0

IAM 2018 #Antologi

Pernah putus asa? Sama.

Pernah kecewa? Sama.

Pernah diminta secara khusus untuk berbagi kisah guna memotivasi mereka yang patah hati lewat buku true story? Dan menyadarkan mereka bahwa hidup tidak berhenti sampai di sini? Well, I did, beberapa tahun lalu lewat buku “Pacaran Mulu Kapan Putusnya” terbitan mizan, saya berbagi cerita. Dan itulah yang akan kembali saya lakukan dalam proyek IAM 2018 bersama kalian.

Saya berniat untuk membuat buku antologi short story tentang move on, termasuk tentang tips praktis untuk segera bangkit kembali.

Yup, move on, sesuatu yang kelihatannya sederhana tapi bikin jumpalitan saat dicoba. Mudah dikatakan tapi kalau hati baperan hasilnya pengen bikin terjun ke jurang. Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak.

Kira-kira buku ini nantinya akan seperti chicken soup tapi isinya tentang move on. Termasuk tips bagaimana kita belajar ikhlas merelakan dan kembali berjalan.

Oiya, move on tak melulu tentang cinta. Bisa juga kalo kalian mau berbagi cerita tentang harapan yang tak kunjung tiba yang sempat membuat kalian nyaris putus asa dan harus rela belajar menerima.

Teknisnya?

Narasi maksimal 1.000 kata, tanpa singkatan, dan kalau bisa sesuai standar penulisan EYD. Tiap orang boleh mengirimkan artikel lebih dari satu.

Isinya? Ya cerita tentang apa yang membuat kalian kecewa dan bagaimana cara kalian merelakannya. Atau, kalian bisa cek tentang bagaimana cara penulisan lewat buku-buku/novel yang telah terbit di toko buku.

Jangan lupa kirim file terpisah tentang biodata dan foto penulis -hitam putih, maksimal 300 kata.

20 artikel terbaik akan dibukukan dan kalo semua lancar -semua artikel terkumpul tepat pada waktunya- ini bisa jadi hadiah di awal tahun mendatang untuk kalian yang artikelnya dimuat dibuku saya.

Buat kalian yang bingung bagaimana konsep penulisannya, bisa googling tulisan saya : Move On Andrea Juliand. Nanti kalian akan menemui beberapa tulisan saya tentang move on.

Bagi kalian yang ingin merintis jalan menjadi penulis, mungkin ini bisa jadi ruang buat mengekspresikan kegelisahan sekaligus menelurkan karya.

What else? Buku ini memungkinkan kalian untuk ‘terbang bersama’, bila kalian sukses mempromosikan buku ini. Simplenya, satu tulisan terangkat, maka semuanya berangkat.

How about money? Buku ini tidak akan diedarkan melalui toko buku. Para penulisnyalah yang akan bekerja sama mempromosikan buku ini.

Penulis yang memiliki massa banyak bisa mencetak ulang buku tersebut cukup dengan biaya produksi dan menjual kembali dengan harga jual. Ada selisih keuntungan yang jauh lebih besar dibanding hanya berharap pada royalti (FYI, royalti maksimal hanya 10% dari harga jual bila beredar lewat toko buku).

Hasil penjualan pun tak perlu menunggu akhir bulan sudah menyelinap masuk ke dalam dompet.

How?

Saya tunggu artikelnya paling lambat jam 23:59 – 3 September 2018. Artikel bisa kalian kirim ke andrea. juliand@yahoo.com (subjek IAM 2018)

Terima kasih. Hatur nuhun. Danke schön!

Indonesia, Ayo Move on!

Advertisements
0

I call her, Mya


(8/12)

Hari ini sebenarnya menyebalkan. Paket kiriman sample buku nggak dateng-dateng, kaki luka kepentok tempat perkakas, dan beberapa hal lain yg bila diakumulasi menjadi ‘menyebalkan kuadrat’.

Kadang gue suka heran, kenapa hal yg menyebalkan itu sering terulang.

Actually, yg paling menyebalkan itu paket kiriman yg tak kunjung tiba. Paket berisi sample novel perdana gue yg sekarang entah ada di ujung dunia sebelah mana.

Namun, semua berubah setelah adzan isya berkumandang. Sebuah  pesan singkat menyelinap masuk ke dalam hp. Sebuah pesan dari perempuan baik hati nun jauh di sana. Perempuan ayu berdarah Jawa yg selama ini jadi tempat gue ‘menye-menye’ dan mau berbaik hati mendengarkan keluh kesah sumpah serapah gue, dulu.

