be pro, bro!

Guten abend,

Hari ini gue kesal namun ntah knapa hati tersenyum tenang. Mata menerawang, pikiran mundur beberapa langkah ke belakang.

Dulu, seseorang di sana pernah bilang begini : Kalo kamu hanya berbuat baik terhadap orang yg berbuat baik denganmu, lalu apa istimewanya kamu di mata Tuhan?

Membalas perbuatan baik terhadap orang yg baik dengan kita itu normal, manusiawi, biasa banget tapi bisa berbuat baik terhadap orang yg memperlakukan kita dengan tidak baik itulah yg disebut  d e w a s a.

Hari ini, kata-kata itu teringat lagi..

Begitu kesalnya dengan seseorang dan hampir membuat gue untuk membuat matanya kelilipan dengan sebuah knalpot double muffler Remus titanium, tentu yg kondisinya masih ‘hangat’.

Jujur, bisa berbuat baik terhadap orang yg nggak baik dengan kita itu susah, butuh waktu, latihan, dan keikhlasan yg luar biasa. Keikhlasan untuk memaafkan sekaligus keikhlasan buat memahami bahwa apapun yg terjadi pada diri kita, ntah baik atau buruk, adalah sesuai dengan ijin-Nya, untuk meningkatkan kualitas diri.

Sulit? Banget!

Sama sulitnya ketika kita tetap harus berlaku profesional terhadap pihak yg mengaku profesional padahal abal-abal. Otherwise, ketika dihadapkan diposisi itu ‘tenang dan sabar’ merupakan jalan terbaik.

Pahami ketika kita bertemu ‘orang yg ngakunya profesional’ tapi ternyata kelakuannya nggak profesional, justru disitulah kita naik tingkat. Why? Karena kita tetap berlaku profesional dengannya, otomatis kita lebih tinggi derajatnya dibanding mereka yg hanya memberi janji tanpa bukti.

Gue tidak habis pikir dengan mereka yg ‘katanya’ punya reputasi bagus tapi menodai reputasinya dengan kelakuan yg tidak terpuji. Apakah mereka tidak belajar bahwa nama baik adalah salah satu hal terpenting?

Bisa dibayangkan apabila satu orang yg kecewa dan menjadikan kekecewaannya sebagai buah bibir yg makin lama kian berkembang dalam komunitas/masyarakat.

Apabila telah hancur luluh lantak nama baik seseorang maka selesailah hidupnya. Begitu pentingnya nama baik hingga di dunia politik terkenal dengan kalimat yg kira-kira berbunyi : Jangan bunuh orangnya tapi bunuhlah karakternya. Membunuh orang hanya membunuh fisiknya, namun membunuh karakter orang lain berarti menyelesaikan hidup dan kisah hidupnya, kemarin, kini, dan nanti. Walaupun ia hidup tapi sebenarnya ia telah mati lahir dan batin, karena tidak akan ada lagi yg peduli, bahkan ketika baru mendengar namanya saja, orang lain akan antipati.

Ada begitu banyak orang yg sulit hidupnya, tertutup jalannya lantaran disebabkan perilaku bodoh mereka sendiri. Ada begitu banyak bisnis, merk, atau produsen yg gulung tikar disebabkan karena buruknya kualitas pelayanan yg mencoreng nama baik mereka. Mungkin dulu berjaya, namun karena angkuh sekarang bukan apa-apa. Mungkin dulu dipuja namun karena sikapnya kini tersisih, mati, dan tak dihargai.

Satu hal yg gue percaya adalah ketika kamu mempersulit orang lain, sebenarnya kamu mempersulit dirimu sendiri dan ketika kamu mengecewakan orang lain maka sebenarnya kamu mengecewakan diri sendiri, mungkin tidak akan terasa hari ini tapi di kemudian hari.

And today, gue bisa tersenyum karena tetap bisa berlaku baik dengan orang yg memperlakukan gue dengan tidak baik. 

Gue sudah melakukan kewajiban, memberikan haknya, dan tidak melakukan perbuatan yg membuat gue sama rendahnya dengan orang itu.

Dia? Biarkan Tuhan memberinya hidayah untuk yg kedua…

Selesai.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s