0

Mendulang Recehan Dari Mereka Yang Lebaran


Iseng-iseng nulis beginian gegara beberapa hari lalu ngobrol ngalor ngidul di kedai kopi sama teman dan ending-nya jadi bahas tentang momen lebaran. 

Yup, nggak terasa sebentar lagi lebaran dan yang namanya lebaran tidak hanya identik dengan meningkatnya kolesterol tapi juga  membengkaknya pengeluaran. 

Beberapa orang mungkin akan mengandalkan THR tapi faktanya, THR yang didapat itu mirip kayak  uang numpang lewat. Lo memang dapet THR, tapi kenaikan harga saat lebaran selalu berbanding terbalik dengan THR yang lo dapet.

Fakta lainnya, nggak semua orang dapat THR, salah satunya gue. Yes, gue cuma bisa melengos iri ketika melihat orang lain hahahihi dapat THR. Boro-boro dapat THR, yang ada gue malah keluar duit ekstra buat bayar THR karyawan gue.

Jadi, lewat momen lebaran, otak  harus berpikir keras gimana caranya bisa dapat uang dari mereka yang liburan, secara halal tentunya. Dan, selama perjalanan pulang dari kedai kopi, pikiran gue melayang-layang buat mendulang recehan dikala lebaran.

Guys, lebaran itu nggak harus berarti ‘lebih besar pasak daripada tiang‘. (Sebenarnya) lo tetap bisa kok punya pemasukan tambahan, hanya saja memang dibutuhkan sedikit pengorbanan.  

Berhubung artikel usaha sampingan selama ramadan udah banyak, so, inilah beberapa ide gue tentang usaha yang bisa lo lakukan selama libur lebaran yang tahun ini cukup panjang. 

Ide ini bisa dilakukan as simple as you can. Beberapa bahkan hanya bermodal ‘jaga kandang’.

 Penitipan Hewan

Guys, pernah kebayang nggak ada berapa pecinta hewan di kota tempat lo tinggal yang tahun ini mudik ke kampung halaman? Entah mereka yang piara kucing, anjing, burung, ayam, ayam kampus hingga hewan piaraan nyeleneh kayak tarantula. Nah, itu bisa jadi ladang bisnis bagi lo yang mengerti tentang seluk beluk dunia binatang bertajuk : jasa titip rawat hewan peliharaan.

Buat lo yang paham dunia hewan bisa menjadikan rumah lo sebagai tempat sementara penampungan hewan. Makin luas tempat/ruang/pekarangan makin banyak hewan yang bisa dititipkan. Mulai dari kucing, anjing, ikan, burung, ayam hias, kelinci, marmut, dan lainnya.

Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah kebersihan kandang dan tercukupinya kebutuhan makan hewan tersebut.  Tentang kadangpun jangan khawatir karena pemilik hewan diharuskan membawa kandang/tempat pada lo. Biasanya mereka sudah punya kandang portabel untuk membawa hewan kesayangan jalan-jalan.

Makanannya bisa dibawakan oleh pemilik atau lo yang sediakan. Tentu bila makanan dari pihak lo, ada ekstra tambahan biaya.

Kalau satu hewan misalnya kucing atau anjing, dikenakan tarif Rp 50 ribu rupiah/hari, maka selama 6 hari aja (23-28 Juni 2017), lo bisa dapat 300 ribu/hewan/klien. Bayangin kalau lo punya 10 – 20 klien, uangnya lumayan buat menambah pundi-pundi tabungan atau bahkan have fun setelah lebaran. 

Jadi, saat orang lain bingung kehabisan uang setelah lebaran, lo masih bisa liburan ke Jerman selama sebulan. Tentu setelah ditambah uang deposito orang tua lo yaah…

 Penitipan Kendaraan

Pertumbuhan kelas menengah di Indonesia cukup signifikan. Ada banyak kelas menengah (dan atas) yang punya kendaraan lebih banyak dibanding jumlah anggota keluarganya  meski mereka mengeluh terkena pajak progresif. Tak sedikit juga yang punya kendaraan tapi tak punya garasi.