Namun, karena kesibukannya sebagai dokter muda, belakangan ini dia menghilang. Lebih dari setahun kami kehilangan komunikasi. Dia sibuk mengurus pasien (dan cadavernya) dan gue sibuk mengurus beberapa kerjaan plus novel yg sedari 2015 kok ya nggak pernah beres.

I call her, Mya. Kalo gue jabarin tentang dia, mungkin akan membuat jari gue menua sebelum waktunya. 2017 ini tepat satu dekade kami saling mengenal.

Kenapa gue menulis tentangnya? Seberapa pentingkah dia dalam hidup gue? 

Bagi gue, keberadaannya seperti seorang ibu yg selalu siap memeluk anaknya ketika sang anak merasa lelah  menghadapi masalah. 

Layaknya seorang ibu yg menyambut seorang anak kecil dengan pelukan hangat dan kata-kata yg menentramkan jiwa. Dan anak kecilnya siapa lagi kalo bukan gue.

In fact, apa-apa yg gue alami, biasanya akan gue curahkan ke dia. Apapun.

Dari jaman susahnya praktikum, skripsi, termasuk ketika gue patah hati, diselingkuhi, atau bahkan ketika gue menghadapi masalah-masalah lain yg seperti tak ada ending-nya.

Even, kalopun gue lagi nggak jelas, biasanya gue akan menumpahkan ketidakjelasan gue padanya.

And you know what, dia seperti seorang ibu yg dengan sabar mendengarkan.

Sebegitu pentingnya hingga dia terpilih sebagai salah satu dari segelintir orang yg benar-benar gue masukan sebagai tokoh di dalam novel gue.

Malam ini, lewat sebuah pesan akhirnya kami bisa kembali berkomunikasi. Dan kembali berkomunikasi dengannya itu rasanya seperti balon yg kelebihan angin. Ada banyak hal yg ingin dikatakan, ada banyak rasa yg ingin diungkapkan.

Setengah jam lebih kami berbicara dan setengah jam inilah yg ternyata sukses menghilangkan semua perasaan kesal dan capek gue hari ini.

Gue yg sebenarnya pengin tidur lebih cepat, ntah kenapa malah seperti baterai kelebihan energi. Ketak ketik sana sini menulis diari. Ngantuknya sirna berganti insomnia dan sekali lagi, gue nggak peduli. Bodo amat, yg penting bad moodnya lenyap!

So,

Buat seorang dokter muda yg lagi berada di Bandung sana, terima kasih telah menjadi mood booster malam ini.

Jangan raib lagi ya! 

0

Iklan cuma-cuma lewat blog saya


**Tulisan ini kembali saya update pada 19 Juli 2017

Guys, pada dasarnya semua produk atau jasa harus dipromosikan agar dikenal dan laku terjual. Namun, di sisi lain, tiap produk atau jasa punya karakteristik tertentu dalam beriklan. Ada produk atau jasa yg lebih menyenangkan untuk diceritakan lewat tulisan. Tak sedikit produk atau jasa yg kurang greget bila hanya dijual lewat forum jual beli online.

Namun, pada kenyataannya, iklan adalah tentang memperbesar kemungkinan. Makin banyak media yg kalian gunakan untuk promosi maka kemungkinan untuk laku terjual akan semakin meningkat.

Nah, salah satu resolusi saya di tahun 2017, adalah membantu sesama dalam berbagi dan menyebarkan kebaikan, termasuk membantu teman-teman untuk promosi jualan, kali ini lewat media sosial dan blog.

Alhamdulilah, statistik blog saya memperlihatkan trend yg sangat positif. Selama tahun 2016, tercatat ada 4.670 visitors atau meningkat lebih dari 500% dibanding tahun 2015. Di tahun yg sama juga terdapat 6.167 viewers atau meningkat hampir 400% dibanding tahun 2015.

Tahun 2017 ini saya sangat optimis pertumbuhannya akan meningkat 600%. Mungkin terlihat seperti ‘rayuan manis di pulau kelapa’ namun statistik pada 19 Juli 2017 ini, jumlah viewers-nya telah menembus lebih dari 21.000 ribu orang

Fakta lain, siang hari di tanggal yg sama tercatat lebih dari 17.839 visitors yg mengunjungi blog saya. Bayangkan bila 3% dari pengunjung blog saya adalah calon konsumen yg potensial.

Memang bukan jumlah yg besar tapi juga bukan jumlah yg kecil mengingat hanya 5% dari semua tulisan di blog ini yg di-share di media sosial. Namun, lagi-lagi statistik membuktikan tanpa bantuan media sosialpun, blog ini telah tumbuh hingga hampir enam kali lipat. 

