0

IAM 2018 #Antologi

Pernah putus asa? Sama.

Pernah kecewa? Sama.

Pernah diminta secara khusus untuk berbagi kisah guna memotivasi mereka yang patah hati lewat buku true story? Dan menyadarkan mereka bahwa hidup tidak berhenti sampai di sini? Well, I did, beberapa tahun lalu lewat buku “Pacaran Mulu Kapan Putusnya” terbitan mizan, saya berbagi cerita. Dan itulah yang akan kembali saya lakukan dalam proyek IAM 2018 bersama kalian.

Saya berniat untuk membuat buku antologi short story tentang move on, termasuk tentang tips praktis untuk segera bangkit kembali.

Yup, move on, sesuatu yang kelihatannya sederhana tapi bikin jumpalitan saat dicoba. Mudah dikatakan tapi kalau hati baperan hasilnya pengen bikin terjun ke jurang. Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak.

Kira-kira buku ini nantinya akan seperti chicken soup tapi isinya tentang move on. Termasuk tips bagaimana kita belajar ikhlas merelakan dan kembali berjalan.

Oiya, move on tak melulu tentang cinta. Bisa juga kalo kalian mau berbagi cerita tentang harapan yang tak kunjung tiba yang sempat membuat kalian nyaris putus asa dan harus rela belajar menerima.

Teknisnya?

Narasi maksimal 1.000 kata, tanpa singkatan, dan kalau bisa sesuai standar penulisan EYD. Tiap orang boleh mengirimkan artikel lebih dari satu.

Isinya? Ya cerita tentang apa yang membuat kalian kecewa dan bagaimana cara kalian merelakannya. Atau, kalian bisa cek tentang bagaimana cara penulisan lewat buku-buku/novel yang telah terbit di toko buku.

Jangan lupa kirim file terpisah tentang biodata dan foto penulis -hitam putih, maksimal 300 kata.

20 artikel terbaik akan dibukukan dan kalo semua lancar -semua artikel terkumpul tepat pada waktunya- ini bisa jadi hadiah di awal tahun mendatang untuk kalian yang artikelnya dimuat dibuku saya.

Buat kalian yang bingung bagaimana konsep penulisannya, bisa googling tulisan saya : Move On Andrea Juliand. Nanti kalian akan menemui beberapa tulisan saya tentang move on.

Bagi kalian yang ingin merintis jalan menjadi penulis, mungkin ini bisa jadi ruang buat mengekspresikan kegelisahan sekaligus menelurkan karya.

What else? Buku ini memungkinkan kalian untuk ‘terbang bersama’, bila kalian sukses mempromosikan buku ini. Simplenya, satu tulisan terangkat, maka semuanya berangkat.

How about money? Buku ini tidak akan diedarkan melalui toko buku. Para penulisnyalah yang akan bekerja sama mempromosikan buku ini.

Penulis yang memiliki massa banyak bisa mencetak ulang buku tersebut cukup dengan biaya produksi dan menjual kembali dengan harga jual. Ada selisih keuntungan yang jauh lebih besar dibanding hanya berharap pada royalti (FYI, royalti maksimal hanya 10% dari harga jual bila beredar lewat toko buku).

Hasil penjualan pun tak perlu menunggu akhir bulan sudah menyelinap masuk ke dalam dompet.

How?

Saya tunggu artikelnya paling lambat jam 23:59 – 3 September 2018. Artikel bisa kalian kirim ke andrea. juliand@yahoo.com (subjek IAM 2018)

Terima kasih. Hatur nuhun. Danke schรถn!

Indonesia, Ayo Move on!

Advertisements
0

like.dis.like

pov

Semua itu tergantung dari mana dirimu melihat bukan?
Yang kamu anggep bener, belum tentu bener buat orang lain..
Yang kamu anggep buruk, belum tentu buruk bagi orang lain..
Yang kamu anggep penting, belum tentu penting untuk orang lain..

Aku sadar ketika sebuah karya di taruh di dalam ruang-ruang publik seperti media sosial maka otomatis dia adalah milik publik, menjadi konsumsi publik, tinggal masalah waktu saja apakah itu akan dilihat, dibaca, dan dinilai oleh orang lain, I knew it.

Ketika karyamu di published ya kamu mesti siap dengan konsekuensinya, akan ada yg suka dan pasti akan ada juga yg ngga suka. Mungkin akan ada yg suka dan hanya diam, mungkin akan ada yg suka dan kemudian share ke orang lain, mungkin ada yg membaca selintas kemudian hilang, mungkin ada yg membaca lalu mengernyitkan dahi, mungkin akan ada yg mengkritisinya atau mungkin malah ada yg mencaci maki. And you know what? Its a normal thing.

Buatku, mereka yg membaca dan mungkin menyukai tulisan-tulisanku di blog ya aku cuma seneng-seneng aja, alhamdulillah kalo ada yg suka. Tapi buat mereka yg jadinya malah menghinaku, ngeremehin atau mencelaku, ya aku ngga bisa bilang apa-apa, Oh, what can I say? Semua sah-sah aja kok. Waktu aku kuliah di UI, aku sudah terbiasa dengan hal-hal yg abu-abu, hal-hal yg debatable, dan hal-hal yg subjektif. 4,5 tahun aku habiskan buat belajar di dunia di mana hal yg benar bisa jadi salah, dan yg salah bisa jadi benar, tergantung bagaimana nilai, sudut pandang, budaya dan tergantung bagaimana mempertahankan argumennya, its called “dunia sosial politik”.

Suka atau ngga suka adalah suatu hal yg sangat subjektif, tergantung selera orang, sudut pandang, nilai dan budaya yg dia pahami, dan yg terpenting apakah mereka suka atau ngga, ya itu adalah hak mereka, seutuhnya. Tidak ada yg bisa memaksa seseorang untuk menyukai atau membenci sesuatu, bukan?

Buat mereka yg ngga suka lalu mencela, jujur, aku ngga pernah meladeni, haters always gonna hate, right? Bahkan buat mereka yg sukapun, aku juga ngga pernah meladeni, aku cuma melihat dari statistik aja seberapa banyak visitor dan views-nya, thats it, sebatas itu aja, abis itu aku tidur dan besok udah lupa semua hehehe ๐Ÿ˜€

I mean, dibuat simple aja sih, dibawa santai aja, hidup itu pilihan, untuk setiap hal yg kamu pilih, yg kamu lakukan atau yg jadi idealismemu, maka disanalah akan selalu ada orang yg suka dan yg ngga suka dengan pilihanmu, dan ketika ada orang yg ngga suka, ngehina, atau ngeremehin aku, aku memilih untuk tidak terganggu. Ketika mereka bilang tulisanku jelek, ngga guna, atau sampah, aku cuma bilang ‘thanks yaah’. As simple as that. Sesederhana itu. Lalu semuanya akan berulang kembali, aku tidur dan besok pagi aku sudah lupa semuanya ๐Ÿ˜€

But, overall, buat mereka yg suka atau ngga suka atau sekedar diam-diam membaca tulisanku di blog, ntah di Indonesia atau di luar sana, I would like to say, thanks yaah udah main-main ke blogku, jangan bosen-bosen mampir dimari, sukses selalu buat kalian and see you on top! hehehe ๐Ÿ™‚