Karena menyerah bukan saya

Saya percaya untuk satu hal yang dikurangi maka akan ada hal-hal lain yang dilebihkan. Saya percaya bahwa bumi ini begitu luas dan rejeki bisa datang dari mana saja. Saya juga percaya bahwa setiap orang punya panggung dan masing-masing kini sedang dalam proses pencarian dan pembentukan panggungnya. Tentu dalam masa ‘pencarian atau pembuatan panggung’ tidak sedikit orang-orang yang akan nyinyir, meremehkan, menghina, bahkan menghalangi dan mempersulit.

Saya terlahir sebagai tipikal thinking, orang yang dominan dengan penggunaan otak kiri. Mudahnya, thinking adalah tipe analisa logika yang cenderung apa adanya. Kalau jelek ya saya bilang jelek, bagus ya saya bilang bagus. Saya bukan tipikal penjilat bermuka manis penuh senyum namun dengan sebilah pisau untuk menusuk dari belakang. Kalaupun harus menusuk, maka saya tak akan ragu untuk menusuk tepat di jantung. Straight to the point.

Ketika orang lain di luar sana yang nggak tau atau bahkan tidak kenal tapi seenaknya menjelek-jelekkan, actually saya bodo amat dan tetap berkarya. Maaf ya, sifat ‘thinking’ yang cenderung cuek, bertugas dengan baik dalam membentengi diri. Ketika orang lain di luar sana, tampak baik di depan tapi menusuk dari belakang, saya juga nggak ambil pusing, toh mereka cuma berani ngomong di belakang. Beside, haters always gonna hate, right? Paling saya hanya bilang : Oh ya? Bodo.., kemudian tidur dan besok paginya sudah lupa.

Namun, ketika mereka berusaha membenarkan hipotesisnya bahwa saya adalah seperti yg mereka sangka hhmmm..nanti dulu..saya bukan tipe yang mudah untuk di injak, apalagi menyerah begitu saja. Kamu boleh meremehkan tapi bukan kamu yang menentukan. Kamu boleh men-judge tapi kalau memaksa agar saya menjadi seperti yang kamu pikirkan, mari kita berdarah-darah untuk membuktikan.

Dulu, ketika orang lain berbuat yang menyebalkan, maka saya akan menuntut penjelasan dan tak jarang memberi ‘sedikit pelajaran’. Hingga satu hari, Tuhan memberi pemahaman bahwa tidak perlulah membalas mereka yang sudah menyakiti atau menusuk dari belakang. Kenapa? Pengalaman membuktikan bahwa selalu ada alasan mengapa mereka ada di belakang. Revenge? No! I’m too lazy. I’m gonna sit here and let karma fuck you up. Saya percaya kok bahwa Tuhan itu adil, apa yang kamu tanam hari ini itulah yang akan kamu tuai esok hari dan siapa yang menyebar angin, dia akan menuai badai.

Karma does exist, thats the key..

Nggak perlu takut orang lain menzalimi, karena Tuhan tidak tidur. Tanpa seizin-Nya, maka perbuatan negatif tersebut tidak akan menimpa kita. Namun, bila Tuhan ridho, boleh jadi itu adalah ujian sekaligus cobaan Tuhan agar saya, kamu, dan kita segera naik kelas. Dicurangi, dihina, diremehkan, dijegal, dipersulit, ya biarkan saja, tetap berusaha sebaik-baiknya dan Let God do the rest! Jangan terpancing oleh mereka yang hanya menua tanpa jadi dewasa. Perbuatan-perbuatan anak kecil bukanlah level kita.

Percaya deh, mereka yang senang mempersulit, menghambat, dan melakukan perbuatan negatif pada orang lain maka hidupnya tidak akan beranjak, akan gitu-gitu aja atau bahkan cenderung seperti air, menuju ke tempat yang rendah, lebih rendah, makin rendah hingga berakhirlah di septic tank.

Yup, I know..saya tahu persis sakitnya dihina dan tidak bisa membalas, tahu banget rasanya dipersulit dan hanya bisa mengurut dada. But, in the other side, saya tahu rasanya ketika orang-orang yang dulunya menghina, mempersulit atau menusuk dari belakang dan kini hidupnya jauh di bawah dan saya bisa tersenyum berkata pada mereka dari atas sambil melambaikan tangan : Hey, kamu apa kabar?

Dan tidak ada pembalasan yang paling menyenangkan selain tanpa perlu membalas, tanpa perlu capek-capek mengeluarkan energi, namun tahu-tahu kita sudah melampaui mereka.

Just remember, mereka yang hari ini menghina, mempersulit atau menusuk kita dari belakang adalah mereka yang nantinya akan kita lampaui. Jangan pernah menyerah, karena tanpa badai tidak akan ada pelangi. Jangan biarkan mereka berhasil membuktikan hinaan dan persepsi buruknya. Jangan bersedih karena mungkin tanpa cacian, fitnah atau hinaan mereka, kita tidak pernah terpacu untuk mengeluarkan usaha terbaik kita.

**post script : In the end, I would like to say..

Dear haters,

Kalau kamu mau minta maaf atas semua perlakuan burukmu, kamu nggak perlu ribet-ribet datang untuk minta maaf secara langsung (walaupun itu lebih baik) karena sebelum kamu minta maaf, sudahku maafkan. Tapi buat kamu yang memang sengaja ingin cari-cari masalah, go head, silahkan tapi jujur saya tidak akan meladeni, I don’t even care. I have no time, waktuku terlalu berharga untuk melakukan hal-hal nggak penting seperti yang sekarang sedang kamu lakukan padaku. But, thanks a lot karena sudah menjadi ladang pahala gratis buatku.

See you on top! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s