati di jalan, ya sayang. 

Dan malamnya, tak ada lagi obrolan ringan, ucapan sayang atau rindu, walau saat itu rindu adalah satu-satunya hal yg membuat gue diam membatu.

Putus cinta membuat dunia seakan hening. Tampak ramai di luar sana tapi begitu sepi di hati.

Beberapa hari setelah putus, rasanya semua serba membingungkan. Mau bilang rindu tapi dia sudah hilang, tapi kalo nggak bilang, pikiran gue melayang-layang.

Hati berkata, ambil hplo dan bilang bahwa lo butuh dia. Namun, otak mencegah dengan kalimat : Nyet, lo itu bukan siapa-siapanya lagi! Dan hp-pun kembali teronggok di sudut meja.

Putus juga membuat badan terasa asing. Fisiknya sehat tapi jiwanya lunglai. Semua syaraf seakan gagal bekerja.

Malas makan karena sama sekali tak terasa lapar. Malas bergerak karena memang seakan dunia begitu lambat bergerak.

Parahnya, responpun ikut melambat. Butuh beberapa waktu hanya untuk menjawab pertanyaan, Ndre, are you okay?

Yes, perasaan nelangsa gitu pernah gue alami. Tapi gue di sini bukan untuk menambah menye-menye atau bikin kalian yg baru putus jadi tambah menderita. Gue akan coba share, langkah awal apa untuk move on dan alasan kenapa lo harus move on.

Mungkin sebagian akan setuju dengan pemikiran gue, sebagian akan menolak, dan sebagian akan berpikir ulang. Its fine, karena semua orang punya pengalaman dan solusi yg berbeda.

Oke, here goes…

Move on harus diawali dengan  membenahi pikiran karena salah satu hal yg bikin semua jadi ribet disebabkan oleh mindset/pola pikir yg salah.

Pola pikir lo selalu berkata bahwa lo cinta, rindu, dan inginkan dia karena cuma dia yg selalu ada. Lo akan mati tanpanya. Jadinya? Ya, mati beneran!

Gue paham memang sulit ‘melupakan’ orang yg kita sayang. Tapi pahami bahwa itu menjadi sulit karena kita selalu mengenang kebiasaan.

Kita terbiasa dengan hadirnya,  suaranya, candanya, sikapnya atau hal-hal menyenangkan ketika kita sedang bersamanya, dan ketika dia hilang, seakan ada yg lenyap dari diri kita.

Trus gimana cara buat melupakan mantan?

Nah, ini dia kesalahannya. Gini, semua indera manusia itu didesain untuk merekam dan mengingat setiap moment dalam hidup.

Secara sistemik, hampir semua orang yg pernah masuk dan berinteraksi dalam hidup lo, akan lo ingat.

Contoh, mungkin lo udah bertahun-tahun lulus sekolah tapi ketika reuni mungkin lo akan kembali mengingat moment-moment ketika dulu bersama temen-temen lo. Ketika lo dimarahi guru, cabut kelas, atau nyontek bareng-bareng, semua tiba-tiba teringat kembali.

Jadi, belajar dari situ maka usaha lo untuk melupakan mantan adalah hal yg sia-sia. Kecuali lo tiba-tiba kejatuhan gapura selamat datang dan jadi lupa permanen ya itu lain lagi ceritanya.

Terus gimana dong? 

Kita memang nggak tau siapa jodoh kita ke depan tapi bila untuk balikan adalah hal yg mustahil maka tak perlu memaksa mengemis minta balikan.

Lo juga nggak perlu melupakannya kok, yg lo harus lakukan adalah menetralkan perasaan lo ke dia.

How? 

I told you, its all about mindset.

Pertama, positive thinking. Gue tau ini susah tapi cobalah untuk berpikir positif.

Datang dan perginya seseorang dalam hidup adalah hal yg normal. Kita pasti pernah berpisah atau kehilangan seseorang. Mungkin karena beda pilihan, beda sudut pandang,  atau karena maut memisahkan.

Sekarang coba ingat deh, sebelum dia masuk dalam hidup lo, dia bukan siapa-siapa. Sebelum kenal dia, lo bisa hidup tanpanya. Maka, yakini bahwa hari ini, tanpanya lo pasti bisa melanjutkan hidup. Pasti!

