0

Iklan cuma-cuma lewat blog saya


**Tulisan ini kembali saya update pada 19 Juli 2017

Guys, pada dasarnya semua produk atau jasa harus dipromosikan agar dikenal dan laku terjual. Namun, di sisi lain, tiap produk atau jasa punya karakteristik tertentu dalam beriklan. Ada produk atau jasa yg lebih menyenangkan untuk diceritakan lewat tulisan. Tak sedikit produk atau jasa yg kurang greget bila hanya dijual lewat forum jual beli online.

Namun, pada kenyataannya, iklan adalah tentang memperbesar kemungkinan. Makin banyak media yg kalian gunakan untuk promosi maka kemungkinan untuk laku terjual akan semakin meningkat.

Nah, salah satu resolusi saya di tahun 2017, adalah membantu sesama dalam berbagi dan menyebarkan kebaikan, termasuk membantu teman-teman untuk promosi jualan, kali ini lewat media sosial dan blog.

Alhamdulilah, statistik blog saya memperlihatkan trend yg sangat positif. Selama tahun 2016, tercatat ada 4.670 visitors atau meningkat lebih dari 500% dibanding tahun 2015. Di tahun yg sama juga terdapat 6.167 viewers atau meningkat hampir 400% dibanding tahun 2015.

Tahun 2017 ini saya sangat optimis pertumbuhannya akan meningkat 600%. Mungkin terlihat seperti ‘rayuan manis di pulau kelapa’ namun statistik pada 19 Juli 2017 ini, jumlah viewers-nya telah menembus lebih dari 21.000 ribu orang

Fakta lain, siang hari di tanggal yg sama tercatat lebih dari 17.839 visitors yg mengunjungi blog saya. Bayangkan bila 3% dari pengunjung blog saya adalah calon konsumen yg potensial.

Memang bukan jumlah yg besar tapi juga bukan jumlah yg kecil mengingat hanya 5% dari semua tulisan di blog ini yg di-share di media sosial. Namun, lagi-lagi statistik membuktikan tanpa bantuan media sosialpun, blog ini telah tumbuh hingga hampir enam kali lipat. 

Berbeda dengan facebook ads yg memunculkan iklan berdasarkan keinginan, kesukaan, atau kesamaan interest maka iklan lewat blog lebih berdasar pada kebutuhan dengan dibantu oleh kekuatan pengaruh mesin pencari (search engine) dalam hal ini google.

Untuk itu, saya akan membantu  promosi iklan teman-teman lewat beberapa tag (dan tulisan teknik copywriting yg juga sedang saya pelajari) agar produk, jasa, atau kegiatan teman-teman mudah dicari dan menarik perhatian banyak orang tanpa mengganggu kelompok sasaran. 

Iklan lewat blog tak akan muncul tiba-tiba, menutup layar, dan mengganggu kelompok sasaran yg sedang browsing internet.

Jadi, buat siapapun, entah individu, pelaku UKM, organisasi, institusi, atau bahkan pihak pemerintah yg tahun ini ingin mempromosikan produk, jasa, atau kegiatan baik profit maupun non profit secara GRATIS, kalian bisa promosi melalui blog saya.

Syaratnya mudah,

1. Produk baru (bukan barang bekas, replika, apalagi rekondisi),

2. Bukan barang yg sifatnya melawan hukum dan legalitasnya jelas (bukan barang black market)

3. Halal dan tak bertentangan dengan norma dan agama.

Syarat bila ingin promo jasa/kegiatan,

1. Jasa/kegiatan yg akan diiklankan harus dijelaskan terperinci dan dalam kondisi sebenarnya.

2. Bukan jasa/kegiatan yg bersifat melawan pemerintah/hukum yg berlaku atau mengancam keutuhan NKRI.

3. Sifatnya halal dan tak bertentangan dengan norma dan agama.

Silahkan beri maksimal 3 foto format jpeg dan 500 kata sebagai narasi/keterangan produk/jasa/kegiatan. Saya membebaskan teman-teman  berkreasi membuat kalimat yg menarik pembeli, yg nantinya akan saya buat dalam bentuk narasi copywriting. Lalu kirimkan dalam bentuk file microsoft word (.doc atau .docx).

