0

Gagascipta, jasa desain interior dengan kualitas diatas rata-rata


Let’s say, kamu adalah pengusaha dengan bisnis yg positif pertumbuhannya atau kamu adalah seorang karyawan dengan karier gemilang, dan menilai kualitas adalah segalanya.

Lalu, kamu membeli rumah, kantor, atau apartemen idaman sebagai investasi juga untuk menikmati hasil kerja kerasmu.

Kemudian kamu mulai memikirkan bagaimana caranya agar desain interiornya bisa sekelas hotel berbintang or even more? 

Namun, di sisi lain, waktumu terlalu berharga untuk mengurus urusan seperti ini. Kamu tak ingin ribet mengurus desain interior namun tetap fokus mengedepankan aspek yg fungsional, nyaman, dan bikin bangga bila digunakan untuk acara-acara khusus.


Perkenalkan, Gagas Cipta, salah satu perusahaan yg sudah berkecimpung lebih dari dua dekade dalam urusan desain interior dan installing desain.

Dengan lebih dari 40 klien yg terbukti puas menggunakan jasanya. Dari perumahan elite, resto, apartemen, kantor, hingga hotel.

Sebut saja Perumahan Desa Kemang, Perumahan Kemang Koloni, Restoran Beranda Nyonya, Setiabudi Resident, Permata Hijau Apartment, hingga Bakrie Securities. 


Apa saja pelayanannya? 

Hampir seluruh detail interior ruangan dapat dikerjakan. Kamar, bathroom, kitchen set, ruang kerja, dan lainnya.

Penataan dan pengisian ruangan dengan lemari, sofa, meja dan beragam aksesorisnya seperti lukisan atau hiasan yg artistikpun bisa.

Kamu juga bisa memilih penggunaan material sesuai keinginanmu, mulai dari kayu solid, kayu lapis, metal, kaca dan masih banyak lagi.

Biaya? 

Soal biaya tak perlu khawatir karena Gagas Cipta adalah pihak yg sangat memahami anda. Mereka senantiasa menyesuaikan dengan kebutuhan anda dan pastinya tetap menjaga kualitasnya.

Bahkan, tak terhitung berapa kali sang owner turun tangan datang ke lokasi untuk memastikan semua ter-set up dengan sempurna demi kepuasaan anda.

Jadi, tunggu apalagi?

Kalau berbagai perusahaan besar saja mempercayakan desain interiornya pada Gagas Cipta, bagaimana denganmu?

Segera hubungi Gagas Cipta dan jadilah bagian dari mereka yg tak hanya berinvestasi dan menikmati hasilnya namun sekaligus meningkatkan citra anda sebagai pribadi yg mulia.

Hub :

081511998185 – Gatot Sambodo

gagascipta_aidc@yahoo.com

Advertisements
0

Move on, its about mindset.

“Gimana ya, Ndre cara buat melupakan mantan? Gue tau gue harus move on tapi ntahlah, coba kasih gue satu alasan kenapa gue harus melepasnya…”

Tinggal beberapa hari lagi akan memasuki 2017 dan kata-kata itu meluncur lemah dari mulut seorang teman, ketika terakhir kali kami bertemu dibilangan  Tebet, Jakarta beberapa waktu lalu.

Dia bukanlah teman dekat namun karena dia pernah membaca tulisan yg gue share di buku karya sahabat gue dengan nama pena profesor cinta yg berjudul ‘Pacaran Mulu, Kapan Putusnya’, maka seketika itulah dia menghubungi untuk bertanya, bagaimana cara efektif untuk move on. Selanjutnya, sudah bisa ditebak. Pagi, siang, dan malam, dia sering menghubungi untuk mencurahkan betapa hancurnya perasaannya saat itu.

Guepun hanya duduk manis dan sabar mendengarkan. Why? Karena gue pernah ada di posisinya. Actually, hampir semua orang tau apa yg seharusnya dilakukan setelah patah hati, yakni benahi hati dan pikiran lalu segera move on.

Namun, move on adalah sebuah kata yg mudah dilakukan bila otak dan hati sedang benar.