Faktanya, tak semua pemilik kendaraan menggunakan kendaraannya untuk libur lebaran. Tak sedikit pemudik yang memilih menggunakan moda transportasi umum, seperti pesawat, kereta, atau bus karena destinasinya adalah luar pulau atau bahkan luar negeri. Nah, di sinilah peluangnya : Jasa penitipan kendaraan bagi mereka yang liburan agar kendaraan kesayangan tetap aman.

Apa aja yang perlu lo lakukan? Simple, cukup intip garasi sekarang. Kalau lo melihat ada space garasi berlebih? Sewain aja! Kalau satu mobilnya per hari dikenakan biaya penitipan sebesar Rp 100 ribu rupiah, maka dalam masa cuti bersama, paling nggak lo dapat Rp 600 ribu rupiah per mobil. 

Bayangin kalau garasi lo segede Grand Indonesia, beeeeh dari hasil titip mobil aja, tiap lebaran lo bisa beli mobil baru hehehe.

Lalu, gimana kalau garasi lo kecil? Lo bisa buka jasa penitipan motor. Satu motor dipatok 50 ribu/hari juga udah lumayan, bukan?

Gimana kalau nggak punya space garasi? Tenang, lo masih bisa kerjasama dengan  temen/kerabat yang punya space garasi berlebih. Hasilnya lo bagi dua sama dia. Dia punya tempat + lo punya ide ini = klop! 

Tinggal lo tambah jasa cuci mobil/motor gratis saat  kendaraan akan diambil oleh klien, dijamin lebaran berikut, 2018, konsumen bakal menitip kembali kendaraannya di rumah lo.

Kenapa gue yakin bisnis penitipan kendaraan akan berjalan? Karena masa lebaran juga adalah masa yang rawan. Tak sedikit, mereka yang setelah mudik dan ketika pulang ke rumah pingsan mendapati kendaraannya sedang ‘dibawa jalan-jalan’ oleh pihak yang tak dikenal.

Pemilik kendaraan mungkin memiliki asuransi tapi tau sendiri dong ngurus asuransi kehilangan kendaraan seribet apa? Mereka yang cerdas dan tak ingin ribet pasti akan merogoh sedikit  koceknya daripada terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

 Penitipan Gawai.

Mungkin nggak sih semua gawai, atau dikenal juga dengan sebutan gadget, bakal lo bawa pas pulang kampung? Paling yang dibawa cuma hp, kamera, tablet, dan power bank. Nah, nggak lucu kan saat pulang ke rumah setelah liburan dan lo mendapati kenyataan bahwa Macbook Pro Retina Display dan Canon EOS 1D Mark III kesayangan lo lagi ‘dipinjem’ maling?

So, jasa penitipan gawai adalah ladang bisnis yang juga tak kalah menggiurkan, apalagi gawai nggak makan tempat bukan? Kamar/gudang lo juga cukup buat jadi ‘lahan parkir’ buat beragam gawai.

 Katering

Apa yang diperlukan ketika  pembantu mudik dan para kerabat datang berbondong-bondong, serta perut harus tetap kenyang? Jawabannya makanan! 

Nah, buat lo yang punya skill masak tingkat dewa, bisa mulai dari sekarang sounding ke tetangga. Kasih tahu mereka kalo lo buka usaha katering saat lebaran.

Tentunya, keterampilan membuat makanan khas lebaran atau makanan yang biasa muncul saat arisan kayak rendang, opor ayam, sup/soto ayam, ketupat, lontong sayur, lalapan, dan kawan-kawan, sudah pasti wajib lo kuasai.

 Laundry

Masa-masa libur lebaran adalah masa bagi sebagian orang harus pedekate lagi sama mesin cuci, setrika, sapu, dan kain pel. Yes, nggak sedikit yang merindukan asisten rumah tangga ketika lebaran, gue pun sangat merasakan kehilangan asisten rumah tangga salah satunya ketika momen libur panjang seperti ini. Di sini, lo bisa menyediakan jasa cuci baju bagi mereka yang ogah ribet tatap muka dengan Rinso dan kawan-kawan.

 Sewa Kendaraan.

Hal wajib yang dilakukan orang ketika lebaran adalah silahturahim, dan silahturahim ke selain tetangga, tentu butuh kendaraan. Nah, lo bisa sewain mobil atau motor lo bagi kerabat yang membutuhkan.

