0

Mana Yang Kau Pilih?


Mereka bilang, cinta itu milik siapa saja. Siapa saja yang mau membuka diri agar cinta dapat memasukinya. Bahkan, kucingpun bisa jatuh cinta.

Mereka bilang, cinta itu hanya untuk yang berani. Berani membiarkan hati jatuh dalam dekapan nyamannya kasih sayang. Namun, harus siap saat harus merelakan. Tetap kuat saat merasa patah hati paling patah. Tetap tegar mencicipi sakit hati paling sakit. 

Mereka bilang, cinta itu memilih. Memberi ruang demokratis bagi hati untuk mencari tempat relung-relung dingin nan kosong di dalam sana. Tempat dimana dia akhirnya berteduh dan berlabuh. Tempat di mana sang hati akhirnya berubah, dari ‘sendiri’ menjadi ‘telah dimiliki’.

Mereka bilang, cinta itu berjuang. Berjuang untuknya yang tanpa alasan apapun kau mau untuk berjuang. Berjuang untuknya yang entah kenapa kau bisa begitu sayang. Tak peduli apapun resikonya. Tak peduli apapun akhirnya.

Maka,

Mana yang kau pilih, mencintai atau dicintai?

Mana yang kau pilih, mencintai orang yang tak mencintaimu atau dicintai oleh orang yang tak kau cintai?

Mana yang kau pilih, berjuang untuk orang yang kau sayang? Atau, mulai membiasakan diri dengan orang yang muncul dihadapan?

Mana yang kau pilih, berani mengungkapkan atau menunggu hingga dirinya paham?

Dan, mana yang lebih kau utamakan. Bahagianya atau bahagiamu?

Lalu, 

sudahkah kau memilih?

Karena cinta bukan hanya sekedar lima huruf yang dibaca bersama. Tapi tentang aku, kamu, dan kita. Hari ini, esok hari, hingga tua nanti.

3

Abigail (5) – A goodbye!


Goodbye, Abigail!

Terima kasih buat semua teman-teman, kerabat, komunitas penulis, dan pihak lain yg sangat mengapresiasi terbitnya novel perdana saya, Abigail.

Sungguh terharu melihat karya perdana saya diikutsertakan dan bersanding dengan karya lain yg juga luar biasa dalam Festival Musik dan Literasi-Mocosik di Yogyakarta kemarin. Bisa bertengger dalam stand W.S Rendra adalah sebuah kehormatan besar bagi penulis pemula seperti saya.

Terlebih dari pihak Gramedia pun memberikan respon yg sangat positif dengan meminta pre order hingga 2.000 eksemplar. Itu belum dihitung dari pre order toko buku lain seperti Toga Mas dan Karisma.

Namun, dengan menyesal saya harus memberitahukan bahwa terhitung mulai besok (17/2) Abigail akan ditarik serentak dari lebih 100 toko buku se-Indonesia karena terdapat kesalahan cetak. Ada satu bab yg hilang di dalamnya pada saat proses layout dan pihak publisher sudah mengakui kesalahannya dan bertanggung jawab untuk menarik, merevisi, dan mencetak ulang.

Abigail akan dicetak ulang dengan cover, ISBN, dan judul yg baru dan isi yg sudah direvisi namun tak akan merubah makna cerita secara keseluruhan, mengikuti syarat dari pihak toko buku bahwa setiap buku yg baru terbit namun memiliki kesalahan cetak, harus direvisi dengan judul dan cover baru, untuk kemudian di display kembali di toko buku.

Buat teman-teman yg sudah membeli buku tersebut, harap disimpan baik-baik karena nanti bisa dijadikan bukti untuk komplain dan ditukar dengan cetakan terbaru di waktu yg akan datang.

Sekali lagi, mewakili pihak publisher, dengan segenap hati, saya mengucapkan terima kasih dan mohon maaf untuk ketidaknyamanannya.
Hormat saya

Andrea Juliand

1

Bang Cabe, produk asli tanpa kompromi


Guys, kalo sayur tanpa garam rasanya datar kayak roti tawar, maka makanan tanpa sambel itu mirip kayak nasi uduk minus bawang goreng. Berasa ada yg kurang.

Sebelas dua belaslah, kayak pasangan yg udah lama jadian tapi sampai sekarang nggak pernah lamaran. #eh

Nah, masalahnya bikin bawang goreng dan sambel itu kadang nggak semudah mengungkapkan rasa sayang. Apalagi kalo harus bikin keduanya, rempong’kan?

Lalu, gimana caranya biar bisa menikmati pedasnya cabai sekaligus renyahnya bawang?

Bang cabe jawabannya! Sebuah produk pangan yg diolah dengan bahan lokal pilihan.