Berbeda dengan facebook ads yg memunculkan iklan berdasarkan keinginan, kesukaan, atau kesamaan interest maka iklan lewat blog lebih berdasar pada kebutuhan dengan dibantu oleh kekuatan pengaruh mesin pencari (search engine) dalam hal ini google.

Untuk itu, saya akan membantu  promosi iklan teman-teman lewat beberapa tag (dan tulisan teknik copywriting yg juga sedang saya pelajari) agar produk, jasa, atau kegiatan teman-teman mudah dicari dan menarik perhatian banyak orang tanpa mengganggu kelompok sasaran. 

Iklan lewat blog tak akan muncul tiba-tiba, menutup layar, dan mengganggu kelompok sasaran yg sedang browsing internet.

Jadi, buat siapapun, entah individu, pelaku UKM, organisasi, institusi, atau bahkan pihak pemerintah yg tahun ini ingin mempromosikan produk, jasa, atau kegiatan baik profit maupun non profit secara GRATIS, kalian bisa promosi melalui blog saya.

Syaratnya mudah,

1. Produk baru (bukan barang bekas, replika, apalagi rekondisi),

2. Bukan barang yg sifatnya melawan hukum dan legalitasnya jelas (bukan barang black market)

3. Halal dan tak bertentangan dengan norma dan agama.

Syarat bila ingin promo jasa/kegiatan,

1. Jasa/kegiatan yg akan diiklankan harus dijelaskan terperinci dan dalam kondisi sebenarnya.

2. Bukan jasa/kegiatan yg bersifat melawan pemerintah/hukum yg berlaku atau mengancam keutuhan NKRI.

3. Sifatnya halal dan tak bertentangan dengan norma dan agama.

Silahkan beri maksimal 3 foto format jpeg dan 500 kata sebagai narasi/keterangan produk/jasa/kegiatan. Saya membebaskan teman-teman  berkreasi membuat kalimat yg menarik pembeli, yg nantinya akan saya buat dalam bentuk narasi copywriting. Lalu kirimkan dalam bentuk file microsoft word (.doc atau .docx).

Gunakan bahasa Indonesia yg baik. Bahasa alay, campuran huruf besar kecil atau campuran huruf angka tak akan diterima.

File iklan bisa diirimkan melalui email : andrea.juliand@yahoo.com dengan format : iklangratis_institusi/nama lengkap pengirim_no Hp yg bisa dihubungi.

Setiap permohonan iklan yg masuk akan segera saya publikasikan di blog dan media sosial (facebook) paling lambat 10 hari kerja setelah email diterima atau tergantung banyaknya iklan yg masuk di email saya.

Masa tayang iklan kalian di blog saya maksimal satu tahun setelah  dipublikasikan. 

Harap cantumkan kontak yg dapat dihubungi karena calon pembeli anda akan tetap menghubungi anda secara langsung. 

Harap konfirmasi bila produk, jasa, atau kegiatan telah laku terjual atau sudah terselenggara.

Pada dasarnya saya hanya membantu mempromosikan produk, jasa, dan kegiatan anda secara cuma-cuma. 

Apabila dikemudian hari produk, jasa, atau kegiatan anda bermasalah dan atau terindikasi melanggar hukum perundang-undangan yg berlaku, maka saya tidak bertanggungjawab atas apapun dan saya memiliki hak penuh untuk menghapus iklan dari blog saya, tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Itu aja, sekian dari saya.
Danke schön und viel erflog!

0

PACARAN MULU, KAPAN PUTUSNYA?


Pernah sakit hati? Sama.

Pernah patah hati? Sama.

Pernah diminta secara khusus untuk berbagi kisah untuk memotivasi mereka yang patah hati lewat buku non-fiksi islami? Well, I did.

Bermula ketika pertengahan tahun 2015, gue mengikuti acara launching buku berjudul ‘Wake Up Call’ di Gramedia Matraman.

Ketika acara berakhir, gue dihampiri satu penulis. Mukanya familiar tapi bukan berarti gue cukup kenal. Setelah memperkenalkan diri dengan nama pena ‘profesor cinta’, tau-tau dia memberondong dengan kalimat yang kalo gue nggak salah inget, kayak gini : “Bro, gue denger love life lo cukup rame? Gue minta tolong dong, minta tulisan berbagi pengalaman buat ditaruh di buku gue. Tulisan yg bisa memotivasi bagi mereka yang patah hati…”

Saat itu, gue terdiam sejenak, Ini orang siapa ya? Kenalan baru semenit, kok bisa tau love life gue? Satu kampus nggak, satu almamater juga nggak…  Maka permintaannya saat itu hanya gue ‘iyain’ tapi belum kepikiran buat bener-bener sharing karena selain nggak kenal, gue juga mikirlah memangnya gue siapa kok tau-tau kasih motivasi ke orang lain? Anaknya oom Mario Teguh bukan, bintang iklan bukan, penulis? Buku gue aja yg berjudul  Abigail masih dalam proses terbit!