Kedua, definisikan kembali apa itu mantan dan kenangan. Beberapa waktu setelah putus, yg ada hanyalah kenangan, dan itu nggak salah. Sekali lagi itu normal. Lo akan sering mengingat bagaimana dia berkata, bertindak, dan membuat lo menjadi sangat nyaman bersamanya. But the question is, kalo sayang dan sudah nyaman, kenapa bisa jadi mantan?

Sadari bahwa semua terlihat manis karena yg lo ingat hanyalah kenangan yg manis. Memang dia pernah bikin nyaman namun pernah bikin nyaman bukan jadi alasan untuk balikan.

Coba ingat kembali every single moment yg membuat kalian akhirnya memutuskan untuk berpisah. Pertengkaran? Jarak? Ego? Beda agama? Pihak ketiga? Atau memang pada dasarnya salah satu pihak sudah kehilangan komitmen untuk bersama.

Ketiga, look around. Ada banyak yg single, baik, cakep, dan tentunya memiliki kemungkinan untuk membuat lo lebih nyaman di luar sana. So, kenapa harus membatasi pikiran bahwa hanya dia yg bisa bikin lo bahagia?

Ada milyaran manusia di muka bumi dan kita berhak untuk bahagia. Mungkin saat ini lo sedih kehilangannya, namun di masa depan mungkin lo akan bahagia karena berani melepaskan dan mendapat penggantinya, yg jauh lebih baik.

Keempat, kenangan tentang mantan mungkin akan memakan dan mengorbankan banyak hal. Sadar gak, efek buruk apa yg terjadi kalo lo kebanyakan inget mantan? Yup, hidup lo jadi berantakan.

Lo bakal sedih lagi. Lo bakal galau dan nangis dipojokan kamar mandi. Mata lo bakal sembab, jerawat betebaran, dan gangguan pencernaan karena telat makan. Jadinya apa? Lo bakal jadi jelek dan penyakitan! Sedangkan dia mungkin sedang hahahihi dengan gebetan barunya… *uups*

Belum lagi kerjaan jadi nggak beres, dan orang lain akan menilai lo sebagai pihak yg tidak profesional. Menyedihkan bukan? Sedih boleh tapi jangan kelamaan.

Dunia ini luas dan ada banyak hal menyenangkan menunggu di depan. Satu jam lo sedih means lo membuang 60 menit secara sia-sia. Artinya lo kehilangan 3.600 detik kemungkinan-kemungkinan lain untuk bahagia.

Kalo lo ngeyel dan bilang ah, sejam mah sebentar, hhmmm baiklah coba lo itung angka 1 sampai 3600, dijamin ‘bleber’ bibir lo hehehe.

Kelima, lo bukan satu-satunya. Sadari bahwa patah hati dialami oleh hampir tiap jiwa yg memiliki cinta. Bahkan kucing gue pernah patah hati!

Sadari bahwa putus adalah satu dari sekian banyak masalah yg ada dalam hidup. Dan sadari bahwa ada banyak masalah atau rintangan yg lebih pelik menghadang di depan. So, buat apa bikin semua tambah rumit?

Keenam, mata dan kaca. Tau nggak kenapa Tuhan meletakkan kedua mata di depan? Tau nggak kenapa kaca depan mobil selalu lebih besar daripada kaca spion? Agar kita lebih fokus ke depan dibanding melihat ke belakang!

Ketujuh, ikhlas. Semua yg terjadi itu sudah digariskan. Semua itu ada masa berlakunya. Kalo hubungan kalian berakhir ya berarti memang saat-saat kalian untuk bersama memang sudah habis.

Percaya deh, baik buruk yg Allah kasih ke kita pasti tetap yg terbaik, karena baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Suatu hari akan terjawab, kenapa kita lebih baik hidup tanpanya. Suatu hari akan terjawab siapa tulang rusuk kita sesungguhnya.

…Cinta tak hanya mengajarkan untuk berbagi bahagia tapi juga menguatkan kita meski dia tak lagi bersama. Karena hidup berarti melangkah ke depan, bukan stagnan meratapi yg telah hilang…


Benahi diri dan bersiaplah untuk jatuh cinta lagi.


Ps : Ada yg mau curhat atau nambahin tentang move on? Just feel free ya.