Biaya sewa kendaraan pun juga lumayan karena hampir semua pihak rental menaikkan biaya sewa hingga dua kali lipat atau bahkan lebih. 

Saran gue sih, nggak usah naik dua kali lipat, cukup 50% di atas biaya normal juga udah lumayan kok. Atau, kalau  pemasukan mau lebih oke, lo bisa jadi supirnya, karena biaya sewa kendaraan dan supir itu terpisah. Tapiiii, lo juga kudu harus hati-hati memastikan pihak yang menyewa kendaraan lo adalah pihak yang terpercaya. Ya, nggak lucu aja kalau lagi nyetir terus ditodong dan diturunin di tengah jalan hehehe

 Pulsa Elektrik

Bayangin jutaan orang libur serentak dan liburnya lamaaaa! Termasuk mereka yang biasanya jualan pulsa. Kebayangkan target pasar lo bakal lumayan karena pengguna provider jaringan telekomunikasi prabayar jumlahnya masih lebih besar ketimbang pascabayar.

Lo mungkin bertanya “tapi’kan kalau mau jualan pulsa itu ribet karena mesti daftar ke distributor pulsa macam M-Kios dan kawan-kawan?” No! Gue nggak nyuruh lo ribet. Cukup modal M-Banking, lo bisa mulai jualan pulsa. Lewat M-Banking lo bisa transfer isi pulsa ke orang banyak. Pembeli offline bisa langsung bayar cash dan pembeli jarak jauh bisa bayar via transfer ATM.

Mungkin lo bakal bertanya lagi, “tapi kan pembeli online bisa beli sendiri via M-Banking?” Bener banget, tapi pemilik rekening bank yang sudah mengaktifkan M-Bankingnya belum banyak. Pembeli yang punya ATM/ M-Banking dan nggak tau cara beli pulsa via ATM/ M-Banking juga banyak. Di sinilah pasar lo.

 Pacar sewaan.

Jangan kotor dulu pikirannya, ini bukan tentang jasa prostitusi. Bahkan, sebenarnya jasa ini sudah cukup lama ada. Jasa ini cocok buat mereka yang tiap lebaran pusing ditanya ‘kamu kapan nikah?’ dan nggak punya cukup nyali buat balik bertanya ‘kamu kapan mati?’ pada kerabat yang sengaja banget minta dibacain surat yasin.

Hanya yang perlu digaris bawahi jasa ini akan lebih cocok buat lo yang punya penampilan oke, perilaku matang, dan pola pikir yang luas. Why? Biar saat diajak ngomong sama keluarga klien, lo tetap bisa nyambung. Ya, kali aja tahun ini jadi pacar sewaan, akhir tahun udah duduk di pelaminan?

Yup, sekian beberapa ide dari gue. Semoga lebaran nanti bukan cuma badan yang jadi lebar-an karena makanan, tapi dompet pun bisa ikut melebar.

Kalau ada yang mau share silahkan. Buat yang masih ragu-ragu silahkan dipikir ulang, karena ide ini muncul murni dalam perjalanan pulang dari kedai kopi. 

Gue cuma sekadar berbagi ide, kalau kalian bisa melakukan konsep ATM – Amati, Tiru, dan Modifikasi sehingga bisa melahirkan ide lain, itu malah bagus. Tandanya ada jiwa wirausaha dalam diri kalian.

Namun, buat kalian yang butuh tambahan uang tapi masih gengsi-gengsian, nih gue bilangin : Gengsi nggak bisa dipakai buat bayar tagihan makan di Table8, Mulia, Senayan atau sekedar buat nyoba pengalaman omakase di Sushi Ichi, The Pullman, Jakarta bareng pasangan. Gengsi juga nggak bisa dipakai buat beli mobil biar anak istri lo nggak kehujanan di jalan.

Terima kasih. Danke Schon. Hatur nuhun.

2

Homecoming Kessos UI 2004


…I’m coming home.

I’m coming home.

Tell the world I’m coming home

Let the rain wash away

All the pain of yesterday…


29 Oktober 2016 

Rasanya kayak mimpi ketika reuni Kessos UI 2004 kemarin benar-benar terwujud. Sebuah event di mana kami semua bisa berkata : I’m coming home! dalam satu acara khusus yang dibuat oleh kita, dari kita, dan untuk kita.

