Rindu itu … 

Rindu,

Rindu itu semu, bila kamu rindu dia yang tak pernah merindumu. Satu purnama dirimu menahan rindu namun tak semalampun rindu hadir pada dirinya.

Rindu itu melelahkan, bila karenanya kamu melayang ke awan namun dia hanya menatap tak acuh dari daratan.

Rindu itu labirin. Seakan tenggelam dan hilang. Mencari-cari jalan keluar yang pintunya hanya ada ketika dia ada.

Rindu itu ledakan. Begitu dahsyat hingga mendorongmu melakukan apapun namun apapun yang kamu lakukan tak juga menghilangkan rindumu padanya.

Rindu itu lucu. Entah mengapa setiap momen yang ada, tanpa perlu usaha, namun selalu menarikmu kembali mengingat dia yang nun jauh di sana.

Rindu itu pertanyaan. Dan, pertanyaannya tak pernah jauh dari : bagaimana mungkin hatimu tak merindukannya?

Rindu itu kamu. Kamu yang berharap agar dia berlabuh dihatimu, tanpa syarat. Lalu, hati kalian berlayar mengarungi ganasnya lautan.

Rindu itu dia. Dia yang bermetamorfosa menjadi udara dan kamu tak bisa hidup tanpanya.

Rindu itu kalian. Hanya bisa  menatap dan masing-masing mencari jejak. Lewat akun-akun sosial media, dering gawai di tepi meja, dan doa-doa pada Sang Pencipta, hanya untuk berharap seandainya dapat berjumpa. 

Rindu itu masa lalu. Masa yang segera sirna oleh sepasang langkah yang kian mendekat, tatapan nyaman, dan peluk hangat sambil berbisik, hey, aku rindu tau… kamu apa kabar, sayang? 

Lalu, rindu itu kekal. Ketika kamu berjabat tangan dengan walinya, memindahkan baktinya untukmu, dan menjadikannya bagian hidupmu. Seutuhnya. Selamanya.
#sajakrindu

Oleh : @andreajuliand

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s