Advertisements
0

Mau banyak, banyak mau


Actually, ini hanya bentuk ketidakjelasan gue yg lagi punya banyak mau.

Mau lanjut sekolah bisnis. Mau belajar piano. Mau les bahasa jerman. Mau latihan biliar lagi. Mau ajak temen-temen bikin shelter masing-masing di rumahnya buat kucing/anjing yg homeless.

Tapiiii, ya gituuu, semua baru sekedar mau hehehe

A couple days ago, gue menyempatkan main ke 7languages. Tanya-tanya ttng les bahasa Jerman dan mau ambil kelas foundation alias kelas paling basic karena bahasa Jerman gue ya gitu deh… Tapi ternyata, waktunya nggak ada  yg pas sama jadwal gue.

Gue juga lagi menimbang-nimbang lanjut sekolah lagi dan pengin ambil bisnis entah di Sekolah Bisnis Manajemen ITB atau Fakultas Ekonomi Bisnis UI. Dan sekarang? Juga masih tahap pikir-pikir hehehe.  Jangan sampai gelar bertambah tapi manfaat buat diri sendiri dan orang lain nggak nambah. Buat apa kalo cuma sekedar gengsi karena gue nggak butuh gengsi.

Terus, gue juga lagi kepikiran buat les piano atau saksofon. Kenapa? Karena musik bisa menyeimbangkan otak gue yg memang kiri banget.

Tes psikologi metode stifin, gue adalah tipikal kepribadian thinking. Alias manusia yg logis, konkrit, dan dominan penggunaan otak kirinya. Some people says otak gue dua. Satu di kepala, satu lagi di  hati. Hati gue? Lagi cuti sambil makan gaji buta.

Tes MBTI? Hasilnya juga nggak berubah. Gue tipikal ESTJ, yg lagi-lagi ada huruf T dan J. Alias tipikal thinking dan judging.

Itulah kenapa gue butuh some arts buat menyeimbangkan otak. Itu juga alasan kenapa gue menulis novel. Biar otak kanan nggak kebanyakan bengong.

Gue juga pengin latihan biliar lagi, karena salah satu hobi gue jaman masih kuliah itu kalo nggak ngebut ya biliar. Keduanya saling mendukung. Ngebut membuat gue harus memutuskan segala sesuatu dengan cepat dan biliar melatih  untuk berpikir tiga langkah ke depan dgn lebih cermat dan hati-hati.

Shelter? Nah kalo yg ini udah jalan. Kucing gue cuma seekor tapi tiap malam minimal ada empat ekor kucing yg setia menunggu gue pulang ke rumah buat meminta jatah makan malam.

Selain empat ekor tadi, gue juga punya empat ekor kucing tambahan yg biasanya nemenin ketika lagi jalan ke warteg terdekat buat beli ikan cue/kembung/tuna/tongkol buat makanan mereka. Rasanya seru aja, jalan kaki malem-malem dan ditemenin sama beberapa kucing sekaligus. You must try hehehe.


Biasanya gue beli dua ekor ikan siap saji kemudian  dipotong jadi beberapa bagian sambil gue bersihkan sebagian durinya. Jadi pas dikasih ke kucing, durinya sudah tak terlalu menggangu.

Ide tentang shelter ini sebenarnya bukan ide baru karena beberapa kali pernah gue share dan seorang perempuan baik hati yg tinggal di Uranus sana, sudah menyediakan rumahnya sebagai shelter buat kucing-kucing homeless. Jangan bayangin kucing jalanan yg dia adopt itu jelek lho karena kucing jalanan piaraannya sekarang nggak kalah sama kucing ras. Beberapa kucingnya itu bahkan divaksin!

Harapan gue semoga makin banyak orang-orang baik hati di luar sana yg menyisihkan sebagian rejeki pada hewan-hewan malang tersebut.

Buat kalian yg baca tulisan ini, sesekali coba deh sisihkan potongan kepala ikan/ayam buat kucing/anjing yg kalian temui.

Gue tau bahwa nggak semua orang adalah pencinta hewan tapi imagine kalo langkah kecil inilah yg akan menjadi jalan mulus kalian menuju surga nanti.