Semua bermula ketika menghadiri pernikahan Tyas’04 pertengahan September kemarin, gue dan Abby berpikir untuk membuat acara kumpul bareng.

Niatnya saat itu hanya kumpul, jalan, atau makan bareng hingga terlintaslah sebuah ide, ini kenapa nggak sekalian dibuat gede ya?

Untuk mewujudkan hal tersebut, gue dan Abby meluangkan waktu setiap hari Rabu untuk meet up. Pergi ke kampus buat cari lokasi di mana kita semua bisa bikin acara reuni dengan aman dan nyaman.

Sempat terpikir buat bikin acara dengan tema piknik (outdoor) di sekitar perpus pusat atau danau samping balairung UI namun diurungkan.

Birokrasi yang ribet, ditambah musim hujan, dan banyak diantara teman-teman yang sudah berkeluarga dan memiliki anak kecil membuat kami harus mencoret ide awal tersebut. 

Kalau nanti ditengah acara hujan gimana ya? Kalau ada anak kecil kepleset/kecemplung danau bahaya nggak? Kalau di dekat acara kita juga ada komunitas lain yang bikin acara juga ganggu nggak?

Percayalah bahwa kami selaku panitia hanya menginginkan yang terbaik bagi peserta. Keamanan dan kenyamanan kalian adalah prioritas utama kami.

Dan, akhirnya disusunlah sebuah  tema “Homecoming Kessos UI 2004″, di kampus tercinta guna merayakan dua belas tahun persahabatan kita. Bukan sebuah acara yg kaku dan formal namun lebih pada acara fun dan kekeluargaan tanpa meninggalkan substansi acara.


Guys, dua belas tahun bukan waktu yg singkat. Ada banyak moment bersejarah di dalamnya. Ibarat selesai hujan yang menyisakan  genangan berisi kenangan.

Dari yang masih pakai name tag paling gede sekampus, diomelin senior karena tanda tangan buku angkatan nggak lengkap, sampai pingsan bareng di ruang UKS saat kita bikin sarasehan.

Dari sekedar hahahihi di takor sampai ke Puncak bareng cuma buat main kartu sama minum bandrek.

Dari kebingungan saat isi KRS buat semester depan hingga panik bareng karena SIAKNG-nya error.

Dari jaman sering cabut kelas sampai harus diabsenin karena dulu gue sering kena gejala tipus.

Dari yang cuma pinjam flash disk hingga kompakan kena virus brontok.

Dari jaman ngeri-ngeri sedap tiap mau masuk kelas Intervensi Mikro sampai stres bareng karena deadline CO/CD, Penelitian Evaluatif, Analisa Masalah Sosial, dan Kebijakan Perencanaan Sosial berbarengan.

Dari jaman mumet sama Statistik Sosial hingga ditemani ramai-ramai saat mau sidang skripsi.

Dari jaman iseng kebut-kebutan sampai nyaris gagal diwisuda karena hampir ‘ciuman’ sama truk kontainer di tol.

Dari jaman kita menyanyikan lagu Genderang UI, Gaudeamus, dan Keroncong Kemayoran hingga akhirnya kita juga dinyanyikan  lagu tersebut.

Selalu ada kalian, guys! Even setelah lulus, punya hidup dan kesibukan masing masing, kalian tetap ada.

Jadi, dengan ketulusan hati, gue mau bilang,

Terima kasih buat kalian semua karena selalu ada buat gue selama lebih dari satu dekade ini, buat semua hal-hal unik, ngaco, error, ngeselin, sedih, gokil dan ngakak bareng.

Terima kasih buat Abby, karena tanpamu acara akan semu. Sejak melihat lo jadi PJ Acara di Sarasehan, gue selalu percaya bahwa acara ini akan sukses. Dibuka dengan mengingat hal-hal yg berkesan, lanjut ke acara dan games dengan humor yg seru, dan diakhiri kontribusi kami selaku alumni, two thumbs up, Bro!

Terima kasih buat Isal dan Sisy yang mem-back up gue guna merealisasikan acara ini. Buat Wiwiet, yang ditengah kesibukannya mengurus plakat angkatan juga berbaik hati bantuin ngerjain PR kelas bahasa Jerman gue. Tanpa bantuan kalian, aku mah  cuma sisa makanan di kaleng Khong Guan bekas lebaran. Kalian tiada tara!

