Tutupi aibmu dan saudaramu

Rasanya, 

ingin sekali menulis tentang politik. Telah kubaca dengan seksama, tentang  tindak tanduk mereka, yg mendelik namun tertutup jubah dan senyum baik.

Setan membisikkan,

Untuk sekali-kali buat tulisan yg menjatuhkan pasangan nomor sekian. Untuk bikin sentilan, buka aib si anu dan si itu, yg terlihat mesra bergandengan padahal yakinku mereka induk kejahatan.

Namun, hati kecil selalu bilang,

Bagaimana bila posisinya dibalik? Bagaimana bila sangkaan ini ternyata tak beralasan? 

Bagaimana bila berita yg ku baca tak sesuai aslinya?

Dan, bagaimana bila kemudian giliran aibku yg dibuka, diumbar, dan dicaci? 

Layaknya bangkai siap saji yg dihidangkan setiap hari? Diinjak, diludahi, tak terperi.

Dibumbui segala penyedap entah hoaks atau asli.

Gencarnya media membuat semuanya seakan tahu segalanya. Masifnya media bikin mereka disana lebih tau kita dibanding kita.

Namun satu yg jelas, siapapun dia, tak ingin diinjak kehormatannya. Siapapun kita, aku, atau kamu tak ingin menelan malu. Pilu rasanya dicap ‘cupu’ atau benalu

Duhai, jiwa yg penuh cinta.

Semua itu ada hisabnya. Apa yg kau tanam, itu yg kau tuai. Kebencian yg kau pupuk, maka kesedihan tumbuh menumpuk.

Karena cepat atau lambat, hidup atau mati, apa yg kau lakukan akan kembali pada diri sendiri…
@andreajuliand

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s