“…Kita putus ya… ”

Pertama kali mantan gue bilang ‘kita putus’ itu rasanya kayak lagi dibius lokal. Gue paham maksudnya tapi hati ini bingung memahaminya.

Hingga keesokan paginya gue bangun dan baru sadar bahwa dia bukan milik gue lagi. Nggak ada lagi telepon, mention, atau chat yg biasanya menyapa di pagi hari.

Nggak ada lagi perhatian berupa pertanyaan : kamu sudah makan? Atau kalimat-kalimat singkat sarat makna kayak : hati-hati di jalan, ya sayang. 

Dan malamnya, tak ada lagi obrolan ringan, ucapan sayang atau rindu, walau saat itu rindu adalah satu-satunya hal yg membuat gue diam membatu.

Putus cinta membuat dunia seakan hening. Tampak ramai di luar sana tapi begitu sepi di hati.

Beberapa hari setelah putus, rasanya semua serba membingungkan. Mau bilang rindu tapi dia sudah hilang, tapi kalo nggak bilang, pikiran gue melayang-layang.

Hati berkata, ambil hplo dan bilang bahwa lo butuh dia. Namun, otak mencegah dengan kalimat : Nyet, lo itu bukan siapa-siapanya lagi! Dan hp-pun kembali teronggok di sudut meja.

Putus juga membuat badan terasa asing. Fisiknya sehat tapi jiwanya lunglai. Semua syaraf seakan gagal bekerja.

Malas makan karena sama sekali tak terasa lapar. Malas bergerak karena memang seakan dunia begitu lambat bergerak.

Parahnya, responpun ikut melambat. Butuh beberapa waktu hanya untuk menjawab pertanyaan, Ndre, are you okay?

Yes, perasaan nelangsa gitu pernah gue alami. Tapi gue di sini bukan untuk menambah menye-menye atau bikin kalian yg baru putus jadi tambah menderita. Gue akan coba share, langkah awal apa untuk move on dan alasan kenapa lo harus move on.

Mungkin sebagian akan setuju dengan pemikiran gue, sebagian akan menolak, dan sebagian akan berpikir ulang. Its fine, karena semua orang punya pengalaman dan solusi yg berbeda.

Oke, here goes…

Move on harus diawali dengan  membenahi pikiran karena salah satu hal yg bikin semua jadi ribet disebabkan oleh mindset/pola pikir yg salah.

Pola pikir lo selalu berkata bahwa lo cinta, rindu, dan inginkan dia karena cuma dia yg selalu ada. Lo akan mati tanpanya. Jadinya? Ya, mati beneran!

Gue paham memang sulit ‘melupakan’ orang yg kita sayang. Tapi pahami bahwa itu menjadi sulit karena kita selalu mengenang kebiasaan.

Kita terbiasa dengan hadirnya,  suaranya, candanya, sikapnya atau hal-hal menyenangkan ketika kita sedang bersamanya, dan ketika dia hilang, seakan ada yg lenyap dari diri kita.

Trus gimana cara buat melupakan mantan?

Nah, ini dia kesalahannya. Gini, semua indera manusia itu didesain untuk merekam dan mengingat setiap moment dalam hidup.

Secara sistemik, hampir semua orang yg pernah masuk dan berinteraksi dalam hidup lo, akan lo ingat.

Contoh, mungkin lo udah bertahun-tahun lulus sekolah tapi ketika reuni mungkin lo akan kembali mengingat moment-moment ketika dulu bersama temen-temen lo. Ketika lo dimarahi guru, cabut kelas, atau nyontek bareng-bareng, semua tiba-tiba teringat kembali.

Jadi, belajar dari situ maka usaha lo untuk melupakan mantan adalah hal yg sia-sia. Kecuali lo tiba-tiba kejatuhan gapura selamat datang dan jadi lupa permanen ya itu lain lagi ceritanya.

Terus gimana dong? 

Kita memang nggak tau siapa jodoh kita ke depan tapi bila untuk balikan adalah hal yg mustahil maka tak perlu memaksa mengemis minta balikan.

Lo juga nggak perlu melupakannya kok, yg lo harus lakukan adalah menetralkan perasaan lo ke dia.

