0

Ada ego dalam bego


…When nails grow long, we cut nails not fingers. Similarly when misunderstanding grow up, cut your ego, not your relationship…

Rasanya pengin buru-buru asah bambu runcing buat hunting makhluk bernama ego. Namun, celingak-celinguk lelah mencari kesana kemari, ternyata ego ada di dalam diri sendiri.

Dan itulah alasan kenapa ada ego dalam kata b(ego). Silahkan beri egomu makan, maka kau akan kelaparan akan kasih sayang, persahabatan, dan kebahagiaan.

Pelajaran hari ini: 

ketika kau menuruti egomu, ketika kau mengecewakan orang lain, maka sebenarnya kau mengecewakan diri sendiri.

Jangan pernah puaskan egomu karena ia hanya akan memakan dirimu dan menghancurkan sekelilingmu.

Tenangkan diri, sabarkan hati, dan buka pikiran. Tak ada salahnya berpikir beberapa kali sebelum kau menuruti egomu. Sebelum terlambat. Sebelum semuanya hilang dari hidupmu.
…cut your ego.

0

Rindu itu … 

Rindu,

Rindu itu semu, bila kamu rindu dia yang tak pernah merindumu. Satu purnama dirimu menahan rindu namun tak semalampun rindu hadir pada dirinya.

Rindu itu melelahkan, bila karenanya kamu melayang ke awan namun dia hanya menatap tak acuh dari daratan.

Rindu itu labirin. Seakan tenggelam dan hilang. Mencari-cari jalan keluar yang pintunya hanya ada ketika dia ada.

Rindu itu ledakan. Begitu dahsyat hingga mendorongmu melakukan apapun namun apapun yang kamu lakukan tak juga menghilangkan rindumu padanya.

Rindu itu lucu. Entah mengapa setiap momen yang ada, tanpa perlu usaha, namun selalu menarikmu kembali mengingat dia yang nun jauh di sana.

Rindu itu pertanyaan. Dan, pertanyaannya tak pernah jauh dari : bagaimana mungkin hatimu tak merindukannya?

Rindu itu kamu. Kamu yang berharap agar dia berlabuh dihatimu, tanpa syarat. Lalu, hati kalian berlayar mengarungi ganasnya lautan.

Rindu itu dia. Dia yang bermetamorfosa menjadi udara dan kamu tak bisa hidup tanpanya.

Rindu itu kalian. Hanya bisa  menatap dan masing-masing mencari jejak. Lewat akun-akun sosial media, dering gawai di tepi meja, dan doa-doa pada Sang Pencipta, hanya untuk berharap seandainya dapat berjumpa. 

Rindu itu masa lalu. Masa yang segera sirna oleh sepasang langkah yang kian mendekat, tatapan nyaman, dan peluk hangat sambil berbisik, hey, aku rindu tau… kamu apa kabar, sayang? 

Lalu, rindu itu kekal. Ketika kamu berjabat tangan dengan walinya, memindahkan baktinya untukmu, dan menjadikannya bagian hidupmu. Seutuhnya. Selamanya.
#sajakrindu

Oleh : @andreajuliand

0

Terpaksa Update Ke iOS 10 (10.3.1)


Sumpah tulisan ini nggak di-endorse oleh pihak Apple atau manapun. Guepun menulis tentang ini gegara kepepet update.

Jadi gini, beberapa hari lalu akun gmail, yahoo, dan apple ID gue terindikasi dibajak orang. Yes, 3 akun sekaligus dibajak!

Bahkan apple ID gue dipakai oleh orang Nigeria buat beli 1 album lagu via itunes seharga $78.99. Walhasil, apple support pun segera menonaktifkan apple ID gue karena pihak apple tau, jangankan buat beli lagu, buat sekedar icip-icip sushi ichi di The Pullman, Jakarta seminggu sekali aja gue mumet.

Yahoo pun memberi notifikasi beberapa waktu lalu bahwa ada yang coba buka akun gue dari Algeria.