Terima kasih buat Putu, sang ketua angkatan yang bela-belain cuti, pulang dari Bangkok ke Jakarta. See, selalu ada alasan kenapa Tuhan mempercayakan jabatan ketua angkatan pada dirimu, dan semua terbukti’kan? Makasih ya Putu buat semuanya.

Terima kasih buat Tito dan Uma, telah men-support produk untuk hadiah games. Hadiahnya sumpah bikin ngiler!

Terima kasih buat Azizah, Rara, Selina, dan Herlie, buat bantuan kids corner dan meramaikan acara dengan junior-juniornya yang bikin gue iri.

Terima kasih buat Yana, vendor konsumsi kita kemarin. Harga bersahabat, menu banyak, rasa enak, dan bisa request di detik-detik terakhir untuk tambahan snack.

Terima kasih buat Galuh, yang menyempatkan hadir meski sedang UTS di kampus sebelah. Semoga S2-nya lancar, dapat nilai terbaik, dan diberikan kesembuhan buat ayah mertuanya. Al Fatihah sent.

Terima kasih buat Diego, Fahri, Putri Syarita, Edwin, Cesa, Weni, Puri, Pewe, Dini, Desta, dan Adit. Guys, tanpa kalian apalah acara kita. Juga buat, Harod, atas penerbangan pertamanya di Sabtu pagi demi menghadiri reuni ini. Ya ampun, kakek, aku terharu! Sehat-sehat ya, Kek! Buat Esna, yang akhirnya juga bisa datang.

Terima kasih buat Vica, Misri, Ayu, Tyas, dan Karina, atas bantuannya meski berhalangan hadir. Buat Sarah, Amy, Gaby, Dwi, Risma, Irhash, dan Ricky, semoga di acara berikut, kita bisa hadir full seangkatan.


Terima kasih buat Mas Bambang dan Mas Pri yang telah ikut mengisi acara kita. Juga, pihak jurusan, Mbak Fitri dan Mbak Iyen, yang telah membantu memfasilitasi tempat beserta kelengkapannya.

Thank you. Danke schon. Haturnuhun. Terima kasih.

I know my kingdom awaits

They’ve forgiven my mistakes

I’m coming home.

I’m coming home.

Tell the world that I’m coming home…

Coming Home – Skylar Grey

…karena bertambahnya usia bukan berarti kita paham segalanya. Mohon maaf bila ada salah sikap dan kata, entah selama acara atau ketika kita dulu masih kuliah bersama…

Andrea Juliand 

Ketua Panitia Reuni Kessos UI’04 2016.

0

Writer’s block


Writer’s block, kondisi (sementara) di mana ribuan detik dan belasan cangkir kopi terbuang sia-sia tanpa satu paragraf atau bahkan satu kalimat yg bisa diekspresikan ke dalam bentuk tulisan.

Ketik satu paragraf lalu hapus karena khilaf. Tulis sekalimat, tak nikmat, lalu lenyap. Begitu terus sampai Katy Perry bikin album religi.

Dan, biasanya pelarian gue adalah sebuah tempat bernama kedai kopi.

Kedai kopi, baik yg cuma jualan kopi atau juga jualan roti/donat adalah rumah kedua bagi gue. Kalo  lagi mentok bingung mau nulis apa atau lagi dikejar deadline, gue akan dengan senang hati melangkahkan kaki menuju kedai kopi.

Kemarin, gue mampir di salah satu gerai Starbucks di Jakarta Timur. Semuanya terasa begitu biasa. Gue datang, memesan iced green tea latte lalu mencari tempat duduk di salah satu sudutnya.

Dan seperti yg udah-udah, kalo  lagi bingung mau nulis apa, biasanya gue akan ‘mengendus’ percakapan orang-orang di sekeliling buat mancing ide yg akan ditulis.

Menit demi menit. Jam demi jam dan belum tau mau nulis apa hingga akhirnya muncul sepasang anak SMP dan duduk di sebelah gue.

Yg cowo, mukanya rada cemberut dan yg cewe duduk dengan ekspresi gue-salah-apa-ya.