How? 

I told you, its all about mindset.

Pertama, positive thinking. Gue tau ini susah tapi cobalah untuk berpikir positif.

Datang dan perginya seseorang dalam hidup adalah hal yg normal. Kita pasti pernah berpisah atau kehilangan seseorang. Mungkin karena beda pilihan, beda sudut pandang,  atau karena maut memisahkan.

Sekarang coba ingat deh, sebelum dia masuk dalam hidup lo, dia bukan siapa-siapa. Sebelum kenal dia, lo bisa hidup tanpanya. Maka, yakini bahwa hari ini, tanpanya lo pasti bisa melanjutkan hidup. Pasti!

Kedua, definisikan kembali apa itu mantan dan kenangan. Beberapa waktu setelah putus, yg ada hanyalah kenangan, dan itu nggak salah. Sekali lagi itu normal. Lo akan sering mengingat bagaimana dia berkata, bertindak, dan membuat lo menjadi sangat nyaman bersamanya. But the question is, kalo sayang dan sudah nyaman, kenapa bisa jadi mantan?

Sadari bahwa semua terlihat manis karena yg lo ingat hanyalah kenangan yg manis. Memang dia pernah bikin nyaman namun pernah bikin nyaman bukan jadi alasan untuk balikan.

Coba ingat kembali every single moment yg membuat kalian akhirnya memutuskan untuk berpisah. Pertengkaran? Jarak? Ego? Beda agama? Pihak ketiga? Atau memang pada dasarnya salah satu pihak sudah kehilangan komitmen untuk bersama.

Ketiga, look around. Ada banyak yg single, baik, cakep, dan tentunya memiliki kemungkinan untuk membuat lo lebih nyaman di luar sana. So, kenapa harus membatasi pikiran bahwa hanya dia yg bisa bikin lo bahagia?

Ada milyaran manusia di muka bumi dan kita berhak untuk bahagia. Mungkin saat ini lo sedih kehilangannya, namun di masa depan mungkin lo akan bahagia karena berani melepaskan dan mendapat penggantinya, yg jauh lebih baik.

Keempat, kenangan tentang mantan mungkin akan memakan dan mengorbankan banyak hal. Sadar gak, efek buruk apa yg terjadi kalo lo kebanyakan inget mantan? Yup, hidup lo jadi berantakan.

Lo bakal sedih lagi. Lo bakal galau dan nangis dipojokan kamar mandi. Mata lo bakal sembab, jerawat betebaran, dan gangguan pencernaan karena telat makan. Jadinya apa? Lo bakal jadi jelek dan penyakitan! Sedangkan dia mungkin sedang hahahihi dengan gebetan barunya… *uups*

Belum lagi kerjaan jadi nggak beres, dan orang lain akan menilai lo sebagai pihak yg tidak profesional. Menyedihkan bukan? Sedih boleh tapi jangan kelamaan.

Dunia ini luas dan ada banyak hal menyenangkan menunggu di depan. Satu jam lo sedih means lo membuang 60 menit secara sia-sia. Artinya lo kehilangan 3.600 detik kemungkinan-kemungkinan lain untuk bahagia.

Kalo lo ngeyel dan bilang ah, sejam mah sebentar, hhmmm baiklah coba lo itung angka 1 sampai 3600, dijamin ‘bleber’ bibir lo hehehe.

Kelima, lo bukan satu-satunya. Sadari bahwa patah hati dialami oleh hampir tiap jiwa yg memiliki cinta. Bahkan kucing gue pernah patah hati!

Sadari bahwa putus adalah satu dari sekian banyak masalah yg ada dalam hidup. Dan sadari bahwa ada banyak masalah atau rintangan yg lebih pelik menghadang di depan. So, buat apa bikin semua tambah rumit?

Keenam, mata dan kaca. Tau nggak kenapa Tuhan meletakkan kedua mata di depan? Tau nggak kenapa kaca depan mobil selalu lebih besar daripada kaca spion? Agar kita lebih fokus ke depan dibanding melihat ke belakang!

