terrorless terrorist #KamiTidakTakut

Sarinah, Jakarta

Karyawan kantor : Ada apa atuh kang, ini kok rame-rame?

Tukang sate : Oh, biasa kang, ada pengangguran pengen terkenal terus main petasan di tengah kota..

Karyawan kantor : Petasan apa bom, kang?

Tukang Sate : Kayaknya sih petasan kang, soalnya mesti disulut dulu baru nyala..mungkin petasan teko atuh kang, yang biasa dipake buat tawuran kalo abis sahur..lagian pengangguran mana bisa beli bom? nanti susah bayar cicilannya..

Karyawan kantor : Hadeeeh, aya-aya wae..yaudah, pesan sate ayam sama nasi ya kang, laper pisan euy..

…dan semua berjalan seperti biasa..

_____________________________________________________________

Kantor Pusat Fesbuk

Admin FB : Lapor Pak bos, Jakarta under attack..kita perlu keluarin safety check kayak di Perancis kagak?

Mas Mark : Duuhh gimana ya cyiin, eike bingung..orang Jakarta di bom kok malah pada girang, bukannya takut malah pada happy dan rame-rame selfie..apalagi tukang sate dan tukang kacangnya tuh, malah pada semangat jualan dan pada santai kayak di pantai..ini sebenarnya yang teroris sopo toh? Masa lebih ‘gila’ yang di bom, dibanding yg ngebom..pusing’kan kepala barbie!

______________________________________________________________

Di Suriah

Kang tero 1 : Bro, bijimane ini bro, masa kebanyakan korban jiwa di kita, dibanding korban sipil atau aparatnya, malu’kan kita sama mereka yg sukses di Perancis kemarin..

Kang tero 2 : Ya abis gimana bro, eksekutor yang turun lapangannya rada budeg..ordernya itu ke Suriah, eh dia malah berangkat ke Sarinah..berhasil juga nggak, malah rame jadi bahan meme di twitter..mana udah sebulan belum tidur ini gara-gara mikirin konser, amsyiioong daaahh..tau gitu dulu ane tetep jadi penjaga warnet aje daripada jadi teroris tapi gagal, sakitnya tuh di sini..

Kang tero 1 : sabar bro, gimana kalo kita ngopi dulu?

Kang tero 2 : huusss..kamu udah bosen idup? ntar kalo kopinya diisi racun sianida bijimane?

Kang tero 1 : ya terus gimana bro? Ngopi di starbuck ntar di bom, kan nggak lucu teroris di bom ama teroris.. ngopi di mall, ntar di racun, ngopi di pinggir jalan, takut ditabrak lamborghini, trus kita ngopi dimana ini?

Kang tero 2 : ya ngopi di rumah aja kalo gitu..

Kang tero 1 : kalo di rumah nanti dibilang kurang piknik, bro..lagian kurang keren kalo ngetag location tapi di rumah ntar dikira jomblo dan pahitnya malah kita berdua dikira homo nanti..

____________________________________________________________

Mungkin Mark Zuckerberg bingung apakah harus mengeluarkan fitur safety check terkait bom di Jakarta belum lama ini. Ketika sekumpulan teroris capek-capek ngebom dan masyarakat Jakarta tetap cuek bebek selfie sambil pesan sate ayam. Even, tentaranyapun tertangkap kamera asyik menikmati mangga yang dibeli dari pedagang keliling.

Mungkin kang tero -sebutan buat ‘tukang teroris’- di Suriah sana, saat ini juga sedang nangis di bawah shower meratapi nasib. Bagaimana tidak, ketika aksi konser yang mereka rancang sekian lama, yang katanya akan menjadi konser bom sejak tahun baru, kemudian harus pending dua minggu karena Indonesia memperketat pengamanan tahun baru dan kini malah jadi bahan olokan penduduk Jakarta.

Niatnya ingin bikin orang lain serem, malah mereka yang gemetaran karena respon cepat polisi dan TNI. Alih-alih ingin melempar bom tapi karena panik, kang tero malah menjatuhkan bom yang sukses mengirim mereka ke penjara bawah tanah berukuran 2×1 meter -kuburan.

Dan hari ini, Indonesia berhasil mengirim pesan kuat terhadap teroris bahwa bangsa  Indonesia bukanlah bangsa pecundang. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang meraih kemerdekaannya dengan perjuangan, bukan karena pemberian.

Tetes darah dan semangat para pejuang kemerdekaan berhasil membuat kami menjadi bangsa yang kuat, yang memahami demokrasi dan saling toleransi. Sebuah bangsa besar yang tidak takut terhadap  ancaman atau teror apapun.

Sejarah membuktikan bahwa jangankan bom, tank, pesawat, dan tentara asing dengan persenjataan lengkap pun mampu kami tumpas dengan bambu runcing dan budaya silih asah, silih asih, dan silih asuh kami. Kami gotong royong, bahu membahu, saling menjaga demi Indonesia tercinta.

Kami hanya takut terhadap Pencipta kami, bukan pada pengecut dan pecundang yang pulang ke Indonesia hanya untuk membunuh dan meneror saudara sebangsanya sendiri.

Lagipula, untuk apa kami takut?

Lihatlah bagaimana presiden kami beserta jajarannya turun langsung ke TKP beberapa saat setelah kejadian tanpa menggunakan rompi pelindung.

Lihatlah bagaimana cepatnya respon yg diberikan oleh polisi yang walaupun tiap hari kami bully namun tetap menunjukkan cintanya pada negeri dengan membasmi habis para alay teroris dalam kurun waktu kurang dari enam jam.

Lihatlah bagaimana kami melakukan aksi Jihad sesungguhnya. Berangkat pagi, pulang malam. Hujan, macet, banjir, panas terik matahari, dan beragam gangguan lain tak kami hiraukan, demi menghidupi anak istri. Karena kami tahu, jihad bukanlah untuk membunuh sesama tapi bermanfaat bagi sesama.

Dan, lihatlah bagaimana kami sibuk berdebat hashtag karena tak ingin dikasihani atau dianggap lemah dan dalam waktu singkat bersama-sama merubah trending world wide dari #PrayForJakarta menjadi #KamiTidakTakut.

So, dear ISIS, terrorist, terong-ist, or whatever you name it,

We are NOT afraid.. We are UNBEATABLE..

just go home, Bitch!

“the state, the nation and the people should not be afraid of, and lose to, such terror acts” – Jokowi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s