Kucing/anjing yg kelaparan mungkin nggak akan bisa membalas kebaikan kalian secara langsung tapi mungkin mereka akan mendoakan kalian siang dan malam, melebihi siapapun.

Itu aja sih…

0

Plong!

  
Buka laptop malem-malem lalu senyum-senyum dikulum pakai muka mesum, terlihat menjijikkan but yes its me! *evil grin*

Entah sudah berapa lama nggak menulis dimari, belakangan ini selain beberapa kegiatan yang menyita waktu, gue juga lagi ngebut naskah biar bisa segera dikirim ke major publisher.

And voila, a couple days ago, naskah itu selesai. Gue masih nggak percaya ketika bisa bilang I’m done, karena biasanya naskah itu gue tambahin ini dan kurangin itu yang bikin naskah itu nggak selesai-selesai. Edit ini edit itu, gitu terus sampai kiamat! Penyakit penulis pemula memang begitu. Kayaknya segala macem mau dimasukin, padahal bikin semacem aje otak udah berubah jadi tempe bacem.

Memenangi salah satu lomba tulis nasional yang digagas oleh ACT -Aksi Cepat Tanggap- menjadi trigger gue untuk serius menulis dan akhirnya memutuskan untuk mengikuti sebuah kelas menulis bernama Kelab Penulis Muda-Inspirator Academy angkatan 5 Jakarta, 2015 lalu.

Semua teman-teman penulis, baik fiksi maupun nonfiksi di kelas, tau banget perjuangan gue menulis. Mulai dari kurang tidur karena hampir tiap hari chat dengan  sesama penulis hingga pukul tiga pagi hanya untuk bahas naskah, kurang piknik karena kelasnya tiap hari Minggu, dikejar deadline harus ngumpulin naskah layaknya maling ayam yang dikejar massa satu kecamatan, dan chat jam tiga pagi dengan pihak Rumah Sakit spesialis kanker buat cari data penunjang –fyi, salah satu yang gue bahas adalah ttng gejala dan metode  pengobatan kanker otak.

And finally, ketika naskah itu gue kirim ke salah satu major publisher terbesar di Indonesia, rasanya plong! Plong banget! Layaknya sejuta rasa yang membuncah di hati, akhirnya berani di utarakan pada orang yg disayang. Walaupun belum tentu di-IYA-kan tapi paling tidak dia sudah tahu sekarang. Walaupun gue belum tahu apakah naskah gue akan lolos diterbitkan tapi rasanya perjuangan selama ini terbayar!

Yup, paling nggak gue sudah bilang. Paling nggak gue udah dapet email pernyataan bahwa naskah sudah diterima dengan baik dan gue harus menunggu beberapa bulan lagi untuk evaluasi. Dan paling nggak kegelisahan gue selama ini, yg menghantui otak dan hati, kini telah selesai. Karena tak semua orang berani menyatakan isi hati. Beberapa hanya memberi tanda lugu layaknya putri malu. Dan sisanya hanya menumpuk rasa di hati, lalu basi, dan kemudian hilang dibawa mati. *edisi curhat colongan*

Tidak semua orang yang pandai berbicara adalah pendengar yang bersahaja. Tidak semua orang yang punya gagasan bisa mengemas dan berbagi dalam bentuk tulisan. Bahkan tidak semua orang, mau dan ikhlas untuk berbagi.

Let me tell you something, sejuta sayang tanpa dinyatakan akan hilang terbuang. Sejuta ide tanpa nyali, tak akan tereksekusi. Bukan matahari namanya kalau tidak terbit. Bukan tulisan kalau dia hanya di lisan.

Membacalah maka kau akan mengenal dunia, menulislah maka dunia akan mengenalmu.

 

 

…sembari menyeruput kopi

menghirup sepi langit Jakarta

pukul satu pagi…

1

Brain cancer surgery (2)

Pertama,

Gue mau minta maaf karena dulu gue pernah posting di blog dengan judul yang sama tapi isinya ngga ngebahas kanker otak sama sekali. Dulu, gue sempet nulis brain cancer surgery karena saat itu lagi rame kontroversi ttng dokter yang melakukan malpraktek. Actually, gue sih awalnya santai-santai aja hingga akhirnya pembicaraan di media jadi bias, apalagi sampe ada orang bego yang dengan cerdasnya ‘membandingkan’ antara profesi dokter dan mekanik mobil. He said, dokter dan mekanik itu ngga jauh beda. Bedanya kalo dokter yang dibedah itu manusia atau hewan, sedangkan mekanik yang dibedah adalah alat/mesin. Perbandingan konyol tingkat nusantara ini yang bikin akhirnya dulu gue gatel nulis di blog. Membandingkan satu profesi dengan profesi lain menurut gue adalah hal yg ridiculous. Its not apple-to-apple.