Malamnya, ternyata orang itu menghubungi lagi. Singkat cerita, dia ternyata serius minta gue berbagi tulisan motivasi bagi mereka yang patah hati, bukan cuma sekedar move on tapi juga move up!

Kemarin (7/8) bukunya yang berjudul “Pacaran Mulu, Kapan Putusnya?” sudah mendarat manis di rumah. Gue baca halaman demi halaman dan ternyata isinya keren meeenn! Non-fiksi, psikologi, islami diblender jadi satu!

Kalo kalian mau tau fakta tentang pacaran, baca buku ini. Kalo kalian mau tau tentang gimana cara memutuskan pacar dengan efektif karena si dia tak kunjung ngelamar, baca buku ini. Kalo kalian mau tau tips mudah untuk move on kemudian move up lalu  bahagia, baca tulisan gue di buku ini. 

Buku ini menghadirkan fakta, data, dan sharing beberapa kisah nyata. Jadi bukan asal tulis tapi ada ilmunya. Buat kalian yg lagi pacaran, single, baru putus, atau bahkan diselingkuhi, buku ini  sangat recommended untuk dibaca!

Tulisan gue sendiri bertengger manis pada bagian gali bakat.  Hingga detik ini, gue masih takjub karena kisah love life gue bisa menginspirasi orang lain dan tentunya sekaligus jadi langkah awal untuk mengubah patah hati menjadi royalti.

Indonesia, ayo move up!

…Syukuri bahwa semua hal yang terjadi memang sudah menjadi ketentuan-Nya. Percaya deh, baik buruk yang Allah kasih buat kita pasti tetap yang terbaik…

– Andrea Juliand.

0

Bikin buku yuk!

Harimau mati meninggalkan belang. Gajah mati meninggalkan gading. Lalu, apa yang nanti akan kita tinggalkan? Apakah hanya tinggal tulang belulang lalu hilang? Apakah hanya meninggalkan kenangan yang kita pun tak tau sampai kapan kita dikenang?

Manusia dikenal bukan karena hartanya tapi karena ilmu dan karyanya. Apa karyamu? Sudah berdampakkah kebaikanmu bagi banyak orang? Dan, salah satu cara berkarya sekaligus berbagi ilmu adalah lewat buku.

So, what are you waiting for? Yuk, bikin buku dan bukukan hasil karyamu agar berdampak bagi kebaikan banyak orang.

Buku?

Buku? Mungkin itu yang ada di pikiranmu pertama kali mendengar ajakan berkarya lewat buku. Namun, pernahkah kamu berpikir, apa jadinya dunia tanpa buku?

Tariklah garis ke belakang. Tanpa buku, akankah kau mengenal Tuhanmu, karena semua hal tentang-Nya tertulis dalam buku bernama kitab suci? Tanpa buku, bagaimana para penemu dulu menyimpan segala informasi tentang penemuannya yang menguncang semesta dan akhirnya bisa turun-temurun hingga dirimu bisa mengetahui dan menikmati? Tanpa buku, akankah kau mengenal sejarah, budaya, bangsa dan negara tempatmu kini berpijak?

Kenapa harus menulis buku?

Adakah yang masih tahu atau ingat siapakah nama buyutnya kakekmu? Adakah yang tahu bagaimana silsilah nenek moyangmu hingga sampai ke dirimu? Dan yang terpenting, apakah kamu tahu apa saja hal terperinci dan hasil karya nenek moyangmu yang membuatmu bangga?

Coba bayangkan pertanyaan di atas nanti kau berikan pada cucu atau cicitmu kelak. Tanpa buku, mungkinkah ia mengingatmu? Tanpa buku, mungkinkah ia tau tentang asal usul silsilah keluarganya?

Mungkin kamu berpikir, lalu apa untungnya buku untuk masa kini?

Baiklah, mari kita beranjak sejenak lebih jauh…

Pernahkah kamu mendengar ungkapan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama?

Apakah kamu ingin ilmu dan pemikiranmu dibaca, diketahui, dan diaplikasi oleh banyak orang?

Apakah kamu ingin kesuksesan bisnismu dicontoh banyak orang sehingga memberi dampak positif bagi kemajuan bangsa?

Apakah kamu ingin berbagi tips agar karier berkembang pesat?

Dan, apakah kamu ingin personal branding-mu meningkat pesat?