Gue pribadi, sebenarnya nggak  peduli dgn mereka. Pemandangan sepasang muda-mudi yg berpacaran di kedai kopi adalah hal yg sangat biasa. Sedikit menggelitik ketika gue mendengar percakapan mereka…

She: Ayah, kamu marah ya sama Bunda? Kok dari tadi Ayah diem aja.

He : Nggak, ayah cuma lagi bete aja.

She : Maafin Bunda ya, kemarin itu Bunda nggak bisa angkat telepon Ayah karena Bunda lagi ngobrol sama Ibu. Ayah jangan marah ya

Gue cukup sering liat mereka yg pacaran dan punya panggilan sayang yg unik. Namun, lihat anak SMP pacaran dengan panggilan ayah bunda? Oh meeen, emangnya kalian udah pada punya anak? Kenapa nggak sekalian pakai Raqib-Atit aja?

Sesaat setelah mendengar percakapan mereka, green tea latte guepun keluar dari hidung. Bagaimana dengan tulisan? Lupakan!

ps : gue nggak iri sama mereka yee, sumpah! #eh

0

Apa kabar idemu?

Dulu, aku selalu takjub dengan orang-orang yg memiliki ide yg cemerlang, ide-ide jenius yg menguncang ditambah dengan rencana strategis yg mengagumkan. Tiap kali mendengar presentasi singkat tentang ide mereka, aku hanya ternganga, diam tak bersuara. Awesome, batinku! Thinking out of the box, they said. Orang-orang dengan ide brilian ini kusebut tipikal A.

Seiring waktu, aku juga bertemu dengan orang-orang yg biasa-biasa saja, dengan ide-ide tingkat batas
wajar normal, ide-ide yg general. Idenya biasa, seperti orang kebanyakan dan biasanya hanya ada satu ide yg ingin dieksekusi dalam pikirannya. Oh, lets say, mereka adalah tipikal B.

Sampe akhirnya dalam beberapa waktu, aku bertemu kembali dgn orang-orang tersebut.

Orang-orang tipikal A yg brilian itu msh tetap sama, msh dengan ide-ide yg mengagumkan dunia dan idenya msh tetap berupa ide.

Orang-orang tipikal B, si datar yg general juga masih tetap sama dgn pikirannya yg biasa aja. Bedanya mereka telah mengeksekusi idenya. Mereka tau bahwa idenya biasa dan kalo tidak dieksekusi tentu akan terlampaui oleh orang lain yg sama-sama punya ide yg serupa. Karena ide mereka sederhana, rencana dan strategi mereka juga sederhana, sesederhana kalimat : rencanakan, lakukan, dan perjuangkan.. dan karena ide mereka biasa saja, maka pemikiran untung rugi resikopun sekedarnya saja. Just do it, lakuin aja  dulu, begitu pikirnya.

Sebaliknya dengan tipikal A yg memiliki ide, rencana, dan strategi yg brilian tentu mengharapkan hasil yg brilian pula. Ada business plan, portofolio, hitungan teoritis matematis dan beragam rencana strategis yg membuat orang ternganga berdecak kagum dibuatnya. Ide yg rupawan, rencana strategis yg menawan dan tentunya juga dibayangi oleh hitung-hitungan resiko yg juga besar. Namun setelah tahu hitungan resikonya besar, nyali mereka perlahan memudar dan lambat laun hanya membiarkan idenya hanya berupa ide, mentah begitu saja.

Ladies and gentleman,
mereka yg hebat itu bukan orang yg memiliki ide atau impian yg cemerlang. Look around! Ada berapa banyak kepala manusia di muka bumi ini? Ada berapa milyar ide di kepala mereka? Semua orang punya ide dan gagasan rupawan. Tapi orang-orang yg hebat adalah orang-orang yg berani mewujudkan idenya, mengubah impiannya menjadi kenyataan, dengan segala resikonya.
Punya ribuan ide cemerlang itu memang mengagumkan tapi berani ambil resiko untuk mewujudkan ide, sabar meniti jalan tapak demi tapak, atasi kesulitan yg menghadang itulah mental sang pemenang.