How bout Gmail? Gmail pun tak kalah seram. A couple days ago, gue dapet email yg isinya mengindikasikan bahwa ada orang mereset akun gue di detik.com.

Anjaaay, penting amat dia reset akun detik gue secara itu cuma portal berita online. Tapi emang sih belakangan gue rada bawel kirim komentar di detik.com, termasuk komentarin adminnya kalo ada salah ketik huahahahaha.

Plus, yg lagi hangat-hangatnya itu isu tentang ransomware dengan wannacry-nya bikin gue harus ekstra hati-hati.

Gue sempet curiga jangan-jangan pembuat wannacry itu tipikal jomblo ngenes yg kelamaan nggak dipukpuk. Situ wannacry? Sini gue pukpuk, tapi pakai kaleng kerupuk. Wadezig!

So, dua hari belakangan gue ribet ngurus laptop dengan setting SMBv1-nya sekaligus reset password gmail, yahoo, dan appleID gue.

Ya, walaupun pihak kominfo memberi tahu bahwa cara termudah untuk mencegah gangguan wannacry itu dengan memutuskan hubungan dengan internet tapi hal itu tidak gue lakukan. Why? Karena gue udah tau rasanya diputusin pas lagi sayang-sayangnya. Pantat kudalah kenapa juga gue curhat dimari.

Tapi yg bikin gue mesem-mesem itu adalah ketika gue update ios ke seri 10, terutama 10.3.1. Yeah, berbulan-bulan belakangan ini gue masih sangat nyaman bertengger di ios 9.3.5.

Buat gue, 9.3.5 itu adalah senyaman-nyamannya ios. Buka apapun lancar jaya dan baterainya amat sangat hemat. 9.3.5 juga udah ada aplikasi night shift-nya yg bikin mata adem kalo malem. Gue pun ogah buat naik versi. Bukan apa-apa, waktu ada update ios di edisi 9, gue pernah naik ke versi 9.2 dan itu bikin iphone gue boros kuadrat. 20% raib dalam waktu kurang dari sejam! Itu baterai bukan bocor lagi tapi tumpah, meeen…

So, ketika gue memutuskan untuk update naik versi rasanya seperti ketika gue mencoba membuka hati kembali. Deg-degan. Takut pasangan yg ada nggak senyaman dia yg telah tiada. Halah, shit apapula gue nulis begini.

Singkatnya, gue naik ke ios 10.3.1 dan ternyata… Jeeeeng… Jeeeeeeeeng! itu ios kereeeeeeeen, meeeen! Demi apapun lo mesti nyoba.

Berikut gue jabarin beberapa alasan kenapa lo yang masih berada di ios 9 harus segera update ke ios 10 terutama 10.3.1 ke atas. (Update ios 10.3.2 udah keluar tapi gue belum install hehe)

Pertama, lebih aman. Ya, semua orang juga tau kalo iOS adalah salah satu sistem operasi paling aman di dunia. Ketika seluruh pengguna windows panik sama wannacry, pengguna mac cukup tralala trilili senangnya rasa hati. Perlindungan dual layernya yg dikenal dengan nama two factor authentication-nya itu dahsyat, cuy!

Rada mangab dan garuk-garuk kepala gitu pas diawal diminta password 6 digit dan password apple ID padahal lagi nggak beli/download aplikasi.

Kedua, display. Cuy, tampilan ios seri 10 itu keren. Lock screen-nya itu komplit. Udah gitu, menu slider-nya jauh lebih lengkap dibanding ios seri 9.

Ketiga, bebas edit-atur-buang aplikasi apapun yg lo mau! Baru kali ini dalam sejarah ios, aplikasi standar bawaan bisa dihapus.

So, say goodbye to podcast, stocks, dan lain-lain yg nggak pernah kepake. FYI, kalo suatu hari kita butuh aplikasi bawaan padahal udah kita hapus, aplikasi tadi bisa kita download kembali dengan mudah di appstore. Cihuy gak?