Ketujuh, ikhlas. Semua yg terjadi itu sudah digariskan. Semua itu ada masa berlakunya. Kalo hubungan kalian berakhir ya berarti memang saat-saat kalian untuk bersama memang sudah habis.

Percaya deh, baik buruk yg Allah kasih ke kita pasti tetap yg terbaik, karena baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Suatu hari akan terjawab, kenapa kita lebih baik hidup tanpanya. Suatu hari akan terjawab siapa tulang rusuk kita sesungguhnya.

…Cinta tak hanya mengajarkan untuk berbagi bahagia tapi juga menguatkan kita meski dia tak lagi bersama. Karena hidup berarti melangkah ke depan, bukan stagnan meratapi yg telah hilang…


Benahi diri dan bersiaplah untuk jatuh cinta lagi.


Ps : Ada yg mau curhat atau nambahin tentang move on? Just feel free ya.

2

Homecoming Kessos UI 2004


…I’m coming home.

I’m coming home.

Tell the world I’m coming home

Let the rain wash away

All the pain of yesterday…


29 Oktober 2016 

Rasanya kayak mimpi ketika reuni Kessos UI 2004 kemarin benar-benar terwujud. Sebuah event di mana kami semua bisa berkata : I’m coming home! dalam satu acara khusus yang dibuat oleh kita, dari kita, dan untuk kita.

Semua bermula ketika menghadiri pernikahan Tyas’04 pertengahan September kemarin, gue dan Abby berpikir untuk membuat acara kumpul bareng.

Niatnya saat itu hanya kumpul, jalan, atau makan bareng hingga terlintaslah sebuah ide, ini kenapa nggak sekalian dibuat gede ya?

Untuk mewujudkan hal tersebut, gue dan Abby meluangkan waktu setiap hari Rabu untuk meet up. Pergi ke kampus buat cari lokasi di mana kita semua bisa bikin acara reuni dengan aman dan nyaman.

Sempat terpikir buat bikin acara dengan tema piknik (outdoor) di sekitar perpus pusat atau danau samping balairung UI namun diurungkan.

Birokrasi yang ribet, ditambah musim hujan, dan banyak diantara teman-teman yang sudah berkeluarga dan memiliki anak kecil membuat kami harus mencoret ide awal tersebut. 

Kalau nanti ditengah acara hujan gimana ya? Kalau ada anak kecil kepleset/kecemplung danau bahaya nggak? Kalau di dekat acara kita juga ada komunitas lain yang bikin acara juga ganggu nggak?

Percayalah bahwa kami selaku panitia hanya menginginkan yang terbaik bagi peserta. Keamanan dan kenyamanan kalian adalah prioritas utama kami.

Dan, akhirnya disusunlah sebuah  tema “Homecoming Kessos UI 2004″, di kampus tercinta guna merayakan dua belas tahun persahabatan kita. Bukan sebuah acara yg kaku dan formal namun lebih pada acara fun dan kekeluargaan tanpa meninggalkan substansi acara.


Guys, dua belas tahun bukan waktu yg singkat. Ada banyak moment bersejarah di dalamnya. Ibarat selesai hujan yang menyisakan  genangan berisi kenangan.

Dari yang masih pakai name tag paling gede sekampus, diomelin senior karena tanda tangan buku angkatan nggak lengkap, sampai pingsan bareng di ruang UKS saat kita bikin sarasehan.

Dari sekedar hahahihi di takor sampai ke Puncak bareng cuma buat main kartu sama minum bandrek.

Dari kebingungan saat isi KRS buat semester depan hingga panik bareng karena SIAKNG-nya error.

Dari jaman sering cabut kelas sampai harus diabsenin karena dulu gue sering kena gejala tipus.

Dari yang cuma pinjam flash disk hingga kompakan kena virus brontok.

Dari jaman ngeri-ngeri sedap tiap mau masuk kelas Intervensi Mikro sampai stres bareng karena deadline CO/CD, Penelitian Evaluatif, Analisa Masalah Sosial, dan Kebijakan Perencanaan Sosial berbarengan.

Dari jaman mumet sama Statistik Sosial hingga ditemani ramai-ramai saat mau sidang skripsi.

