0

AGNI, sesuap kebaikan dari sesendok nasi.

Kalian setuju nggak kalo makanan pokok orang Indonesia itu adalah nasi? Mau makan apapun kalo belum makan nasi pasti bilangnya belum makan.

Nah, pernah terpikirkah bahwa sesuap nasi yg kita makan selain menyehatkan diri juga mampu menyejahterakan orang, meningkatkan ekonomi bangsa, bahkan turut serta menyelamatkan lingkungan?

Kok bisa?

Guys, inilah salah satu produk UKM yg gue begitu bangga dan sangat bersyukur bisa mengulasnya!

AGNI, sebuah usaha yg bergerak dalam produksi pangan sehat dan alami bekerjasama dengan komunitas petani Cijapun, Sukabumi, Jawa Barat.

Tujuannya pun luar biasa, menjadi jembatan antara produsen (petani) dan konsumen dengan produk andalannya beras merah dan hitam.


Beras merah dan hitam produksi AGNI, merupakan beras yang ditanam secara agroekologis, yaitu metode pertanian yang tidak hanya organik tetapi seimbang dengan ekosistem lingkungan sekitar.

Sebuah beras yg dirawat-tumbuhkan dengan kebaikan hati para petani, tanpa pestisida dan berserat tinggi sehingga baik untuk diet, pencernaan, dan mencegah diabetes. Bikin ngiri nggak sih? Beras aja dirawat dengan kasih sayang, apa kabar hati gue?

Itu aja? No! 

Tak hanya halal dan bebas pestisida, AGNI juga melakukan usaha untuk menyeimbangkan lingkungan. Mereka mengolah lahan rusak agar bisa berdaya guna untuk ditanami kembali. Ketika orang lain cuma cuap-cuap teriak go green, AGNI merealisasikannya! Canggih banget, kan?

Rasanya?

Nah, ini… Gue cukup sering makan beras merah atau hitam. But trust me, produk AGNI itu bukan cuma sehat, guys tapi lo dapet peace of mind.

Yes, sebuah ketenangan jiwa karena selain produknya halal, sehat, dan tanpa pestisida dengan  membeli produk ini lo memberikan harapan masa depan bagi petani Indonesia dan keluarganya, memperkuat ekonomi bangsa, dan turut serta menjaga kelestarian alam raya.

Melalui produk AGNI, kita wujudkan Indonesia berdikari, Indonesia yg mampu berdiri di atas kaki sendiri dan mencintai produk bangsa sendiri.

Bisa? Pasti!

Congratulations, Reka AGNI Maharani.

More info :

agri.agroekologiindonesia@gmail.com

(+62) 085714466455

Advertisements
0

Dikelilingi orang baik

Ada kalanya iman gue menye-menye. Ada masanya dimana iman naik turun kayak roller coaster. Ketika selalu ada alasan untuk menunda ibadah. Ketika bujuk rayu setan benar-benar menggoda untuk dilakukan. Dan seketika itulah biasanya gue menghubunginya.

Namanya, Andin…

Salah satu sahabat gue yg sekarang tinggal di Riau, menemani suaminya yg kerja di sana.

Kira-kira empat atau lima tahun lalu kami bertemu. Agak kaget karena ternyata kami dulu kuliah di kampus yg sama, FISIP UI, tapi nggak pernah ketemu.

Pertama kali bertemu itu saat dia main ke resto gue dan nggak butuh waktu lama untuk bikin kami cepat nyambung.

Andin itu tipikal cewek konyol, kocak, tapi baik hati dan saat itu kami sama-sama sedang belajar mendalami agama. Kami sering share tentang hadis, ilmu agama, atau mengingatkan tentang ibadah. Dan, kebiasaan itu berlanjut hingga sekarang.

Seperti yg terjadi beberapa waktu ini. Hari itu cuaca terik. Matahari 2017 terlihat tampak sangat semangat walau buat gue, matahari Jakarta di siang hari itu terasa seperti lampu yg boros energi. Panasnya mubazir!

Pecahkan sebutir telur di atas aspal dan dalam beberapa detik lo akan mendapatkan sebuah telur mata sapi yg ‘dimasak’ dengan energi terbarukan.

Siang itu, gue baru saja menghabiskan satu porsi makan siang. Duduk santai mengelus-elus perut yg kekenyangan sambil melirik jam di tangan kiri. Pikiran saat itu adalah hey, sisa zuhur masih cukup lama sampai sebelum adzan ashar tiba! 