Keempat, ruang hard disk lo bertambah secara signifikan. Saat di ios 9.3.5, hard disk gue tersisa 3,2gb. Dan sekarang, ruang yg tersisa meningkat menjadi 5,1gb. Hampir 2 kalinya, meeeeen! Jujur, menurut gue, ini yg paling penting buat iphone user 16gb, ya karena iphone didesain tanpa ada slot memory eksternal.

Kelima, opening app. Aplikasinya lancar jayaaaa. Buka apa-apa, smooth-nya mirip kayak orang belum nembak tapi pasangan udah nerima aja.

Keenam, baterai. Hasilnya? Ternyata sama iritnya dibanding 9.3.5. So, keraguan gue tentang baterai boros sirna begitu saja. Hanya saja waktu yang diperlukan untuk charging sedikit lebih lama.

Ketujuh, asisten kita, Siri, jadi jauuuuuhh lebih pintar dan lebih ngerti dengan logat bicara orang Indonesia. Analisis gue karena sekarang Siri mendukung bahasa Malaysia. Jadi, pemahaman logatnya mirip-mirip dengan kita.

Ke delapan, aplikasi Home. Ini sangat berguna buat lo yg punya gadget terbaru yg semua terhubung via wifi/bluetooth.

Jadi, kalo rumahlo termasuk rumah high end lo bisa atur apapun lewat iphone lo. Mulai dari suhu, kipas, listrik, lampu, kunci, alarm dan lainnya.

Maybe kalo pasangan lo ada bluetoothnya, lo bisa atur biar dia nggak bawel mulu cukup lewat hplo.

Apalagi ya? Nanti deh gue utak atik lagi. Tapi yg jelas ini update paling keren yg pernah Apple rilis.

Sekian dulu, terima kasih sudah mampir ke blog gue.

Thank you. Danke schön. Hatur nuhun.

0

Mana Yang Kau Pilih?


Mereka bilang, cinta itu milik siapa saja. Siapa saja yang mau membuka diri agar cinta dapat memasukinya. Bahkan, kucingpun bisa jatuh cinta.

Mereka bilang, cinta itu hanya untuk yang berani. Berani membiarkan hati jatuh dalam dekapan nyamannya kasih sayang. Namun, harus siap saat harus merelakan. Tetap kuat saat merasa patah hati paling patah. Tetap tegar mencicipi sakit hati paling sakit. 

Mereka bilang, cinta itu memilih. Memberi ruang demokratis bagi hati untuk mencari tempat relung-relung dingin nan kosong di dalam sana. Tempat dimana dia akhirnya berteduh dan berlabuh. Tempat di mana sang hati akhirnya berubah, dari ‘sendiri’ menjadi ‘telah dimiliki’.

Mereka bilang, cinta itu berjuang. Berjuang untuknya yang tanpa alasan apapun kau mau untuk berjuang. Berjuang untuknya yang entah kenapa kau bisa begitu sayang. Tak peduli apapun resikonya. Tak peduli apapun akhirnya.

Maka,

Mana yang kau pilih, mencintai atau dicintai?

Mana yang kau pilih, mencintai orang yang tak mencintaimu atau dicintai oleh orang yang tak kau cintai?

Mana yang kau pilih, berjuang untuk orang yang kau sayang? Atau, mulai membiasakan diri dengan orang yang muncul dihadapan?

Mana yang kau pilih, berani mengungkapkan atau menunggu hingga dirinya paham?

Dan, mana yang lebih kau utamakan. Bahagianya atau bahagiamu?

Lalu, 

sudahkah kau memilih?

Karena cinta bukan hanya sekedar lima huruf yang dibaca bersama. Tapi tentang aku, kamu, dan kita. Hari ini, esok hari, hingga tua nanti.

0

Hausaufgabe

Rasanya kayak gimana gitu ketika hampir tiap hari diingetin buat ngerjain PR dan ternyata PR gue nggak beres juga.

Parahnya, PR yg satu belum selesai eh, deadline PR berikut kelewat juga.

Gusti Allah memang mboten sare tapi guenya aja kebanyakan sare.