Kedua,

Hampir tiap hari blog ini gue buka, sekedar buat ngecek statistik tentang views and visitor blog dan disinilah gue merasa feeling guilty. Gue melihat di statistik search engine dan ternyata tak sedikit ada orang, dari berbagai belahan dunia, yang bener-bener mencari info tentang kanker otak. 

Jujur, saat itu gue berasa kejam, jahat, tak berperikemanusiaan dan sejuta pikiran buruk lainnya. How come? Ketika orang lain butuh banget info ttng kanker otak eh sayangnya malah nyasar masuk ke tulisan gue yg isinya lalala yeyeye ngga jelas. 

Jadi, hari ini gue putuskan akan sharing informasi tentang kanker otak. Sebuah penyakit yang juga jadi concern di buku yang lagi gue tulis. Ini beberapa data/informasi tentang kanker otak yang berhasil gue kumpulkan dan akan gue paparkan dengan bahasa awam yang semoga begitu mudah untuk dipahami siapapun.

Here goes…

Kanker Otak

Definisi.

Kanker otak adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan pada siklus sel yang menyebabkan sel-sel otak tumbuh tidak terkendali. Bedanya dengan tumor otak lebih pada sifatnya, tumor otak relatif jinak. Tumor otak disebut kanker ketika mulai menjadi ganas.

Ketika sel-sel kanker itu tumbuh, dia akan membutuhkan ‘ruang tambahan’, di mana kita tahu volume, bentuk dan ukuran kepala (tulang tengkorak) kita ya segitu-gitu aja, nggak akan bertambah besar lagi. Nah, karena sel kanker itu nggak mungkin bisa menekan keluar dari kepala maka konsekuensinya dia akan menekan organ lain di dalam kepala, yaitu otak kita, sehingga membuat kepala terasa sakit.

Penyebab.

Penyebab kanker otak macem-macem, bisa karena radiasi telepon genggam, komputer, bisa juga karena faktor kimia kayak makanan yang mengandung pestisida, pewarna atau formalin. Untuk beberapa kasus, sebuah trauma atau benturan/guncangan keras di kepala juga bisa memicu timbulnya kanker otak.

Statistik.

Tingkat insiden kanker otak memang ‘hanya’ menyumbang sekitar 5% dari kanker di seluruh tubuh tapi dia bisa muncul dalam berbagai tingkatan umur. Umur 20-40 tahun memiliki tingkat insiden lebih tinggi. Perbandingan angka insiden kanker otak antara cowo dan cewe itu 13 banding 10.

Di seluruh dunia sendiri, setiap tahun ada sekitar 18.500 kasus penderita yang didiagnosa menderita kanker otak, dan setiap tahun ada sekitar 12.760 penderita yang meninggal karena kanker otak. It means, lebih dari setengah penderita berakhir dengan kematian. I know this isn’t a good news, tapi gue juga pengen elo tau konsekuensi terburuknya. I’m so sorry for this..

Gejala kanker otak

Gejala kanker otak itu beda-beda. Setau gue, untuk kanker stadium satu masih belum berasa. Something like kayak sakit kepala gitu, berasa nyeri yang mendalam pada kepala. Nyeri ini muncul karena pertumbuhan sel kanker yang mulai menyebar pada otak menimbulkan tekanan abnormal pada tengkorak sehingga menimbulkan rasa sakit dan biasanya disertai dengan mual-mual. Trus, mulai ada gangguan penglihatan, seperti penglihatan yang bias. Tidak hanya itu, untuk beberapa kasus, sistem pendengaran juga akan menurun.

Stadium dua, gejalanya itu kayak kelelahan. Kelelahan yang tidak normal padahal aktivitas tidak terlalu banyak, ini muncul akibat suplai oksigen yang menuju ke otak terhambat, sehingga penderita akan merasa sangat cepat lelah. Selain itu, pada stadium dua penderita akan sering mengalami kehilangan kesadaran atau pingsan.