Setan di dalam hati pun membisikkan, bro, solat dalam kondisi kekenyangan itu nggak bagus, nanti kentut mulu, trus mesti ulang wudhu dan solat, jadinya sia-sia. Ujung-ujungnya si setan malah nyuruh nunda solat. Yah namanya juga setan, kalo nyuruh cuci piring mah bukan setan, tapi emak gue hehehe

Disaat kondisi iman yg lebih tipis dan rapuh dibanding tisu basah, untung langsung keinget sahabat gue, Andin. Gue, dengan iman yg menye-menye, segera sms ke dia, kekenyangan, kagak bisa solat. Gimana dong? 

Tak lama, dia membalas sms gue. Yaudah nggak apa-apa. Nggak usah shalat. Kan nanti banyak temennya di neraka… Daripada di surga, nggak ramai kayak neraka, Ndre!

Setelah membaca smsnya gue mangab. Gue nggak nyangka dia bakal balas sms pakai bahasa satir. Dan, karena dia bawa-bawa neraka, maka smsnya sukses bikin gue segera ambil wudhu lalu solat.

Andin adalah salah satu dari sekian banyak orang baik disekeliling gue. Orang-orang yg senantiasa mengingatkan dan berbagi kebaikan.

Pesan dari tulisan ini adalah buat kalian yg lagi berusaha untuk belajar agama, berusaha pedekate sama Allah, coba deh mulai sekarang pilih-pilih teman. Bertemanlah dengan  mereka yg tak hanya membawa kebaikan tapi juga mengingatkan dan menganjurkan untuk berbuat dan berbagi kebaikan.


Ps : Buat Andin, thanks ya. Semoga lo juga dapat pahala solat zuhur gue saat itu karena udah sukses memotivasi gue buat menyegerakan solat. Amien.

0

Iklan cuma-cuma lewat blog saya


**Tulisan ini kembali saya update pada 19 Juli 2017

Guys, pada dasarnya semua produk atau jasa harus dipromosikan agar dikenal dan laku terjual. Namun, di sisi lain, tiap produk atau jasa punya karakteristik tertentu dalam beriklan. Ada produk atau jasa yg lebih menyenangkan untuk diceritakan lewat tulisan. Tak sedikit produk atau jasa yg kurang greget bila hanya dijual lewat forum jual beli online.

Namun, pada kenyataannya, iklan adalah tentang memperbesar kemungkinan. Makin banyak media yg kalian gunakan untuk promosi maka kemungkinan untuk laku terjual akan semakin meningkat.

Nah, salah satu resolusi saya di tahun 2017, adalah membantu sesama dalam berbagi dan menyebarkan kebaikan, termasuk membantu teman-teman untuk promosi jualan, kali ini lewat media sosial dan blog.

Alhamdulilah, statistik blog saya memperlihatkan trend yg sangat positif. Selama tahun 2016, tercatat ada 4.670 visitors atau meningkat lebih dari 500% dibanding tahun 2015. Di tahun yg sama juga terdapat 6.167 viewers atau meningkat hampir 400% dibanding tahun 2015.

Tahun 2017 ini saya sangat optimis pertumbuhannya akan meningkat 600%. Mungkin terlihat seperti ‘rayuan manis di pulau kelapa’ namun statistik pada 19 Juli 2017 ini, jumlah viewers-nya telah menembus lebih dari 21.000 ribu orang

Fakta lain, siang hari di tanggal yg sama tercatat lebih dari 17.839 visitors yg mengunjungi blog saya. Bayangkan bila 3% dari pengunjung blog saya adalah calon konsumen yg potensial.

Memang bukan jumlah yg besar tapi juga bukan jumlah yg kecil mengingat hanya 5% dari semua tulisan di blog ini yg di-share di media sosial. Namun, lagi-lagi statistik membuktikan tanpa bantuan media sosialpun, blog ini telah tumbuh hingga hampir enam kali lipat. 

Berbeda dengan facebook ads yg memunculkan iklan berdasarkan keinginan, kesukaan, atau kesamaan interest maka iklan lewat blog lebih berdasar pada kebutuhan dengan dibantu oleh kekuatan pengaruh mesin pencari (search engine) dalam hal ini google.

Untuk itu, saya akan membantu  promosi iklan teman-teman lewat beberapa tag (dan tulisan teknik copywriting yg juga sedang saya pelajari) agar produk, jasa, atau kegiatan teman-teman mudah dicari dan menarik perhatian banyak orang tanpa mengganggu kelompok sasaran. 

Iklan lewat blog tak akan muncul tiba-tiba, menutup layar, dan mengganggu kelompok sasaran yg sedang browsing internet.

