Doa bersama 212. May peace be upon you


Sampai detik ini gue bingung mau nulis apa tentang aksi bela Islam 2/12 kemarin. Kagum dan haru masih tumpah ruah di dada. Islam di Indonesia telah tumbuh dewasa dan bersahaja. 

Rasanya pengin teriak : Gue bangga sebagai umat Islam! Gue bangga sebagai orang Indonesia!

Ketika jutaan umat Islam hadir di satu tempat, bukan untuk mendoakan diri sendiri tapi untuk kebaikan negara dan dunia.

Ketika jutaan umat Islam saling bahu membahu, merapatkan barisan agar acara doa bersama ini berjalan dengan khusyuk, baik, dan tertib. Saling berbagi makanan, minuman, dan sajadah. Saling bantu saat wudhu. Dan pastinya, mereka menjaga kebersihan atas aksi hari ini.

Ketika Allah dan Alquran dilecehkan, jutaan umat Islam duduk bersama bukan untuk menghujat si penista agama, namun kami justru duduk bersama mendoakannya. Ulama tercinta kami, Ustad Arifin Ilham secara khusus mendoakan agar Pak Basuki Tjahaya Purnama mendapat hidayah dari Allah.

Dua dua belas,

Tanggal yg tak akan terlupakan sebagai aksi damai terbesar sepanjang sejarah di Indonesia. Damai, tertib, dan bersih. Tak ada sampah, tak ada pohon yg tumbang, tak ada bangunan atau kendaraan yg dirusak, dan tak ada rusuh atau tatapan permusuhan. Semua tertib. Semua teduh.

Mungkin inilah aksi damai terbesar di Indonesia sepanjang masa.

Mungkin inilah solat jumat berjamaah terbesar di Indonesia dan mungkin juga dunia.

Mungkin inilah aksi damai umat Islam paling tenang, tertib, dan sejuk di dunia.

Pada akhirnya, dunia telah mencatat bahwa Islam di Indonesia adalah contoh Islam yg paling toleran di dunia.

Ketika menjadi minoritas, kami tak berulah. Ketika menjadi mayoritas, kami lembut terhadap minoritas.

Ketika umat Islam sering kesulitan untuk mencari mesjid saat berada di negara yg mayoritas non-muslim tapi di Indonesia, pemeluk non muslim begitu mudah dan bebas beribadah. Tanpa dicaci dan tanpa label agama x-phobia karena kami saling menghormati. Bahkan tak jarang mesjid berdiri berdampingan dengan tempat ibadah lain.

Ingin bukti bahwa Islam adalah agama yg rahmatan lil alamin? Datanglah ke Indonesia. Saksikan dan rasakan bahwa toleransi kami begitu luas dan sempurna.

…karena Islam itu mengajak, bukan menginjak. Islam itu merangkul, bukan memukul. Dan karena Islam saling berbagi dalam damai…


May peace be upon you, amin…


Ps : Oiya, hari ini (4/12) ada aksi tandingan cuma dilabel dengan tema aksi budaya. Gue pribadi sih cuma mau bilang buat mereka yg bikin aksi tandingan, aksi budaya, or whatever they name it,  gini lho, sesuatu yg digerakkan oleh Allah dibanding dengan yg digerakkan oleh uang hasilnya akan sangat berbeda. Mungkin akan sulit dimengerti dengan pikiran, tapi mudah dipahami dengan iman. Karena iman sebenar-benarnya iman tak bisa dibeli dengan uang dan kekuasaan. Itu aja sih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s