Satu ide dan sukses itu sudah lebih dari cukup dari pada semilyar ide tanpa keberanian eksekusi.
Mau sampai kapan hanya bilang “akan”? Mau sampai kapan tidak melakukan? Mau sampai kapan punya impian hanya didiamkan dalam pikiran?

Sudah cukup seringlah kita melihat impian dan ide-ide besar yg hanya terpendam dalam pikiran atau teronggok mati dalam hati, lelah menunggu aktualisasi.

Hey, wake up!
Hidup ini lompatan, bukan diam stagnan pasrah terima keadaan. Tidak pernah ada yg tau, kapan dan di jalur apa kesuksesan, coba saja, lakukan.

Tuhan sudah berbaik hati memberi akal pikiran, tinggal keberanian untuk melakukan.

Simple things, kamu tidak akan bisa S2 jika tidak mulai mendaftar kuliah S2. Kamu tidak akan bisa berbisnis jika tidak segera mulai berbisnis. Kamu tidak akan bisa jadi penulis jika tidak mulai menulis. Dan impianmu tidak akan menjadi apa-apa jika kamu tidak mulai melakukan apa-apa, so simple right?

Come on!
Kalian tentu punya ide dan impian, ayo wujudkan!
Mau nunggu sampai kapan? Menunggu waktu lenggang? Menunggu modal cukup?
Kawan, tidak akan pernah ada waktu yg tepat. Waktu yg tepat adalah saat kita berani bergerak dan semua dimulai dari kecil, tidak ada bayi yg langsung berlari semua dimulai dari merangkak.
Apple dimulai dari garasi, microsoft mulai fokus ketika pendirinya berhenti kuliah, dan rumah makan sederhana padang dimulai dari gerobak di kawasan Bendungan Hilir.

Lalu, apa ide dan impianmu? Sudah ditahap apa mereka? Masih menjadi rencana dengan kalimat berujung : “akan dilakukan”?

Tiga kalimat, “Mau sih tapi malas..”, “Aku mau tapi takut..” atau “Kalo nanti gagal bagaimana?”
Itulah contoh beberapa kalimat yg cukup sering diucapkan.
Hey, knapa berpikir negatif?
Knapa berpikir untuk gagal?
Knapa tidak berpikir : Kalo nanti berhasil bagaimana?

Coba deh inget ketika pertama kali kalian belajar berjalan, pernahkah terpikir : Ah, kalo nanti jatuh bagaimana? ATAU coba deh inget ketika kalian pertama kali kuliah, pernahkah terpikir : Ah, nanti kalo tidak lulus bagaimana? Mungkin ada kekhawatiran seperti itu tapi bukankah kalian tetap mencoba?

So, what are you waiting for? Sudah berapa ide, gagasan, impian atau bahkan resolusi tahun baru yang begitu saja berlalu?
Take a risk, do it now..Karena untuk setiap ide atau impian yg tidak kamu lakukan, akan ada orang lain yg lebih berani mengambil resiko dan mewujudkan impianmu menjadi jalan sukses bagi diri mereka.

*29 june 2015, sembari menikmati mentari di pagi hari

0

seperti junkie..

…I dont like drugs

but drugs likes me..

kalimat klise

seklise hidup seorang penulis dengan milyaran ide namun mati bila tanpa ekstasi

Oh, can you feel that?

close your eyes

imagine,

feel free,

fly,

higher and higher

Kalau menulis harus dijabarkan dalam satu kata,

it must be : addicted!

Ketika timbul secercah ide dan menyadari jauh dari pena..

rasanya seperti junkie, rindu tertawa namun tak jumpa ganja.

Ketika jutaan pemikiran melayang menggebu lalu jadi abu..

rasanya seperti junkie, sakaw karena putau

Ketika jemari tak menari dan terasa ada ruang hampa

rasanya seperti junkie, bisu mengidam sabu

Ketika kata dan makna tak tersampai..

rasanya seperti junkie, dengan happy five yang telah usai.

Kebiasaan ini,

gerakkan jemari

pacu dengan ide

melintas liar seliar halilintar

tergesa membuka sang rubah api

curahkan hati dalam file berekstensi

adiksi

seperti junkie

ya, seperti junkie

“…Oh My God, I think, I’m fall in love with this damn fucking world…”

11.51 PM

Jakarta, 11 April 2015