Jadi, buat siapapun, entah individu, pelaku UKM, organisasi, institusi, atau bahkan pihak pemerintah yg tahun ini ingin mempromosikan produk, jasa, atau kegiatan baik profit maupun non profit secara GRATIS, kalian bisa promosi melalui blog saya.

Syaratnya mudah,

1. Produk baru (bukan barang bekas, replika, apalagi rekondisi),

2. Bukan barang yg sifatnya melawan hukum dan legalitasnya jelas (bukan barang black market)

3. Halal dan tak bertentangan dengan norma dan agama.

Syarat bila ingin promo jasa/kegiatan,

1. Jasa/kegiatan yg akan diiklankan harus dijelaskan terperinci dan dalam kondisi sebenarnya.

2. Bukan jasa/kegiatan yg bersifat melawan pemerintah/hukum yg berlaku atau mengancam keutuhan NKRI.

3. Sifatnya halal dan tak bertentangan dengan norma dan agama.

Silahkan beri maksimal 3 foto format jpeg dan 500 kata sebagai narasi/keterangan produk/jasa/kegiatan. Saya membebaskan teman-teman  berkreasi membuat kalimat yg menarik pembeli, yg nantinya akan saya buat dalam bentuk narasi copywriting. Lalu kirimkan dalam bentuk file microsoft word (.doc atau .docx).

Gunakan bahasa Indonesia yg baik. Bahasa alay, campuran huruf besar kecil atau campuran huruf angka tak akan diterima.

File iklan bisa diirimkan melalui email : andrea.juliand@yahoo.com dengan format : iklangratis_institusi/nama lengkap pengirim_no Hp yg bisa dihubungi.

Setiap permohonan iklan yg masuk akan segera saya publikasikan di blog dan media sosial (facebook) paling lambat 10 hari kerja setelah email diterima atau tergantung banyaknya iklan yg masuk di email saya.

Masa tayang iklan kalian di blog saya maksimal satu tahun setelah  dipublikasikan. 

Harap cantumkan kontak yg dapat dihubungi karena calon pembeli anda akan tetap menghubungi anda secara langsung. 

Harap konfirmasi bila produk, jasa, atau kegiatan telah laku terjual atau sudah terselenggara.

Pada dasarnya saya hanya membantu mempromosikan produk, jasa, dan kegiatan anda secara cuma-cuma. 

Apabila dikemudian hari produk, jasa, atau kegiatan anda bermasalah dan atau terindikasi melanggar hukum perundang-undangan yg berlaku, maka saya tidak bertanggungjawab atas apapun dan saya memiliki hak penuh untuk menghapus iklan dari blog saya, tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Itu aja, sekian dari saya.
Danke schön und viel erflog!

0

Mau banyak, banyak mau


Actually, ini hanya bentuk ketidakjelasan gue yg lagi punya banyak mau.

Mau lanjut sekolah bisnis. Mau belajar piano. Mau les bahasa jerman. Mau latihan biliar lagi. Mau ajak temen-temen bikin shelter masing-masing di rumahnya buat kucing/anjing yg homeless.

Tapiiii, ya gituuu, semua baru sekedar mau hehehe

A couple days ago, gue menyempatkan main ke 7languages. Tanya-tanya ttng les bahasa Jerman dan mau ambil kelas foundation alias kelas paling basic karena bahasa Jerman gue ya gitu deh… Tapi ternyata, waktunya nggak ada  yg pas sama jadwal gue.

Gue juga lagi menimbang-nimbang lanjut sekolah lagi dan pengin ambil bisnis entah di Sekolah Bisnis Manajemen ITB atau Fakultas Ekonomi Bisnis UI. Dan sekarang? Juga masih tahap pikir-pikir hehehe.  Jangan sampai gelar bertambah tapi manfaat buat diri sendiri dan orang lain nggak nambah. Buat apa kalo cuma sekedar gengsi karena gue nggak butuh gengsi.

Terus, gue juga lagi kepikiran buat les piano atau saksofon. Kenapa? Karena musik bisa menyeimbangkan otak gue yg memang kiri banget.

Tes psikologi metode stifin, gue adalah tipikal kepribadian thinking. Alias manusia yg logis, konkrit, dan dominan penggunaan otak kirinya. Some people says otak gue dua. Satu di kepala, satu lagi di  hati. Hati gue? Lagi cuti sambil makan gaji buta.

Tes MBTI? Hasilnya juga nggak berubah. Gue tipikal ESTJ, yg lagi-lagi ada huruf T dan J. Alias tipikal thinking dan judging.

Itulah kenapa gue butuh some arts buat menyeimbangkan otak. Itu juga alasan kenapa gue menulis novel. Biar otak kanan nggak kebanyakan bengong.