Gunakan bahasa Indonesia yg baik. Bahasa alay, campuran huruf besar kecil atau campuran huruf angka tak akan diterima.

File iklan bisa diirimkan melalui email : andrea.juliand@yahoo.com dengan format : iklangratis_institusi/nama lengkap pengirim_no Hp yg bisa dihubungi.

Setiap permohonan iklan yg masuk akan segera saya publikasikan di blog dan media sosial (facebook) paling lambat 10 hari kerja setelah email diterima atau tergantung banyaknya iklan yg masuk di email saya.

Masa tayang iklan kalian di blog saya maksimal satu tahun setelah  dipublikasikan. 

Harap cantumkan kontak yg dapat dihubungi karena calon pembeli anda akan tetap menghubungi anda secara langsung. 

Harap konfirmasi bila produk, jasa, atau kegiatan telah laku terjual atau sudah terselenggara.

Pada dasarnya saya hanya membantu mempromosikan produk, jasa, dan kegiatan anda secara cuma-cuma. 

Apabila dikemudian hari produk, jasa, atau kegiatan anda bermasalah dan atau terindikasi melanggar hukum perundang-undangan yg berlaku, maka saya tidak bertanggungjawab atas apapun dan saya memiliki hak penuh untuk menghapus iklan dari blog saya, tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Itu aja, sekian dari saya.
Danke schön und viel erflog!

Advertisements
1

Standar ganda


Pernah lihat gambar ini? Gambar yg sempat viral beredar di jejaring media sosial beberapa waktu lalu. Sebagian besar melayangkan kalimat protes, tidak sedikit yg marah dan mencaci.

Banyak orang begitu marah ketika ada anak bangsa, yg berprestasi di tingkat internasional, dan media malah memberitakan dari sudut negatifnya, dari sisi kegagalannya. Oh, I feel you..and yes, itu nggak salah. Semua orang punya hak untuk marah. Nggak usah orang lain, saya aja pas baca ikutan baper!

Media salah, salah banget! Karena media ‘seharusnya’ mengambil sudut pandang positifnya yakni : Hellooo, tuh di luar negeri sana ada anak kecil dari Indonesia, yg berhasil masuk dalam nominasi grammy awards, yg tentunya berperan mengharumkan nama bangsa lho. Walaupun gagal seharusnya media tidak memberitakan sisi negatifnya, kasih apresiasi kek!
Lalu, banyak orang ramai-ramai membully media tersebut dengan alasan etika, kemanusiaan, nasionalisme, dan lalala sebagainya..

But, take a look..once again,

Apakah media salah? Yakin? Kalo kita mau sedikit objektif, fakta mengatakan bahwa Joey memang tidak berhasil membawa pulang piala.

Apakah media salah karena memberitakan dari sudut pandang negatif? Tidak. Why? Kita tentu pernah mendengar istilah bad news is a good news. Dan tentunya, faktanya memang tidak ada piala grammy yg dibawa pulang ke Indonesia. Apakah ini bad news? Bagi Joey dan Indonesia ini jelas adalah hal yg kurang menyenangkan. Apakah ini good news? Bagi media, bisa saja. Karena berita seperti ini akan meningkatkan rate pembaca, di sharing kemana-mana dan keuntungan ekonominya ya balik ke media itu sendiri.

Tapi, bukan itu yg ingin saya bahas..

Yes, ini lho yg kemarin sempat Jokowi kritik pada media pada Hari Pers Nasional awal Februari kemarin. Agar media memberitakan berita dari sudut pandang yg mampu menumbuhkan jiwa optimisme dan positivisme. Indonesia memang tidak sempurna tapi bukan berarti isinya jelek semua, bukan?