Bawang terbaik dari kota Brebes cabai segar hasil panen petani, dan terasi dari udang rebon Cirebon yg diracik ciamik.

Pedasnya pas, kriuknya dapet, dan nggak pakai ribet. Dijamin bakal bikin urusan kuliner lo jadi semakin bahagia. Tabur sedikit, lezatnya selangit!

Bang Cabe juga dipastikan halal, sehat, dan alami karena tidak menggunakan penyedap dan pengawet, juga dikemas praktis dalam botol ukuran 100 gram.

Dibawa ke kantor jadi, ditaruh rumah nggak masalah, dibawa jalan-jalan, aman!

Gimana? Yakin nggak penasaran sama kriuk nan pedas plus racikan unik terasi ala Bang Cabe?

Udah nggak usah pake mikir! Segera pesan Bang Cabe dan nikmati pengalaman kuliner baru yg lebih berkarakter.

 081315238710

Grand ITC Permata Hijau
 Lt.2 Blok A15/1
Jakarta Selatan

Senin – Sabtu, jam 08.00 – 19.00


*ps : dengan membeli produk Bang Cabe, berarti anda turut dalam satu langkah kecil mewujudkan Indonesia yg berdikari. Indonesia yg berdiri di atas kaki sendiri dan mencintai produk bangsa sendiri.

0

Abigail, sebuah novel (1)



Kamu pernah jatuh cinta, berkali-kali dan pada orang yg sama? Kamu ribut, putus nyambung, berganti pasangan, namun tetap padanya kamu kembali.

Atau, 

Kamu pernah patah hati? Ketika berharap banyak lalu semuanya seakan lenyap?

Merasa bingung, gelap, dan putus asa. Lalu, kamu berdoa dan keajaibanpun terjadi.

Atau mungkin,

Kamu pernah bertanya pada Tuhan mengapa yg diinginkan tak diberi jawaban. Lalu, kamu sadar bahwa yg terlihat baik bagimu mungkin tak baik di mata Tuhan.

Mungkin buku ini bercerita tentangmu. 

Sebuah cerita cinta yg tak selalu  bahagia.

Sebuah cerita tentang cinta dengan kultur yg berbeda. Tentang dua orang yg bisa bertengkar seperti hyena dan singa berebut mangsa. Dingin dan sengit seperti mendung menggantung di kota Bandung. Namun, hangat mewangi bagai secangkir kopi di pagi hari. 

Inilah kisah tentang mereka yg mengalahkan diri lalu bersiap untuk jatuh cinta lagi dan lagi.


*Abigail, a novel by Andrea Juliand – roaring soon!

0

I love you to the moon and back!


Yup, belakangan ini sering banget lihat ungkapan cinta bertuliskan I love you to the moon and back. Apa yg ada dibenak lo kalau baca tulisan itu?

Sebuah ungkapan cinta dari lubuk hati yg lebih dalam dari palung laut terdalam? Atau, gambaran bahwa cinta kalian begitu besar dan tak ada apapun yg mampu memisahkan, kecuali pulsa dan kuota internet yg sekarat.

I love you to the moon and back. Kalau diartikan secara harfiah itu adalah besarnya cintaku padamu sejauh jarak bumi ke bulan, bolak balik. Auuuww so sweet!

Whatever you mean it, tapi pertama kali gue baca ungkapan I love you to the moon and back, gue langsung ambil kalkulator.

Nah, kenapa gue ambil kalkulator? Karena otak kiri gue langsung menganalisa. Jarak bumi ke bulan adalah 384.400 kilometer. Kalau dihitung bolak balik, maka nilainya menjadi 768.800 kilometer. Jauh? Pastinya!
Lantas apakah menggambarkan bahwa cinta dan kesetiaan kalian cukup besar? Tunggu dulu.

Mari kita lanjut hitungannya.
Kecepatan sebuah kendaraan di jalan bebas hambatan di Indonesia yg diperbolehkan secara resmi adalah 100km/jam.

Kalau jarak 768.800 km ditempuh dalam waktu 100 km/jam maka dibutuhkan waktu 7.688 jam untuk ke bulan lalu kembali ke bumi.
7.688 jam itu setara dengan 320,3 hari. Lebih tepatnya, sekitar 10 bulan, 20 hari, dan 8 jam!

Means, ungkapan I love you to the moon and back secara nggak langsung menyatakan bahwa cinta dan kesetiaan kalian nggak sampai setahun. Bahkan kalian belum merayakan satu tahun anniversary sudah bubar jalan.

Gimana?

Masih mau pakai ungkapan itu? Kecuali bila kalian hobi gonta ganti pasangan seperti gonta ganti sikat gigi, ya itu lain cerita sih hehehe