Yaudah, besok beli lagi… #IOS10.3.3


Woohoooo, akhirnya bisa nulis lagi! 

Buat yg bolak balik menghubungi gue seminggu belakangan ini, mohon maaf ya hp gue rusak. Sumpah dibulan Juli ini gue telah merusak dua iphone.

Iphone pertama rusak tepat beberapa hari setelah garansi resminya habis. Kerusakannya cukup parah yg membuat gue harus mengganti Baterai, LCD, dan Housing/Back Cover belakang.

Dan, iphone pengganti iphone pertama rusak setelah gagal update ke ios 10.3.3. Entah kenapa cuma muncul gambar colok itunes dan setelah gue hard reset untuk update dan restore, iphonenya rusak total. 

Terdapat tulisan kode error 4013/4014 yg menyatakan kerusakan hardware.

So, inilah iphone ketiga gue dibulan Juli. Semoga bisa tahan lama karena ya gila aja sebulan bolak balik beli iphone? Kecuali tiap napas terus keluar duit sih ya nggak apa-apa mau beli tiap hari juga hehe

Mungkin ada yg tanya, kenapa harus iphone? 

Jawabannya sederhana. Pertama, bertahun-tahun belakangan ini gue sangat nyaman menggunakannya. Dari iphone 5, 5c, 5s hingga iphone 6, gue belum pernah kenal sama yg namanya lag. Buka apa aja lancar jaya. Main apa aja smooth

Kedua, semua data gue ada di dalamnya termasuk data-data yg sangat penting dan fasilitas pengamanan apple yg terkenal rigid sangat gue andalkan. 

Apple adalah pihak yang sangat peduli terhadap produknya, termasuk software. Konsumen pengguna iphone lama tetap diperhatikan Apple dengan tetap memberikan update terbaru. 

Bukan hanya itu, Apple langsung  memberikan update perbaikan apabila iOS-nya ditemukan kekurangan/celah/bug.

Di iOS 10.3.3, Apple kembali memperkuat pengamanannya dengan menutup celah-celah/bugs agar pihak usil sulit menembus iphone. 

Dikutip dari pihak Apple Support, update terbaru mampu menutup celah keamanan yang sebelumnya digunakan hacker melalui basis chip Wi-Fi yang ada di perangkat iOS. 

Celah itu membuat hacker dapat menjalankan kode rahasia di belakang layar hingga melakukan beberapa eksekusi pada aplikasi utama. Dengan kata lain, update ios 10.3.3 adalah hal yg wajib kamu lakukan.

Tapi, bukan itu yg mau gue ceritain dimari. Proses pembelian si upin ipin inilah yg mau gue share

Guys, mungkin banyak diantara kita yg berpikir kalo punya duit semua bisa dibeli. 

Bener nggak? 

Ya, nggak salah sih pemikirian kayak gitu karena semua hal duniawi memang harus dibeli dengan duit. Dulu pun gue berpikir begitu. Namun proses gimana cara gue membeli iphone ini merubah pemikiran itu.

Waktu iphone gue kemarin rusak, gue berpikir simple : oh yaudah, ntar beli lagi. Akhirnya gue ke ibox terdekat dan berharap bisa segera membelinya. Ternyata, eng ing eng, iphone yg gue mau kosong. 

Gue cari ke ibox lain juga kosong. Sampai ke distributor resmi apple lain seperti erafone dan story-i pun kosong. Kalo pun mau, mesti indent. Gila, udah berasa beli aventador aja mesti pesen dulu, pikir gue dalam hati. 

Akhirnya karena memang lagi butuh iphone, gue pun memutuskan untuk beli bekas di salah satu forum jual beli online. Gue cari yg kondisi terbaik dan barangnya barang resmi, bukan rekondisi atau garansi distributor abal-abal. 

Saat dapet, hati gue kembali tenang. Beberapa kerjaan bisa kembali gue handle lewat perangkat unibody berlayar 4,7 inchi tersebut. 

Namun ternyata, kenyamanan itu tak bertahan lama. Tiga hari setelah beli, gue dapat notifikasi untuk upgrade ios ke versi terbaru, 10.3.3. Alasan keamanan jadi faktor utama. Ios 10.3.3 pun gue unduh over the air dan install. Hasilnya? Gagal. 

Iphonenya berhenti di lambang itunes. Plus, karena berkali-kali gue hard reset, itu iphone rusak. Gue sempat bertanya ke salah satu teknisi iphone dan katanya IC Nand Flash-nya kena dan kudu diganti. Biayanya lumayan dan waktu perbaikannya cukup lama agar data yg ada tak hilang.

