Dikelilingi orang baik

Ada kalanya iman gue menye-menye. Ada masanya dimana iman naik turun kayak roller coaster. Ketika selalu ada alasan untuk menunda ibadah. Ketika bujuk rayu setan benar-benar menggoda untuk dilakukan. Dan seketika itulah biasanya gue menghubunginya.

Namanya, Andin…

Salah satu sahabat gue yg sekarang tinggal di Riau, menemani suaminya yg kerja di sana.

Kira-kira empat atau lima tahun lalu kami bertemu. Agak kaget karena ternyata kami dulu kuliah di kampus yg sama, FISIP UI, tapi nggak pernah ketemu.

Pertama kali bertemu itu saat dia main ke resto gue dan nggak butuh waktu lama untuk bikin kami cepat nyambung.

Andin itu tipikal cewek konyol, kocak, tapi baik hati dan saat itu kami sama-sama sedang belajar mendalami agama. Kami sering share tentang hadis, ilmu agama, atau mengingatkan tentang ibadah. Dan, kebiasaan itu berlanjut hingga sekarang.

Seperti yg terjadi beberapa waktu ini. Hari itu cuaca terik. Matahari 2017 terlihat tampak sangat semangat walau buat gue, matahari Jakarta di siang hari itu terasa seperti lampu yg boros energi. Panasnya mubazir!

Pecahkan sebutir telur di atas aspal dan dalam beberapa detik lo akan mendapatkan sebuah telur mata sapi yg ‘dimasak’ dengan energi terbarukan.

Siang itu, gue baru saja menghabiskan satu porsi makan siang. Duduk santai mengelus-elus perut yg kekenyangan sambil melirik jam di tangan kiri. Pikiran saat itu adalah hey, sisa zuhur masih cukup lama sampai sebelum adzan ashar tiba! 

Setan di dalam hati pun membisikkan, bro, solat dalam kondisi kekenyangan itu nggak bagus, nanti kentut mulu, trus mesti ulang wudhu dan solat, jadinya sia-sia. Ujung-ujungnya si setan malah nyuruh nunda solat. Yah namanya juga setan, kalo nyuruh cuci piring mah bukan setan, tapi emak gue hehehe

Disaat kondisi iman yg lebih tipis dan rapuh dibanding tisu basah, untung langsung keinget sahabat gue, Andin. Gue, dengan iman yg menye-menye, segera sms ke dia, kekenyangan, kagak bisa solat. Gimana dong? 

Tak lama, dia membalas sms gue. Yaudah nggak apa-apa. Nggak usah shalat. Kan nanti banyak temennya di neraka… Daripada di surga, nggak ramai kayak neraka, Ndre!

Setelah membaca smsnya gue mangab. Gue nggak nyangka dia bakal balas sms pakai bahasa satir. Dan, karena dia bawa-bawa neraka, maka smsnya sukses bikin gue segera ambil wudhu lalu solat.

Andin adalah salah satu dari sekian banyak orang baik disekeliling gue. Orang-orang yg senantiasa mengingatkan dan berbagi kebaikan.

Pesan dari tulisan ini adalah buat kalian yg lagi berusaha untuk belajar agama, berusaha pedekate sama Allah, coba deh mulai sekarang pilih-pilih teman. Bertemanlah dengan  mereka yg tak hanya membawa kebaikan tapi juga mengingatkan dan menganjurkan untuk berbuat dan berbagi kebaikan.


Ps : Buat Andin, thanks ya. Semoga lo juga dapat pahala solat zuhur gue saat itu karena udah sukses memotivasi gue buat menyegerakan solat. Amien.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s