Apapun profesimu, entah sebagai pengusaha, artis, politisi, karyawan, trainer, motivator, peneliti, guru, dosen, ataupun ustad, kamu bisa berbagi sekaligus berinvestasi jangka panjang lewat buku. Perkuat personal branding dan bargain position diri melalui buku  yang berguna untuk lompatan karir, bisnis, hingga masuk ke ranah politik. Ingat, semua ilmu dan informasi yang kamu tulis lewat buku, tak hanya berguna bagi dirimu tapi juga berdampak positif bagi orang lain.

Lihatlah bagaimana seorang motivator seperti Tung Desem Waringin sukses memotivasi jutaan orang lewat bukunya yang berjudul Financial Revolution?

Lihatlah bagaimana Merry Riana membakar semangat berbagi tentang pengalaman masa mudanya melalui buku Mimpi Sejuta Dolar?

Atau, lihatlah bagaimana Chairul Tanjung, si anak singkong, bercerita tentang pengalaman hidupnya from zero to hero lewat buku yang berjudul Si Anak Singkong?

Dan, lihatlah ketika sebuah buku karya Andrea Hirata sukses memajukan wisata dan ekonomi Bangka Belitung, lewat karyanya yang fenomenal, novel Laskar Pelangi?

Mengapa harus dalam bentuk ‘Buku’?

Sebagai cara untuk meningkatkan personal branding sekaligus berkarya dan berbagi ilmu, buku merupakan media yang efektif dengan biaya yang jauh lebih efisien. Bandingkan bila kamu beriklan satu halaman di koran nasional yang menghabiskan dana ratusan juta hingga milyaran rupiah namun hanya memiliki nilai efektifitas selama satu hari.

Buku? Pernahkah kamu melihat tanggal kadaluarsa dalam sebuah buku?

Secara fisik, buku juga lebih nyaman dipegang dibanding koran ditambah fakta bahwa  isi sebuah buku jauh lebih dalam dan terperinci karena tak dibatasi halaman. Kamu bisa menuliskan apapun di dalamnya, entah itu tentang diri, ilmu, atau bisnis atau perusahaanmu.

Selain itu, ketika sedang mengadakan acara-acara tertentu, seperti talk show, buku bisa dijadikan souvenir atau barang pemberian yang prestisius untuk kerabatmu.

Sekarang, apakah kamu tertarik untuk membuat buku namun ada pertanyaan yang mengganjal pikiran?

“Ingin buat buku tapi tak punya waktu?”

“Ingin berbagi ilmu dan pengalaman tapi bingung cara menuangkan ke dalam bentuk tulisan?”

“Ingin menulis buku tapi tak tahu tata cara menulis sesuai kaidah standar penulisan?”

“Punya segudang pengalaman dan motivasi tapi tak memahami bagaimana cara menerbitkan buku secara nasional?”

Tenang, karena di sini saya tak hanya menularkan semangat untuk berbagi namun juga memberi solusi.

Cukup hubungi saya dan tim kami, Inspirator Academy, maka kami akan mengerjakan semuanya hingga tuntas. From nothing to something.

Apa yang harus kamu lakukan dan berapa lama proses membuat buku?

Yang harus kamu lakukan hanyalah duduk manis, melakukan proses interview dengan kami dan dalam waktu kurang lebih 30 hari kerja, voila, naskahmu sudah jadi!

Tinggal terserah bila kamu ingin bukumu masuk dan tersebar di toko buku seperti Gramedia, Karisma, Toga Mas, dan toko buku lain di seluruh Indonesia.

…membacalah maka kau akan mengenal dunia,

menulislah maka kaulah inspirasi  dunia…

 

Pada akhirnya, saya selalu percaya bahwa tidak ada yang namanya kebetulan. Adalah kehendak Tuhan, anda bisa hadir dan membaca tulisan ini. Di sini, saya hanya bisa menjelaskan dan keputusan tetap pada diri anda. Namun, saya yakin anda pasti tahu apa yang harus segera anda lakukan.

Hubungi saya :

Andrea Juliand / Project Advisor-Inspirator Academy

08567812386

andrea.juliand@yahoo.com

Salam on fire!

 

 

2

Menulis fiksi itu…

Dulu gue selalu berpikir kalo bikin buku fiksi itu gampang. Logikanya sih simple, kalo bikin karya ilmiah macem skripsi/tesis aja bisa, masa bikin novel nggak bisa? Ya, nggak salah sih kalo orang awam mikirnya gitu, guepun awalnya juga begitu.

Tapi setelah gue coba sendiri, OMG! Demi trapesium yg luas penampangnya adalah jumlah sisi sejajar dikali tinggi dibagi dua, nulis fiksi itu tai meeen!