Sampai disitu, gue masih berpikir sederhana : Yaudah besok gue ke ibox, beli lagi yg baru. 

Dan, kata-kata simple yaudah-besok-gue-ke-ibox-beli-lagi-yg-baru itu ternyata tak  semudah mengucapkannya. 

Kayaknya ada aja halangan yg bikin gue gagal beli. Dari yg kena macet di jalan (Pondok Bambu-Tebet 2 jam! Bikin gue males dan akhirnya memilih pulang). Hingga pas udah niat banget apapun-yg-terjadi-gue-kudu-wajib-beli-itu-iphone, gue kembali dapat halangan. Jalanan ke arah mall kota kasablanka dipakai demo oleh ojek online yg menuntut diperbolehkan untuk menggunakan jalan layang non tol arah Kampung Melayu-Tanah Abang. Usaha gue ke ibox pun kandas.

Apakah gue menyerah? 

No! Gue memutuskan untuk kembali hunting iphone lewat forum jual beli online. Kali ini gue cari yg bnib alias brand new in box. Tapi pas mau ketemuan sama penjualnya entah kenapa hati gue nggak sreg. Belum lagi pembelinya juga lama banget response-nya. Walhasil, batal lagi.

Hingga setelah solat Jumat kemarin, gue memutuskan untuk ke story-i di salah satu mall di Jakarta Timur. Hasilnya? Lagi-lagi gagal, karena harus pesan dan paling cepat seminggu baru dapet kabarnya. 

Gue nggak nyerah. Gue naik ke lantai atas, cari erafone. Dapat? Harusnya iya. Harusnya hari itu gue dapet iphone yg gue mau tapi nggak diambil karena harganya lebih mahal. Duitnya ada tapi sebel aja gitu mesti keluar duit dari harga yg tak semestinya.

Kok beda setengah juta sama harga di website, mbak? Itu pertanyaan gue dan gue nggak dapet jawaban yg memuaskan dari mbak pelayannya. Gue pun pulang. Pasrah sambil gigitin stir. Yaudah mungkin gue harus ganti android kali, batin gue.

Malamnya gue iseng googling. Cari-cari android yg mumpuni. Besoknya, Sabtu, gue memutuskan untuk membeli perangkat android. Salah satu produk Samsung yg anti air, berbahan metal, dan berkamera 16 megapixel jadi incaran.

Gue pun kembali menuju ke erafone dan disambut oleh mbak-mbak yg sama yg melayani Jumat kemarin.

Dengan senyum manisnya dia bilang gini : Mas, jadi ambil iphonenya? Untung Masnya nggak beli kemarin lho. Soalnya kalo beli sekarang lagi ada potongan harga. Ini notifikasi dari pusat baru masuk. Jadi, harganya sekarang lebih murah sama kayak di website.

Mendengar itu, senyum gue merekah dan tanpa pikir panjang segera membeli iphone tersebut. Kabar baiknya, stok di erafone hanya tinggal satu buah dan gue beruntung bisa memilikinya. Finally, sebuah iphone gold 32gb menemani hingga tulisan ini gue publish.

Sebenarnya ini cuma sekedar cerita biasa tentang gue-beli-iphone. Tapi kalo dilihat dari kacamata iman, ini adalah hal yg berbeda.

Pertama, 

Dari pelajaran itu gue belajar bahwa nggak semuanya bisa dengan mudah lo beli dengan uang. Lo bisa dapet yg lo mau kalo Allah RIDHO dengan keinginan lo. 

Kedua,

Apapun yg terjadi yakinlah bahwa itulah yg terbaik. Ada begitu banyak halangan gue untuk sekedar beli iphone. Kalo pikiran gue jelek, gue pasti bakal sudzon sama Allah, dan gue nyaris berpikir seperti itu. 

Tapi kalo dipikir-pikir, ternyata, Allah belum ridho dari kemarin karena Allah menginginkan keadaan yg lebih baik, yaitu harga yg lebih murah. Makanya Allah menunda keinginan gue beberapa hari. Dan, akhirnya kerjaan gue pun tetap bisa ke handle dengan baik.

Ketiga,

Belajarlah untuk sabar. Percayalah bahwa dibalik kesulitan ada kebaikan. Allah uji dengan berbagai halangan dan gue tetap sabar, akhirnya Allah kabulkan keinginan gue, sebuah iphone yg lebih baik dibanding dua iphone sebelumnya namun dengan harga yg lebih hemat. Kalo aja Jumat kemarin gue nggak sabaran mungkin uang yg dikeluarkan jauh lebih dalam.

Itu aja, share pengalaman gue,

Terima kasih. Danke schön. Hatur nuhun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s