Gue juga pengin latihan biliar lagi, karena salah satu hobi gue jaman masih kuliah itu kalo nggak ngebut ya biliar. Keduanya saling mendukung. Ngebut membuat gue harus memutuskan segala sesuatu dengan cepat dan biliar melatih  untuk berpikir tiga langkah ke depan dgn lebih cermat dan hati-hati.

Shelter? Nah kalo yg ini udah jalan. Kucing gue cuma seekor tapi tiap malam minimal ada empat ekor kucing yg setia menunggu gue pulang ke rumah buat meminta jatah makan malam.

Selain empat ekor tadi, gue juga punya empat ekor kucing tambahan yg biasanya nemenin ketika lagi jalan ke warteg terdekat buat beli ikan cue/kembung/tuna/tongkol buat makanan mereka. Rasanya seru aja, jalan kaki malem-malem dan ditemenin sama beberapa kucing sekaligus. You must try hehehe.


Biasanya gue beli dua ekor ikan siap saji kemudian  dipotong jadi beberapa bagian sambil gue bersihkan sebagian durinya. Jadi pas dikasih ke kucing, durinya sudah tak terlalu menggangu.

Ide tentang shelter ini sebenarnya bukan ide baru karena beberapa kali pernah gue share dan seorang perempuan baik hati yg tinggal di Uranus sana, sudah menyediakan rumahnya sebagai shelter buat kucing-kucing homeless. Jangan bayangin kucing jalanan yg dia adopt itu jelek lho karena kucing jalanan piaraannya sekarang nggak kalah sama kucing ras. Beberapa kucingnya itu bahkan divaksin!

Harapan gue semoga makin banyak orang-orang baik hati di luar sana yg menyisihkan sebagian rejeki pada hewan-hewan malang tersebut.

Buat kalian yg baca tulisan ini, sesekali coba deh sisihkan potongan kepala ikan/ayam buat kucing/anjing yg kalian temui.

Gue tau bahwa nggak semua orang adalah pencinta hewan tapi imagine kalo langkah kecil inilah yg akan menjadi jalan mulus kalian menuju surga nanti.

Kucing/anjing yg kelaparan mungkin nggak akan bisa membalas kebaikan kalian secara langsung tapi mungkin mereka akan mendoakan kalian siang dan malam, melebihi siapapun.

Itu aja sih…

0

Bikin buku yuk!

Harimau mati meninggalkan belang. Gajah mati meninggalkan gading. Lalu, apa yang nanti akan kita tinggalkan? Apakah hanya tinggal tulang belulang lalu hilang? Apakah hanya meninggalkan kenangan yang kita pun tak tau sampai kapan kita dikenang?

Manusia dikenal bukan karena hartanya tapi karena ilmu dan karyanya. Apa karyamu? Sudah berdampakkah kebaikanmu bagi banyak orang? Dan, salah satu cara berkarya sekaligus berbagi ilmu adalah lewat buku.

So, what are you waiting for? Yuk, bikin buku dan bukukan hasil karyamu agar berdampak bagi kebaikan banyak orang.

Buku?

Buku? Mungkin itu yang ada di pikiranmu pertama kali mendengar ajakan berkarya lewat buku. Namun, pernahkah kamu berpikir, apa jadinya dunia tanpa buku?

Tariklah garis ke belakang. Tanpa buku, akankah kau mengenal Tuhanmu, karena semua hal tentang-Nya tertulis dalam buku bernama kitab suci? Tanpa buku, bagaimana para penemu dulu menyimpan segala informasi tentang penemuannya yang menguncang semesta dan akhirnya bisa turun-temurun hingga dirimu bisa mengetahui dan menikmati? Tanpa buku, akankah kau mengenal sejarah, budaya, bangsa dan negara tempatmu kini berpijak?

Kenapa harus menulis buku?

Adakah yang masih tahu atau ingat siapakah nama buyutnya kakekmu? Adakah yang tahu bagaimana silsilah nenek moyangmu hingga sampai ke dirimu? Dan yang terpenting, apakah kamu tahu apa saja hal terperinci dan hasil karya nenek moyangmu yang membuatmu bangga?

Coba bayangkan pertanyaan di atas nanti kau berikan pada cucu atau cicitmu kelak. Tanpa buku, mungkinkah ia mengingatmu? Tanpa buku, mungkinkah ia tau tentang asal usul silsilah keluarganya?

Mungkin kamu berpikir, lalu apa untungnya buku untuk masa kini?

Baiklah, mari kita beranjak sejenak lebih jauh…

Pernahkah kamu mendengar ungkapan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama?