Lo tau rasanya jatuh cinta? Perasaan di mana tai kucing aja bisa berasa kayak makan cokelat hadiah anniversary jadian empat bulan sebelas hari dua jam sepuluh menit dan tiga belas detik, nah rasanya bikin buku fiksi itu kayak gitu..Bedanya, tai kucingnya nggak berasa cokelat anniversary tapi beneran tai kucing.

And finally, setelah dari bulan Maret 2015 gue mati-matian ikutan kelas menulis, hari ini, gue melambaikan tangan ke kamera. Gue nyerah. 

Terserah kali ini sungguh aku tak’kan peduli. Ku tak sanggup lagi, jalani cinta denganmu… – Terserah by Glenn Fredly.

Why?

Kalo lo masih inget dgn makhluk bernama EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) nah disinilah hidup jadi terasa amat sangat sulit. Belum dengan makhluk lain bernama alur cerita, logika, outline, premis, kismis, dan buncis. Duh, kalo inget mereka rasanya sesak di celana.

Ditambah penderitaan anget-anget tai ayam karena harus self editing, baik substansi maupun mekanik.

In my humble opinion, secara umum ada beberapa hal yg harus lo pahami sebelum mencoba menulis fiksi.

Substansi,

Di mana lo harus memikirkan cerita secara keseluruhan. Apa premisnya? Bagaimana karakter tokoh utamanya? Nilai apa yg ingin disampaikan pada pembaca? Apa konfliknya? Apa genrenya? Siapa target pembacanya? 

Setelah ini semua jelas baru deh lo buat mind mapping-nya. Kenapa harus buat mind mapping? Percaya deh, nanti seiring dgn lancarnya tulisan lo akan menemukan sejuta ide dan bumbu-bumbu yg menarik untuk dieksplor. 

Bila ide liar itu lo ikuti terus menerus bukan tidak mungkin nantinya tulisan lo jd nggak fokus dan endingnya nggak jelas.

Lo juga harus memikirkan sisi logikanya. Kalo tokoh utamanya udah kelindes kereta tapi masih bisa goyang dumang, logis nggak ya? Kalo endingnya semua tokoh dibuat mati kejatuhan patung pancoran, gimana ya?

Simpelnya walaupun fiksi, tetep ada ‘hukum alam’ di sana, mati ya mati. Lo juga harus mikir secara logis urutan waktu. Contoh : lo nggak bisa nulis jam sembilan pagi tokoh utama ada di Jakarta dan jam sebelas siang dia potong rambut di Hamburg, Jerman lalu sorenya udah ngopi-ngopi di kaki Gunung Slamet, Purwokerto, Jawa Tengah. Gimana caranya? Naik roket? Kecuali kalo tokoh utamanya sejenis dedemit, ya itu beda lagi..

Hal lain terkait substansi?

Value. Nilai apa yg ingin lo sampaikan ke pembaca? Kalo cerita lo cuma ttng dua orang, satu cowok satu cewek, nggak sengaja tabrakan di jalan kemudian endingnya menikah di hotel dengan konsep pesta kebun singkong, saran gue mending jangan. Kecuali lo tambahin bumbu unik di mana cowoknya nggak jadi menikah dgn kekasihnya tapi lebih memilih nikah dgn calon mertuanya. Nikah dgn ibu kandung kekasihnya? Bukan, dia milih bapaknya.

Konsistensi. Kalo di awal narasi pake aku-kamu ya jangan tiba-tiba pake ane-antum di bab lain. Kalo di awal dialog nyebut ibu pake bunda, jangan tiba-tiba di dialog lain manggil emak, kan malu ketahuan aslinya..

Target pembaca. Kalo tujuan awal lo bikin novel untuk remaja berusia 13-18 tahun dgn genre romance  ya jangan penuhi dialog dan narasi dgn membahas dasar-dasar fisika kuantum. 

Misal: Sayang, kamu tau nggak? Rasa sayang aku ke kamu itu  sama seperti kuantitas energi radiasi, yg merupakan hasil dari konstanta Planck (6,63 x 10-34 Js)  dikali frekuensi radiasi (Hertz).

Gue nggak tau sih kalo gombalan anak fisika kyk gini apa nggak, tapi sumpah nggak ada romantis-romantisnya apalagi kalo lo pake gombalan begini ke gebetan lo yg anak sastra jawa. Jawa kuno. Kuno banget.

Lanjut, 

Mekanik..

Jujur ini yg paling bikin pendarahan mata. Lo mesti baca dan perhatiin kata demi kata dalam naskah, satu per satu. Kalo satu lembar A4 ada 500-800 kata dan satu naskah antara 100-200 lembar maka…kelar udah hidup lo. Ya nggak sih, paling katarak sementara aja mata lo.