Tapi sekarang gue paham, kenapa ‘Hausaufgabe’ itu artikelnya pakai ‘die’, ya karena lama-lama memang bikin ‘die’ beneran.

Duh, jadi nggak enak sama pengajar kelas Jerman-nya, tapi memang belakangan ini gue lagi ribet banget. Ngurus bisnis orang tua, start up bisnis sendiri, novel gue, Mikayla,  yang sebentar lagi terbit, dan termasuk ngurus hati tentunya *plak!*

Semoga ke depan, bisa lebih terkontrol lagi semuanya termasuk urusan kelas Jerman ini.

Amin.

*curcol gegara dua kali deadline PR Jerman kelewat.

**nguik!!! 🐽

0

Cara Mudah Bikin Bukumu Masuk Toko Buku (2)


Apa bukti otentik seseorang bisa disebut penulis?
Yup, penulis harus punya buku dan buku yang baik adalah buku yang masuk toko buku sehingga semua orang bisa menikmatinya. 

Kenapa harus masuk toko buku? 

Sederhana, semua buku yang masuk toko buku paling tidak telah memenuhi standar kaidah penulisan. Kamu tak akan menemukan tulisan alay atau sekedar kesalahan penggunaan tanda titik atau koma pada buku yang masuk toko buku.

Jadi kalau kamu penulis tapi bukunya nggak masuk toko buku? Itu mirip kayak kamu bisa mengemudi mobil tapi tak punya SIM, rasanya kurang terlegitimasi.

Namun tak perlu berkecil hati karena kami di sini hadir memberi solusi.

Kami membuka layanan khusus bagi teman-teman yang ingin menerbitkan, mencetak buku, dan masuk ke toko buku sekelas : Gramedia, Karisma, Toga Mas, dan toko buku lain, dengan konsep self publishing – terintegrasi.

Self Publishing Terintergrasi, apa itu?

Self publishing terintegrasi adalah layanan terbit, cetak, dan distribusi buku nasional untuk membuat buku teman-teman terbit sekeren mungkin.

Apa bedanya dengan self publishing lain?

Kami memiliki layanan terlengkap dengan harga kompetitif dan layanan distribusi nasional tanpa perlu mencetak dalam jumlah banyak.

Sekedar informasi, layanan distribusi nasional pada self publishing lain mengharuskan untuk cetak antara 1.000 hingga 3.000 eksemplar.

Dengan kami, teman-teman hanya perlu mencetak sebanyak 200 hingga 1.000 eksemplar.

Apa untungnya buku teman-teman masuk toko buku? 

Banyak!

Pertama, buku teman-teman akan menjangkau dan menginspirasi para pembaca di nusantara, nama teman-teman akan terkenal harum mewangi. Buku teman-teman juga akan memiliki ISBN dan terdaftar secara resmi dalam katalog buku nasional.

Kedua, buku kalian juga memiliki kemungkinan untuk mencetak best seller. Dan, tebak apa yang kemungkinan terjadi berikutnya bila buku kalian masuk best seller nasional? Yup, akan ada kemungkinan buku untuk difilmkan dan masuk layar lebar (bioskop)!

Tawaran untuk seminar, bedah buku, hingga talk show dan iklan akan datang menghampiri.

So, langsung aja begini perhitungan sederhana harga tiap buku berdasarkan banyaknya jumlah eksemplar dan halaman.

CETAK >>      200 eks 300 eks 500 eks 1.000 eks
HAL (A5)
0 – 150 hal     16.000 15.500 12.500 10.500
151 – 200         18.900 18.750 16.500 11.700
201 – 250         22.700 22.600 18.000 13.800
251 – 300          26.000 25.900 21.000 15.600
301 – 350           29.500 29.200 23.500 17.700
351 – 500            39.900 39.650 31.000 23.400

KETERANGAN :

Cetak 200 menggunakan sistem POD (Print On Demand).

Cetak 300 ke atas menngunakan sistem cetak offset. Kualitas cetak offset lebih baik dibanding POD.

Harga di atas termasuk biaya distribusi buku ke toko buku.

