Teman berbulu baru

  
Gue lupa kapan tepatnya mereka numpang ngekos di gudang samping garasi rumah, yg gue inget beberapa waktu lalu, sang induk melahirkan di teras rumah gue. Karena kasihan mereka bakal kedinginan dan tempatnya kurang nyaman akhirnya mereka dipindah ke gudang. 

Terakhir kali gue liat, pasukan berbulu itu msh tertatih-tatih belajar jalan. Namun, skrg mereka sudah mulai menjelajah gudang dan garasi rumah.

Rumah gue mungkin sudah dikenal oleh semua kucing di sekitar sini termasuk oleh orang-orang yg mau membuang kucing. Why? Karena selalu ada orang yg membuang kucingnya di rumah gue. Tau-tau pas gue buka pintu, sudah ada beberapa ekor makhluk berbulu dgn wajah iba dan kelaparan. Selalu ada kucing liar yg numpang berteduh atau tidur di bawah mobil bila siang atau malam hari. 

Selalu ada kucing yg numpang melahirkan di rumah. Gudang, garasi, dapur, hingga kamar di lantai tiga adalah lokasi favorit bagi sang induk kucing bersama anak-anaknya yg baru melihat dunia. Ntahlah mungkin karena hangat atau tempat itu cukup terjaga kebersihannya. 

Dan, selalu ada kucing sakit yg kondisinya mengenaskan lalu mati keesokan harinya di rumah gue, alias ‘minta tolong untuk dikuburin’. 

Kucing liar terakhir, ‘tidur selamanya’ di atas tutup bak sampah rumah dan seperti yg udah-udah dia gue kubur di salah satu sudut taman. Kalo digali, kayaknya semua sudut taman udah jadi kuburan kucing. Baik kucing yg gue pelihara maupun kucing liar. Ya, nggak apa-apa deh, lumayan dpt pahala dan ‘pupuk gratisan’ hehe

Hadirnya mereka membuat hidup lebih berwarna. Ada kucing yg sebagai ucapan terima kasih suka bantu gue nangkepin tikus di rumah. Tau-tau depan pintu sudah ada potongan ekor tikus yg dia sisakan sebagai bukti sudah menangkap tikus. Kalo udah gini, biasanya gue akan menukar potongan ekor tikus tersebut dgn semangkuk ikan tuna, tanda terima kasih gue karena dia sudah membantu mengurangi populasi tikus.

Ada yg suka menunggu dan menyambut tiap gue pulang ke rumah. Atau, ada yg suka ikutan nemenin gue kalo mau solat subuh ke mesjid, ikutan nganter hingga ke pagar.

Kadang suka tertawa melihat tingkah polah mereka. Nggak jarang juga bikin ribet karena mereka tidur di bawah mobil yg bikin gue harus extra waspada kalo mau pakai mobil.

But overall, gue seneng-seneng aja. Kali aja mereka bisa jd penyelamat alias pahala cadangan buat gue ketika di akhirat nanti. 

Lagipula, gue punya cita-cita pengen bangun shelter (penampungan) bagi kucing-kucing jalanan. 

Gue juga mimpi bisa bikin RS Hewan yg profesional tapi gratis. Pasti menyenangkan kalo bisa nyelamatin nyawa hewan yg kurang beruntung sekaligus buka lapangan kerja bagi lulusan dokter hewan di Indonesia.

Tentang impian punya shelter or even Rumah Sakit Hewan, gue juga pernah curhat dgn seorang cewek  yg sama-sama penyayang kucing. Tapiii, berhubung kita beda planet (ini gue serius, gue tinggal di Jakarta dan dia hidup di Uranus) maka komunikasi kami terbatas. Gue kirim chat hari ini, dia baru bls beberapa abad kemudian. Ya, wajar sih soalnya jarak bumi-uranus kan emang jauh. 

Gue sempet google jarak bumi-uranus 2,57 miliar kilometer! Jadi, kalo gue naik mobil trus mau ngajak dia lunch bareng, ya kira-kira abis katy perry bikin album religi kayaknya baru nyampe. Itu juga kalo pertamax ada di luar angkasa.

Jadi, doain aja impian buat bikin shelter dan Rumah Sakit Hewan bisa segera terwujud…

Doa dimulai,

Allahumalakasumtu wabika amantu wa alarizqika afthortu birahmatikaya  ar hammarahimin

Amin 

Ps : itu kenapa jadi baca doa buka  puasa coba? 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s