Seberapa ribet? Mari kita lihat sedikit contoh kecil kesalahan yg sering terjadi dalam penulisan.

Menurut lo, mana yg sesuai EYD :

merubah, mengubah, atau berubah? airmata atau air mata? kemana atau ke mana? di sana atau disana? sistem atau sistim? akta atau akte? antri atau antre? kuatir atau khawatir? mangkuk atau mangkok? masjid atau mesjid? miliar atau milliar? terlanjur atau telanjur? supir atau sopir? indra atau indera? peduli atau perduli? beasiswa atau bea siswa? segi tiga atau segitiga? sediakala atau sedia kala? bus atau bis? napas atau nafas? hirarki atau hierarki? karir atau karier? resiko atau risiko? rejeki atau rezeki? paham atau faham? zaman atau jaman? walikota atau wali kota? Ridwan Kamil atau Ahok? #eh..

Kalo kesalahan EYD aja harus diminimalisir, maka jangan pernah sekali-kali nulis novel dgn bahasa alay. Jangan pernah pakai campuran huruf kecil, huruf besar, dan angka. 

Kesalahan typo juga mesti dikurangi. Niat hati mau nulis ‘kepala’ tapi yg ketulis ‘kelapa’ kan jd gagal paham yg baca.

Contoh : …Lelaki itu tersenyum kemudian mengusap kelapa kekasihnya…  MAKSUD LO?

Intinya sih cek ulang, kata demi kata. Kalo lo males dan bodo amat dgn urusan mekanik, gue bisa memastikan bukan cuma editor lo aja yg mendadak katarak tapi pembaca buku lo juga bakal kram otak.

Oh iya,

Jangan gunakan singkatan. Tulis ‘yang’, jangan tulis ‘yg’ aja. Tulis ‘gue’, jangan tulis ‘gw’ atau ‘w’ aja. Dan tulis ‘sepertinya’, jangan tulis ‘sepertix’. 

Inget, ini novel bukan kayak lagi nulis di blog atau bales whatsapp temen. Ada standarisasi penulisan karena novel lo bakal dibaca banyak orang. Kalo keliatan bahasanya alay, yg malu dan dibully se-Indonesia ya sapa lagi kalo bukan penulisnya.

And you know what, setelah mata juling edit sana-sini lalu datanglah yg ditunggu-tunggu. Sebuah email revisi. Email yg waktu kedatangannya sama kyk nunggu angkot jurusan Ciroyom-Cicaheum jam dua pagi di Bandung itu memiliki dua makna, pertama, gembira karena berarti naskah sudah dibaca editor dan kedua, perasaan harap-harap cemas bagian mana yg harus diperbaiki, ditambah ini itu, atau semuanya dibuang aja dan bikin baru dari nol lagi?

Ketika editor memberi revisi dan lo akan melihat naskah lo dicorat-coret kayak anak alay abis pengumuman kelulusan ujian nasional. Rasanya itu kayak ditusuk pake bambu runcing terus disiram pake alkohol lalu diiris tipis-tipis dan direndam air garam. Dan pola penyiksaan lahir batin itu juga selalu berulang.

(edit naskah) – (kirim ke mentor/editor) -(nunggu sampe planet Uranus berevolusi) – (email balasan datang) – (buka email sambil harap-harap cemas) – (lihat banyak yg harus direvisi) – (pingsan di depan laptop) – (siuman, minum kopi, trus edit naskah lagi). Gitu terus sampe kiamat. 

Bunuh aku, mas editor…bunuuuh.. – Ganteng-Ganteng Sering Galau, episode 2.378

Kalo Chitato punya slogan bahwa hidup itu nggak datar maka kumpulan makhluk tadi sukses bikin lo berharap agar hidup lo datar aja. Udah deh nggak usah macem-macem, semacem aja ngerjainnya udah bikin nangis darah.

Satu kata, bikin novel itu PEDIH, Jenderal. Pedih tapi sekaligus nagih, nah bingung’kan lo?

Ibaratnya kayak lo sering bertengkar dgn pasangan tapi ketika kalian memutuskan break, maka keesokannya kalian akan merindukan masa-masa di mana kalian berdua sering beradu argumen walau dalam hati saling menyadari bahwa masalah yg diperdebatkan bukanlah sesuatu yg besar dan semuanya diselesaikan dgn saling berpelukan sambil mengucapkan kalimat: maafin aku ya, sayang..  APA? MAAF? HAHA YOU WISH!

Yup, nulis itu nagih, beneran sumpah nggak bo’ong kalo Raisa itu cantik.