Harga di atas sudah termasuk jilid dan wrapping plastik.

Harga jual ditentukan oleh pihak penulis.

Harga di atas tidak termasuk ongkos kirim pada pihak penulis bila penulis ingin dikirimkan contoh cetakan.

Proses cetak kurang lebih 7 – 14 hari kerja tergantung banyaknya jumlah cetakan.

Proses distribusi kurang lebih 30 hari kerja setelah proses cetak.

Harga di atas tak terikat dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

SPESIFIKASI BUKU
Kertas : Bookpaper 57,5 gr.
Isi buku Hitam/Putih
Cover : Art cover 230 / 260
Ukuran Buku : 13 x 19 cm atau 14 x 20 cm.

Hubungi kami bila teman-teman memiliki spesifikasi yang berbeda.

DISTRIBUSI TOKO BUKU
Luasnya jangkauan distribusi tergantung pada banyaknya jumlah cetakan.

Satu toko buku biasanya meminta rata-rata 10 cetak buku. Kami menyarankan teman-teman mencetak dalam jumlah di atas 200 eksemplar agar harga produksi lebih murah dan jangkauan distribusi semakin luas.

Penyebaran buku menjadi kewenangan pihak toko buku karena biasanya setiap toko buku memiliki karakteristik konsumen masing-masing.

Berikut daftar distribusi toko buku berdasar jumlah cetak :
200 eksemplar : Karisma
300 eksemplar : Karisma, Toga Mas, Social Agency Baru (SAB)
500 eksemplar : Karisma, Toga Mas, Jendela, Social Agency Baru (SAB).
1000 eksemplar : Gramedia
1.500 eksemplar ke atas : Gramedia, Karisma, Toga Mas, Social Agency Baru, Shopping-Yogyakarta, dan Jendela.

Termasuk penjualan secara online melalui Buku Kita dan Buka Buku.

RABAT KONSINYASI PENJUALAN

Cetak 200 eksemplar, penjualan hanya di Karisma : 50% dari harga jual di toko buku diminta oleh pihak toko buku dan distributor.

Cetak 300 eksemplar, penjualan di Karisma, Toga Mas, Jendela, SAB, Shopping-Yogyakarta : 56% dari harga jual.

Cetak 1.000 eksemplar -> Gramedia : 56% dari harga jual.

Contoh perhitungan rabat :
1. Bila buku hanya dijual di Karisma dengan harga jual Rp 50.000, maka untuk setiap penjualan, 50%-nya atau Rp 25.000 menjadi milik toko buku. Sisanya Rp 25.000 menjadi hak teman-teman.

2. Bila buku dijual di Gramedia, Karisma, Toga Mas, SAB, Jendela dan lainnya dengan harga jual Rp 50.000, maka untuk setiap penjualan, 56%-nya atau Rp 28.000 menjadi milik toko buku. Sisanya Rp. 22.000 menjadi hak teman-teman.

MASA EDAR BUKU
Pada dasarnya masa edar buku bergantung pada penjualan buku tersebut. Bila buku tersebut laris manis, tak menutup kemungkinan buku tersebut akan mendapat permintaan cetak ulang dan masa display di toko buku yang lebih lama.

Namun, bila ada sisa penjualan setelah masa edar, maka buku tersebut akan dikembalikan pada teman-teman selaku pihak penulis. Ongkos kirim retur buku ditanggung penulis.

Berikut masa edar buku berdasarkan toko buku.

Gramedia : 3 bulan.
Karisma, Toga Mas, dan lainnya : +/- 1 Tahun.

PEMBAYARAN

Jika data telah lengkap dan teman-teman menyetujui semuanya, maka pembayaran DP sebesar 70% dari biaya cetak dapat dibayar ke rekening bank BCA atau Mandiri. Sisa pelunasan 30% harus dibayar setelah buku selesai dicetak.

Jadi, sebelum buku didistribusikan ke toko buku maka teman-teman wajib melunasi biaya cetak buku.