Dari jaman iseng kebut-kebutan sampai nyaris gagal diwisuda karena hampir ‘ciuman’ sama truk kontainer di tol.

Dari jaman kita menyanyikan lagu Genderang UI, Gaudeamus, dan Keroncong Kemayoran hingga akhirnya kita juga dinyanyikan  lagu tersebut.

Selalu ada kalian, guys! Even setelah lulus, punya hidup dan kesibukan masing masing, kalian tetap ada.

Jadi, dengan ketulusan hati, gue mau bilang,

Terima kasih buat kalian semua karena selalu ada buat gue selama lebih dari satu dekade ini, buat semua hal-hal unik, ngaco, error, ngeselin, sedih, gokil dan ngakak bareng.

Terima kasih buat Abby, karena tanpamu acara akan semu. Sejak melihat lo jadi PJ Acara di Sarasehan, gue selalu percaya bahwa acara ini akan sukses. Dibuka dengan mengingat hal-hal yg berkesan, lanjut ke acara dan games dengan humor yg seru, dan diakhiri kontribusi kami selaku alumni, two thumbs up, Bro!

Terima kasih buat Isal dan Sisy yang mem-back up gue guna merealisasikan acara ini. Buat Wiwiet, yang ditengah kesibukannya mengurus plakat angkatan juga berbaik hati bantuin ngerjain PR kelas bahasa Jerman gue. Tanpa bantuan kalian, aku mah  cuma sisa makanan di kaleng Khong Guan bekas lebaran. Kalian tiada tara!

Terima kasih buat Putu, sang ketua angkatan yang bela-belain cuti, pulang dari Bangkok ke Jakarta. See, selalu ada alasan kenapa Tuhan mempercayakan jabatan ketua angkatan pada dirimu, dan semua terbukti’kan? Makasih ya Putu buat semuanya.

Terima kasih buat Tito dan Uma, telah men-support produk untuk hadiah games. Hadiahnya sumpah bikin ngiler!

Terima kasih buat Azizah, Rara, Selina, dan Herlie, buat bantuan kids corner dan meramaikan acara dengan junior-juniornya yang bikin gue iri.

Terima kasih buat Yana, vendor konsumsi kita kemarin. Harga bersahabat, menu banyak, rasa enak, dan bisa request di detik-detik terakhir untuk tambahan snack.

Terima kasih buat Galuh, yang menyempatkan hadir meski sedang UTS di kampus sebelah. Semoga S2-nya lancar, dapat nilai terbaik, dan diberikan kesembuhan buat ayah mertuanya. Al Fatihah sent.

Terima kasih buat Diego, Fahri, Putri Syarita, Edwin, Cesa, Weni, Puri, Pewe, Dini, Desta, dan Adit. Guys, tanpa kalian apalah acara kita. Juga buat, Harod, atas penerbangan pertamanya di Sabtu pagi demi menghadiri reuni ini. Ya ampun, kakek, aku terharu! Sehat-sehat ya, Kek! Buat Esna, yang akhirnya juga bisa datang.

Terima kasih buat Vica, Misri, Ayu, Tyas, dan Karina, atas bantuannya meski berhalangan hadir. Buat Sarah, Amy, Gaby, Dwi, Risma, Irhash, dan Ricky, semoga di acara berikut, kita bisa hadir full seangkatan.


Terima kasih buat Mas Bambang dan Mas Pri yang telah ikut mengisi acara kita. Juga, pihak jurusan, Mbak Fitri dan Mbak Iyen, yang telah membantu memfasilitasi tempat beserta kelengkapannya.

Thank you. Danke schon. Haturnuhun. Terima kasih.

I know my kingdom awaits

They’ve forgiven my mistakes

I’m coming home.

I’m coming home.

Tell the world that I’m coming home…

Coming Home – Skylar Grey

…karena bertambahnya usia bukan berarti kita paham segalanya. Mohon maaf bila ada salah sikap dan kata, entah selama acara atau ketika kita dulu masih kuliah bersama…

Andrea Juliand 

Ketua Panitia Reuni Kessos UI’04 2016.