Namun, apa yg sebagian besar kita lakukan?

Sebagian besar kita malah ramai-ramai membully presiden, dengan alasan : kebebasan pers tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun.

Bukankah seharusnya simpel? Kalo kebebasan pers tidak boleh diganggu gugat ya jangan marah kalo media mengambil sudut pandang negatif untuk memberitakan seorang pianis muda atau siapapun anak bangsa yg gagal dapat piala.

Ketika media diberi masukan yg positif oleh presiden, kita bully. Giliran ada anak bangsa dikabarkan negatif oleh media, kita marah. Maunya apa coba?

Bukankah ini yg dinamakan standar ganda?  Coba ganti gambar Joey Alexander dengan foto presiden Jokowi atau Prabowo. Bukankah keduanya sama, sama-sama berprestasi walau beda bidang. Jokowi dan Prabowo diapresiasi oleh pihak asing tapi malah dibully di negeri sendiri, bukan cuma oleh media tapi oleh sebagian besar rakyat Indonesia yg tersekat dalam kubu yg berbeda. Pendukung wiwi menyalahkan pendukung wowo. Sebaliknya, pendukung wowo mencaci pendukung wiwi. Saling cela, saling posting aibnya si anu dan si itu. Bahkan yg bukan aib di kondisikan sebagai aib. Blusukan salah, naik kuda juga salah. Yg satu teriak kecebong, yg satu bales ngatain kampret. Gitu terus sampe kiamat.. 

Atau, 

coba juga ganti dengan foto Ahok, Ridwan Kamil, atau Bu Risma, sang walikota Surabaya.

Masih kurang? 

Ganti dengan foto pihak kepolisian dan TNI yg kemarin berjibaku saat peristiwa bom Sarinah. Dan hasilnya akan tetap sama. 

Mereka dipuji di luar negeri tapi malah dibully dan dianggap pencitraan, kamuflase, pengalihan isu oleh negeri sendiri. 

Polisi dateng cepat dibilang pencitraan. Giliran telat dibilang makan gaji buta. Sadis ya?

Mbak, mas…

Pemilu sudah lama usai. KIH dan KMP secara de facto sudah bubar. Jokowi orang Indonesia. Prabowo juga orang Indonesia. Kitapun warga negara yg sebagian besar lahir, tinggal, dan hidup di Indonesia. Ayo bersatu! Kita tidak sedang perang saudara karena memang kita ini sesungguhnya bersaudara, saling menyayangi dan menghargai yg diikat dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Yup, Bhinneka Tunggal Ika, tiga kata penuh makna yg bahkan di apresiasi oleh presiden Barrack Obama ketika 2010 dulu memberi pidato di Universitas Indonesia.

Oom, Tante…

Kita itu satu, satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air bernama Indonesia yg sudah diikrarkan dalam sumpah pemuda.

Musuh kita bukan bangsa sendiri. Musuh kita adalah mereka di luar sana yg terlihat seakan ramah pada bangsa Indonesia tapi tiba-tiba menikam dari belakang karena kita sibuk saling membenci.

Dan, dualisme ego tidak penting dan tidak ada gunanya ini harus dihentikan. Memangnya pada nggak capek apa bertahun-tahun ejek-ejekan wowo-wiwi melulu? Bener banget ungkapan bahwa Haters gonna be hate tapi mau sampai kapan jadi haters? Apakah dengan jadi haters lalu hidup membaik dan pahala kita bertambah?

Pak, Bu..Look around,

Pihak-pihak yg tidak suka melihat Indonesia tumbuh kuat menjadi bangsa yg hebat, akan senang dan menang, kalo kita sibuk saling bertengkar. Mereka akan menertawakan kebodohan kita yang tak perlu ribet dipanasi tapi sudah saling ribut sendiri.

Mereka akan bertepuk tangan sambil bilang, Indonesia itu nggak usah diserang sudah hancur oleh bangsanya sendiri kok.

Mau? Saya mah nggak…