CARA PEMESANAN

Mudah, teman-teman cukup hubungi kami dan sertakan data yang diperlukan.
1. Nama lengkap, alamat lengkap, no telp, dan alamat email.
2. Jumlah pesanan (eksemplar), jumlah hal A4 yang nanti akan kami kalkulasikan ke dalam bentuk buku A5, dan finishing yang diinginkan (dove, glossy, dan lainnya)
3. Data penunjang lain terkait teknis percetakan dan penerbitan naskah.

HUBUNGI KAMI
Widy – 0857138888005
Andrea – 08567812386

0

Cara Mudah Bikin Bukumu Masuk Toko Buku


Jujur, ada banyak tulisan bermutu yg bisa didapat dari media sosial. Mulai dari pengalaman spiritual (agama), sosial budaya, ekonomi bisnis, hingga berbagi pengalaman menggunakan produk/jasa tertentu, termasuk beragam tips dan triknya.

Satu hal yg gue pikirkan hingga saat ini adalah sayang banget ya kalo tulisan kalian yg oke punya itu hanya bertahan dalam waktu hitungan jam atau hari, mengingat salah satu sifat media sosial adalah memberikan informasi yang selintas. Artinya, tulisan yg sudah muncul akan tergeser dan terus tergeser oleh tulisan lain yg lebih baru.

Sayang’kan kalo info penting tentang parenting misalnya harus tergeser oleh status galau teman yg teringat mantan ketika hujan?

Gue juga melihat banyak potensi menulis (even beberapa adalah tulisan yg sudah berstandar nasional) namun dibiarkan begitu saja. Padahal mungkin sebenarnya potensi menulis itu adalah berlian yg terpendam. Tinggal sedikit diasah, diberi panggung, lalu kilaunya menakjubkan dunia.

Lalu, otak gue pun berpikir, kenapa nggak dibukukan ya potensi dan tulisan kalian yang keren banget itu?

Mungkin lewat ilmu yg kalian bukukan akan sangat bermanfaat bagi banyak orang dan kelak jadi timbangan pemberat di akhirat.

Bisa berbagi ilmu yg tak lekang oleh jaman. Dan tentu, sebagai penghargaan dan pembuktian pada diri sendiri bahwa kita punya pemikiran yang layak dibagi.

Namun berbagi ilmu, pemikiran dan pengalaman memang harus kita yg memperjuangkan.

Faktanya, menulis skripsi/tesis jauh berbeda dibanding menulis novel fiksi sekalipun. Nilai yang ingin dibagi lebih luas konteksnya karena tak hanya dibaca pihak akademisi/almamater sendiri tapi skala nasional.

Mungkin kalian akan berpikir untuk mencoba mengirim naskah ke major publisher. Tentu itu adalah cara yang umum dan sangat baik. Masalahnya, tak semua major publisher mau menerbitkan buku kita. Ada kriteria tertentu dan perhitungan bisnisnya.

Tak sedikit penulis yg mengirimkan email ke pihak publisher tahun ini, baru dapat balasan email tahun depan. Itupun jawabannya tak jelas apakah naskah diterbitkan atau tidak.

Mostly, jawabannya adalah ‘naskah anda sudah kami terima dan sedang kami pelajari, silahkan tunggu email balasan.’

Mengapa proses di major publisher bisa begitu lama layaknya  menunggu jodoh yg tak kunjung tiba? 

Karena tiap bulan ada ratusan naskah baru yg masuk ke sana. Naskah itu harus dibaca satu demi satu oleh tim editor yg jumlahnya tentu tak sebanding dengan jumlah naskah yg masuk.

Ilustrasinya, bulan Januari naskah masuk 300, editornya tiga orang. Naskah yg bisa diseleksi 100, sisa naskah belum terbaca 200. Bulan Februari naskah masuk lagi 300, editornya tetap tiga orang. Total naskah bulan lalu dan bulan Februari 500 naskah. Dan, semuanya berulang dan kian bertambah tiap bulan. Kebayang gak antriannya kayak apa?