Ketika apa yg ditulis berasal dari hati dan lo akan menikmati saat-saat tenggelam dalam sepi walau sekeliling begitu ramai.

Tergagap karena seketika ada jutaan ide mendesak minta dituangkan.

Terperangah ketika menyadari setengah jiwa dgn imajinasi liar seperti halilintar.

Rindu saat di mana lo menyalakan laptop pukul dua pagi. Hening, tenang, dan damai.

Duduk termenung menghirup segarnya udara pagi sambil tersenyum membayangkan kisah yg seakan benar-benar lo hadapi.

Dan ketika tulisan lo selesai akan ada masa di mana lo mengendapkan semuanya kemudian membaca ulang sambil tertawa, menangis, bahagia, dan haru menjadi satu. 

Lalu, mulai menyadari bahwa : kayaknya udah dari jaman monas masih kecil dan sampai sekarang kok naskah gue belum kelar-kelar, yee?

Yup, itulah fiksi, tampaknya sederhana namun tidak sesederhana tampaknya…

  

ps : buat yg nanya kapan buku gue terbit itu sama aja kyk lo nanya hal gaib.

Kenapa? karena jodoh, mati, dan buku terbit itu hanya Tuhan yg tau..

0

Buku Untuk Papua #PapuaItuKita

Last week, gue abis ikutan acara training Wake Up Call di Gramedia, Matraman, Jakarta. Salah satu pembicaranya adalah mas Dayu Rifanto, founder @Bukuntukpapua. Dari presentasi beliau di dapatlah fakta bahwa hampir 40% warga Papua masih buta huruf. It means, 4 dari 10 orang di Papua sana belum bisa membaca. Gue lupa data ini data tahun berapa tapi yang jelas data ini data resmi, dan mungkin data yang tak resmi angkanya bisa lebih besar lagi.

Abis baca slide presentasi itu gue berasa digampar bolak balik, gimana ngga? Ketika gue mengeluh internet lambat dan ternyata di sana boro-boro internet, untuk membaca aja masih berat. Ketika di Jakarta, bagi sebagian orang bahasa inggris masih sulit, dan di Papua, bahasa Indonesia masih begitu rumit.

How come? Selama ini pembangunan hanya terpusat di wilayah Barat, Pulau Jawa tepatnya. Padahal Indonesia bukan hanya Jakarta. Nusantara tidak hanya Sumatra dan Jawa, kita punya saudara di Papua sana, Papua itu kita, bagian dari Indonesia Raya.

Nah, buat kamu-kamu yang mau ikutan berbagi dengan saudara kita di Papua, sekarang lagi ada program pengumpulan Buku Untuk Papua (BUP), bisa di cek/mention di @bukuntukpapua @papuacerdas. Melalui program ini, kamu bisa berbagi buku, entah baru atau bekas, yang penting masih layak pakai.

Buku yang di rekomendasikan :

Muatan pendidikan atau konten yang mendidik (bukan buku pelajaran/komik) Majalah Anak – anak seperti Bobo/ Donal Bebek dll
Buku bacaan/ Cerita rakyat/ Dongeng anak – anak
Cerita bergambar anak – anak
Buku pengetahuan (Ensiklopedia dll)
Atlas, Peta
Kamus Bahasa
Kamus Bahasa Bergambar
Film dokumentasi/ Motivasi & Inspiratif
Media/ Mainan Edukatif/ Alat Tulis

Saat ini program pengumpulan Buku Untuk Papua sedang berlangsung di kota Yogyakarta (BUP Jogja). Acara ini berlangsung hingga 22 Juni 2015 namun bukan berarti lewat dari tanggal tersebut maka kegiatan ini akan berakhir. Teman-teman yang tertarik ikutan tetap dapat berpartisipasi karena buku teman-teman tetap akan ditunggu untuk di kirim pada jadwal program yang akan datang.

Oh iya, buku-buku yang telah terkumpul dapat langsung kamu kirim ke :

Marthinus Numberi

Pogung Kidul RT 02 / RW 48 No. 4

Sleman (Belakang Cyla Laundry)

Buat kamu yang mau membantu donasi dalam bentuk uang, bisa support dengan mendonasikan ke Rekening Donasi : 

141.001.361.0977 Bank Mandiri an Herlina Yulidia

Untuk korespondensi lebih lanjut bisa dilakukan dengan kontak ke :

Email : bukuntukpapua@gmail.com
Contact : +6281222967475

atau melalui link buku untuk papua ke sini

Terimakasih banyak atas kepedulian teman-teman semua.

“Its not about collecting the books, Its a sharing knowledge !”

#PapuaItuKita

#UntukIndonesia