Tentang move on (lagi)


Guten tag, alle!

Wie gehts?

Gilaaaaaak!!! 

Bulan ini blog kosong melompong gegara gue sibuk mengurus revisi novel.

So, langsung aja deh gue mau share tulisan tentang move on (again) πŸ˜‹

Awal Maret 2017. Rest Area Km 10 Tol Jagorawi.

Disebuah kedai kopi yang biasanya selalu salah tulis nama pembeli, gue bertemu temen gue, cewek, namanya M. Nama lengkapnya, May Peace Be Upon You. *Plak!*

M ini baru beberapa waktu putus dari cowoknya. Diputusin setelah terlebih dahulu diselingkuhi tepatnya. 

Gue juga heran kenapa tau-tau dia ngajak ketemuan dan akhirnya numpahin uneg-unegnya tepat saat langit Jakarta diguyur hujan yg tak kunjung reda.

Namun, layaknya seseorang yg masih bingung antara harus tetap sayang atau harus melepaskan, dia pun bimbang. Rasa rindu memang tak bisa berdusta dan hujan selalu menimbulkan kenangan. Banyak dan sulit dilupakan.

So, this was our last conversation…

M : Ndre, gue kangen dia deh. Pengen balikan sama mantan. Kemarin dia tiba-tiba chat, tanya kabar dan gue baru tau kalo dia sekarang juga single lho…

Gue : Lah, lo bukannya kemarin diputusin terus besoknya dia udah jadian sama orang lain? Lo keledai apa kedelai?

M : Ya iya sih tapi jujur hati gue masih sayang… 

Gue : Hati memang penting buat merasakan tapi bikin keputusan tetap harus pakai pikiran.

M : Ah, yaudah sih… Eh, lo bisa bikinin gue tulisan atau puisi yg romantis gak tentang dia? Gue bayar sejuta kalo gue bisa balikan.

Gue : Gak usah, gratis aja. Lo ada kertas sama pulpen gak?

M : Bentar, ada, nih pulpennya.

Gue : (mulai nulis)
Untukmu Yang Namanya Terlukis Dikala Hujan. 

Hujan ini mengingatkanku padamu. Tentang kita yg berjalan bersama. Menikmati riak gerimis yg romantis. Lewat sejuk yang perlahan masuk menyelusup. 

Ingatkah kau?

Saat hujan turun perlahan, kita bergandengan tangan. Saling berbagi perasaan lalu tiba-tiba kejatuhan patung pancoran. Kamu tewas mengenaskan dan akupun melanjutkan hidup dengan selingkuhan. Kamu berakhir di kuburan, aku tetap senang bermesraan.

-end-

M : Tempe bacem! Puisi apaan tuh?

Gue : Bahahaha…

M : Ah, elu mah ngehe kuadrat, senang kalo liat gue sedih…

Gue : Yakin? Yg senang liat lo sedih itu gue atau diri lo sendiri? 

M : (terdiam, mukanya menunduk)

Gue : M, beberapa kenangan itu memang hanya untuk dikenang, bukan diulang. Lo tau kenapa Tuhan menciptakan dua mata di depan? 

M : Kenapa?

Gue : Karena Tuhan ingin apapun yg terjadi, kita tetap melanjutkan hidup. Bukan malah menye-menye garuk-garuk aspal. Move on. Masih banyak hal-hal menyenangkan yg bisa dilakukan ketimbang duduk-bego-bengong mikirin orang yg nusuk lo dari belakang. 

M : (kembali terdiam)

Gue : Dia udah nggak sayang sama lo. Dia nanya kabar lalalala itu bullshit aja, biar kelihatan dikira care, atau alasan jaga tali silahturahim. Basi alasan begitu…

M : Lo tau dari mana dia udah nggak sayang?

Gue : Ya kalo dia selingkuh, tandanya hatinya bukan buat lo lagi. Orang yg sayang dengan lo akan memperlakukan lo dengan segenap perasaan, bukan malah mengkhianati dari belakang. Dia nggak bisa jaga komitmen, apa kabar kalo lo nanti nikah sama dia? Lo bersyukur tau aslinya pas pacaran. Bayangin kalo udah nikah apalagi punya anak? As simple as that.

Setelah gue bilang begitu, M terdiam cukup lama. Pandangannya menerawang dan perlahan air matanya keluar. 

Namun tak lama, M memeluk gue dan membisikkan ucapan terima kasih. Air matanya masih membanjiri kedua kelopak matanya namun kini dia tersenyum lega. Sebuah senyum ramah khas janah yang belakangan hilang direnggut seorang bajingan, kini bersemi kembali.

Gue senang akhirnya dia sadar tapi bukan itu yang bikin gue happy. Beberapa minggu setelahnya, dia menelepon dan mengabarkan bahwa dia akan segera menikah setelah lebaran. Dengan lelaki yang jauh lebih baik, yg memang pantas untuknya. 

So, buat lo yg masih susah move on padahal telah disakiti atau bahkan diselingkuhi, mau tunggu apa lagi?

…Hanya karena lo merindukannya bukan berarti lo membutuhkannya. Karena merindukan adalah tahap awal untuk melepaskan dan mulai melangkah ke depan…

Inget deh, sebelum bertemu si kecoak itu lo bisa hidup. Nah, sekarang pun tanpanya, lo juga bisa. Pasti bisa! Lagian siapa juga yang butuh kecoak?

Jumlah manusia di muka bumi milyaran. Selalu ada banyak kemungkinan untuk bahagia di masa depan. Tinggalkan mantan dan mulailah melangkah ke depan.

Indonesia, ayo move on!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s