Apakah kamu ingin ilmu dan pemikiranmu dibaca, diketahui, dan diaplikasi oleh banyak orang?

Apakah kamu ingin kesuksesan bisnismu dicontoh banyak orang sehingga memberi dampak positif bagi kemajuan bangsa?

Apakah kamu ingin berbagi tips agar karier berkembang pesat?

Dan, apakah kamu ingin personal branding-mu meningkat pesat?

Apapun profesimu, entah sebagai pengusaha, artis, politisi, karyawan, trainer, motivator, peneliti, guru, dosen, ataupun ustad, kamu bisa berbagi sekaligus berinvestasi jangka panjang lewat buku. Perkuat personal branding dan bargain position diri melalui buku  yang berguna untuk lompatan karir, bisnis, hingga masuk ke ranah politik. Ingat, semua ilmu dan informasi yang kamu tulis lewat buku, tak hanya berguna bagi dirimu tapi juga berdampak positif bagi orang lain.

Lihatlah bagaimana seorang motivator seperti Tung Desem Waringin sukses memotivasi jutaan orang lewat bukunya yang berjudul Financial Revolution?

Lihatlah bagaimana Merry Riana membakar semangat berbagi tentang pengalaman masa mudanya melalui buku Mimpi Sejuta Dolar?

Atau, lihatlah bagaimana Chairul Tanjung, si anak singkong, bercerita tentang pengalaman hidupnya from zero to hero lewat buku yang berjudul Si Anak Singkong?

Dan, lihatlah ketika sebuah buku karya Andrea Hirata sukses memajukan wisata dan ekonomi Bangka Belitung, lewat karyanya yang fenomenal, novel Laskar Pelangi?

Mengapa harus dalam bentuk ‘Buku’?

Sebagai cara untuk meningkatkan personal branding sekaligus berkarya dan berbagi ilmu, buku merupakan media yang efektif dengan biaya yang jauh lebih efisien. Bandingkan bila kamu beriklan satu halaman di koran nasional yang menghabiskan dana ratusan juta hingga milyaran rupiah namun hanya memiliki nilai efektifitas selama satu hari.

Buku? Pernahkah kamu melihat tanggal kadaluarsa dalam sebuah buku?

Secara fisik, buku juga lebih nyaman dipegang dibanding koran ditambah fakta bahwa  isi sebuah buku jauh lebih dalam dan terperinci karena tak dibatasi halaman. Kamu bisa menuliskan apapun di dalamnya, entah itu tentang diri, ilmu, atau bisnis atau perusahaanmu.

Selain itu, ketika sedang mengadakan acara-acara tertentu, seperti talk show, buku bisa dijadikan souvenir atau barang pemberian yang prestisius untuk kerabatmu.

Sekarang, apakah kamu tertarik untuk membuat buku namun ada pertanyaan yang mengganjal pikiran?

“Ingin buat buku tapi tak punya waktu?”

“Ingin berbagi ilmu dan pengalaman tapi bingung cara menuangkan ke dalam bentuk tulisan?”

“Ingin menulis buku tapi tak tahu tata cara menulis sesuai kaidah standar penulisan?”

“Punya segudang pengalaman dan motivasi tapi tak memahami bagaimana cara menerbitkan buku secara nasional?”

Tenang, karena di sini saya tak hanya menularkan semangat untuk berbagi namun juga memberi solusi.

Cukup hubungi saya dan tim kami, Inspirator Academy, maka kami akan mengerjakan semuanya hingga tuntas. From nothing to something.

Apa yang harus kamu lakukan dan berapa lama proses membuat buku?

Yang harus kamu lakukan hanyalah duduk manis, melakukan proses interview dengan kami dan dalam waktu kurang lebih 30 hari kerja, voila, naskahmu sudah jadi!

Tinggal terserah bila kamu ingin bukumu masuk dan tersebar di toko buku seperti Gramedia, Karisma, Toga Mas, dan toko buku lain di seluruh Indonesia.

…membacalah maka kau akan mengenal dunia,

menulislah maka kaulah inspirasi  dunia…

 

Pada akhirnya, saya selalu percaya bahwa tidak ada yang namanya kebetulan. Adalah kehendak Tuhan, anda bisa hadir dan membaca tulisan ini. Di sini, saya hanya bisa menjelaskan dan keputusan tetap pada diri anda. Namun, saya yakin anda pasti tahu apa yang harus segera anda lakukan.

Hubungi saya :

Andrea Juliand / Project Advisor-Inspirator Academy

08567812386

andrea.juliand@yahoo.com

Salam on fire!