Stadium tiga, biasanya ditandai dengan sakit kepala yang begitu menyiksa dibarengi juga dengan mimisan. Mimisan pun terkadang tak terasa, sehingga bisa saja darah mengalir tanpa disadari oleh penderita. Mimisan juga bisa terjadi ketika penderita memikirkan sesuatu yang berat. Penderita juga akan merasakan kaki dan tangannya mulai sulit digerakkan dan mudah terjatuh saat berjalan karena keseimbangan tubuh sudah mulai terganggu.

Stadium empat, jika penderita sudah memasuki stadium ini, maka hidupnya bisa dibilang sangat sulit. Penderita bisa saja terganggu penglihatannya. Saat ia melihat sebuah objek, objek tersebut akan terlihat menjadi dua. Penderita juga bisa mengalami kesulitan dalam mendengarkan suara bahkan hingga kebutaan, tuli dan kelumpuhan. Untuk lebih jelas, bisa klik di sini.

Pengobatan konvensional kanker otak

Pertama, dengan operasi, dibedah dan diangkat kankernya.

Kedua, radioterapi, terapi menggunakan radiasi yang bersumber dari energi radioaktif

Ketiga, kemoterapi, terapi kanker yang melibatkan penggunaan zat kimia ataupun obat-obatan yang bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker dengan cara meracuninya, dimasukin ke tubuh lewat infus atau oral.

In fact, biasanya semua metode tersebut harus di kombinasikan. Oh iya, radioterapi dan kemoterapi juga punya efek samping lho, soalnya metode ini nggak cuma membunuh sel kanker aja tapi juga membunuh sel-sel normal lainnya. That’s why, pada beberapa kasus, mungkin rambut penderita nanti juga akan ikutan rontok.

Adakah metode lain dengan resiko yang lebih minimal invasif? Ada, namanya cryosurgery…

Cryosurgery

Cryosurgery, terapi kanker dengan cara dibekukan dan dipanaskan, merupakan sebuah teknologi ablation yang sangat penting. Pada saat gas argon dilepaskan dari ujung jarum, dalam hitungan detik jaringan kanker akan langsung membeku dengan suhu -120℃ hingga -180℃ dan terbentuk seperti bola es, jaringan kanker dalam bola es akan kekurangan darah dan oksigen serta berada pada suhu -180℃, yang membuat sel kanker mati membeku. Pada saat gas helium dilepaskan dari ujung jarum, suhu akan naik menjadi panas 20℃ hingga 40℃, kanker yang tadinya membeku seperti bola es akan meleleh dan hancur, dan tercapai keefektifan untuk memusnahkan jaringan kanker. Waktu dan kecepatan dalam menaikkan atau menurunkan suhu, maupun ukuran dan besar kecil bola es dapat diatur dan dikontrol dengan ketelitian yang tinggi. 

Proses terapi cryosurgery biasanya menggunakan panduan CT atau USG, kemudian jarum elektroda dimasukkan langsung ke dalam kanker, dan menyalurkan gas argon yang membuat suhu dalam tumor menjadi dingin, kemudian menyalurkan lagi gas helium yang membuat bola es kembali hangat, lalu diulang kembali, minimal dilakukan 2 siklus. 

Pembekuan terus dilakukan sampai bola es menutupi seluruh tumor dan 5-10mm dari jaringan normal sekitarnya. Terhadap kanker yang besar, akan dipasang beberapa jarum elektroda di dalam kanker, berdasarkan kondisi penyakit, kadangkala terapi cryosurgery dapat dilakukan 2-3 kali. Untuk lebih jelasnya bisa cek di sini.

**post script : Good newsnya, selama treatment yang dilakukan tepat, kanker otak bukanlah penyakit yang mustahil untuk disembuhkan, walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama. I know its hard, but remember that we have a great God, Tuhan kita besar.

Don’t tell God that you have a big problem, but tell problem that you have a big God. Optimis, inget masih ada Kunfayakun-Nya, kalau kata Allah jadi ya jadi, kalau kata Allah sembuh ya sembuh, karena buat Allah nggak ada yang nggak mungkin 🙂