Maka menunggu jawaban dari major publisher itu mirip kayak temen lo yg bilang ‘gue otw yaaah’ padahal dia baru bangun.

Yup, bukan cuma jemuran aja yg bisa digantung. Naskah kalian juga bisa. **curhat.

Major publisher biasanya juga punya kriteria tertentu tulisan apa yang akan mereka terbitkan. Mereka juga melihat latar belakang siapa penulisnya, apakah kalian tergabung komunitas yg bisa mengenjot promosi dan penjualan bukunya. Intinya, hukum pasar dan perhitungan bisnis adalah hal utama.

Lalu, apa solusi termudah dan tercepat?

Mulai April 2017, gue bekerja sama dengan pihak publisher dan pihak lain terkait dunia kepenulisan agar teman-teman bisa menerbitkan buku dan masuk toko buku apapun genre-nya (fiksi atau non fiksi) selama tak menyinggung SARA.

Kami berusaha memformulasikan impian kalian dengan efektif dan efisien.

Kalian akan punya buku sendiri yg ber-ISBN, dipajang di toko buku, terdaftar resmi di perpustakaan nasional, nama kalian terkenal dan harum mewangi hingga pelosok negeri.

Dengan buku maka nilai, pemikiran, dan pengalaman kalian akan jadi inspirasi bagi banyak orang dan pahala mengalir dunia akhirat. Keren’kan?

Maka, kami menawarkan konsep self publishing-terintegrasi. Siapapun bisa jadi penulis, menerbitkan buku, dan bukunya dijamin masuk toko buku dengan biaya seefisien mungkin.

Bedanya dengan pihak self publishing lain adalah buku kalian pasti terbit, masuk toko buku, dan tanpa perlu mencetak buku dalam jumlah banyak.

Sekedar informasi, standar cetak nasional itu 3.000 hingga 5.000 eksemplar. Dengan kami, kalian cukup cetak antara 200 hingga 1.000 eksemplar saja. Resikopun lebih kecil karena biaya cetak yg lebih sedikit.

Selama proses pracetak hingga buku ter-display, kalian juga bisa ikut serta mulai mempromosikan karya kalian.

Bagaimana dengan hasil penjualan? 

Hasil penjualan 100% jadi milik kalian. Tentu setelah dikurangi pajak dan perhitungan lain yg berhubungan dengan pihak toko buku. Kami tak ambil sepeserpun.

Kalian hanya perlu membayar biaya cetak saja. Yup, bayar biaya cetak saja, bukan harga jual.

Tambahan biaya hanya dikenakan bila terkait dengan layanan teknis tambahan saja, itupun bila kalian mengambil layanan tambahan, seperti editing, proof read, layouting, cover, dan ISBN.

Bagaimana dengan harga jual? 

Lagi-lagi kami memberi kebebasan bagi kalian untuk menentukan harga jual buku sendiri.

Misal : biaya cetak 15 ribu rupiah maka adalah hak kalian untuk menjual dengan harga 50 ribu, 60 ribu atau bahkan 70 ribu rupiah.

Paling, kami hanya memberi saran dan masukan tapi keputusan menentukan harga tetap pada kalian.

Dan, yang menyenangkan lagi bila kalian tak mau ribet dengan semua proses pracetak seperti editing, proof read, layouting, cover, dan pengurusan ISBN, kalian bisa menyerahkan pada kami dengan biaya terbaik.

Bagaimana dengan biaya distribusi buku ke toko buku?

Biaya distribusi buku kalian ke seluruh toko buku di Indonesia pun menjadi tanggungan kami.

Jadi, siapapun kamu yg ingin berbagi ilmu dan memiliki naskah, apapun naskahnya, entah fiksi atau nonfiksi, dan ingin dibukukan, diterbitkan, dan didisplay di toko buku sekelas Gramedia, Karisma, atau Toga Mas sepulau Jawa, Bali atau bahkan seluruh Indonesia, jangan sungkan untuk hubungi.

Just feel free to contact us

Widy – 085713888005

Andrea – 08567812386