Brain cancer surgery (2)

Pertama,

Gue mau minta maaf karena dulu gue pernah posting di blog dengan judul yang sama tapi isinya ngga ngebahas kanker otak sama sekali. Dulu, gue sempet nulis brain cancer surgery karena saat itu lagi rame kontroversi ttng dokter yang melakukan malpraktek. Actually, gue sih awalnya santai-santai aja hingga akhirnya pembicaraan di media jadi bias, apalagi sampe ada orang bego yang dengan cerdasnya ‘membandingkan’ antara profesi dokter dan mekanik mobil. He said, dokter dan mekanik itu ngga jauh beda. Bedanya kalo dokter yang dibedah itu manusia atau hewan, sedangkan mekanik yang dibedah adalah alat/mesin. Perbandingan konyol tingkat nusantara ini yang bikin akhirnya dulu gue gatel nulis di blog. Membandingkan satu profesi dengan profesi lain menurut gue adalah hal yg ridiculous. Its not apple-to-apple.

Kedua,

Hampir tiap hari blog ini gue buka, sekedar buat ngecek statistik tentang views and visitor blog dan disinilah gue merasa feeling guilty. Gue melihat di statistik search engine dan ternyata tak sedikit ada orang, dari berbagai belahan dunia, yang bener-bener mencari info tentang kanker otak. 

Jujur, saat itu gue berasa kejam, jahat, tak berperikemanusiaan dan sejuta pikiran buruk lainnya. How come? Ketika orang lain butuh banget info ttng kanker otak eh sayangnya malah nyasar masuk ke tulisan gue yg isinya lalala yeyeye ngga jelas. 

Jadi, hari ini gue putuskan akan sharing informasi tentang kanker otak. Sebuah penyakit yang juga jadi concern di buku yang lagi gue tulis. Ini beberapa data/informasi tentang kanker otak yang berhasil gue kumpulkan dan akan gue paparkan dengan bahasa awam yang semoga begitu mudah untuk dipahami siapapun.

Here goes…

Kanker Otak

Definisi.

Kanker otak adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan pada siklus sel yang menyebabkan sel-sel otak tumbuh tidak terkendali. Bedanya dengan tumor otak lebih pada sifatnya, tumor otak relatif jinak. Tumor otak disebut kanker ketika mulai menjadi ganas.

Ketika sel-sel kanker itu tumbuh, dia akan membutuhkan ‘ruang tambahan’, di mana kita tahu volume, bentuk dan ukuran kepala (tulang tengkorak) kita ya segitu-gitu aja, nggak akan bertambah besar lagi. Nah, karena sel kanker itu nggak mungkin bisa menekan keluar dari kepala maka konsekuensinya dia akan menekan organ lain di dalam kepala, yaitu otak kita, sehingga membuat kepala terasa sakit.

Penyebab.

Penyebab kanker otak macem-macem, bisa karena radiasi telepon genggam, komputer, bisa juga karena faktor kimia kayak makanan yang mengandung pestisida, pewarna atau formalin. Untuk beberapa kasus, sebuah trauma atau benturan/guncangan keras di kepala juga bisa memicu timbulnya kanker otak.

Statistik.

Tingkat insiden kanker otak memang ‘hanya’ menyumbang sekitar 5% dari kanker di seluruh tubuh tapi dia bisa muncul dalam berbagai tingkatan umur. Umur 20-40 tahun memiliki tingkat insiden lebih tinggi. Perbandingan angka insiden kanker otak antara cowo dan cewe itu 13 banding 10.

Di seluruh dunia sendiri, setiap tahun ada sekitar 18.500 kasus penderita yang didiagnosa menderita kanker otak, dan setiap tahun ada sekitar 12.760 penderita yang meninggal karena kanker otak. It means, lebih dari setengah penderita berakhir dengan kematian. I know this isn’t a good news, tapi gue juga pengen elo tau konsekuensi terburuknya. I’m so sorry for this..

Gejala kanker otak

Gejala kanker otak itu beda-beda. Setau gue, untuk kanker stadium satu masih belum berasa. Something like kayak sakit kepala gitu, berasa nyeri yang mendalam pada kepala. Nyeri ini muncul karena pertumbuhan sel kanker yang mulai menyebar pada otak menimbulkan tekanan abnormal pada tengkorak sehingga menimbulkan rasa sakit dan biasanya disertai dengan mual-mual. Trus, mulai ada gangguan penglihatan, seperti penglihatan yang bias. Tidak hanya itu, untuk beberapa kasus, sistem pendengaran juga akan menurun.

Stadium dua, gejalanya itu kayak kelelahan. Kelelahan yang tidak normal padahal aktivitas tidak terlalu banyak, ini muncul akibat suplai oksigen yang menuju ke otak terhambat, sehingga penderita akan merasa sangat cepat lelah. Selain itu, pada stadium dua penderita akan sering mengalami kehilangan kesadaran atau pingsan.

Stadium tiga, biasanya ditandai dengan sakit kepala yang begitu menyiksa dibarengi juga dengan mimisan. Mimisan pun terkadang tak terasa, sehingga bisa saja darah mengalir tanpa disadari oleh penderita. Mimisan juga bisa terjadi ketika penderita memikirkan sesuatu yang berat. Penderita juga akan merasakan kaki dan tangannya mulai sulit digerakkan dan mudah terjatuh saat berjalan karena keseimbangan tubuh sudah mulai terganggu.

Stadium empat, jika penderita sudah memasuki stadium ini, maka hidupnya bisa dibilang sangat sulit. Penderita bisa saja terganggu penglihatannya. Saat ia melihat sebuah objek, objek tersebut akan terlihat menjadi dua. Penderita juga bisa mengalami kesulitan dalam mendengarkan suara bahkan hingga kebutaan, tuli dan kelumpuhan. Untuk lebih jelas, bisa klik di sini.

Pengobatan konvensional kanker otak

Pertama, dengan operasi, dibedah dan diangkat kankernya.

Kedua, radioterapi, terapi menggunakan radiasi yang bersumber dari energi radioaktif

Ketiga, kemoterapi, terapi kanker yang melibatkan penggunaan zat kimia ataupun obat-obatan yang bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker dengan cara meracuninya, dimasukin ke tubuh lewat infus atau oral.

In fact, biasanya semua metode tersebut harus di kombinasikan. Oh iya, radioterapi dan kemoterapi juga punya efek samping lho, soalnya metode ini nggak cuma membunuh sel kanker aja tapi juga membunuh sel-sel normal lainnya. That’s why, pada beberapa kasus, mungkin rambut penderita nanti juga akan ikutan rontok.

Adakah metode lain dengan resiko yang lebih minimal invasif? Ada, namanya cryosurgery…

Cryosurgery

Cryosurgery, terapi kanker dengan cara dibekukan dan dipanaskan, merupakan sebuah teknologi ablation yang sangat penting. Pada saat gas argon dilepaskan dari ujung jarum, dalam hitungan detik jaringan kanker akan langsung membeku dengan suhu -120℃ hingga -180℃ dan terbentuk seperti bola es, jaringan kanker dalam bola es akan kekurangan darah dan oksigen serta berada pada suhu -180℃, yang membuat sel kanker mati membeku. Pada saat gas helium dilepaskan dari ujung jarum, suhu akan naik menjadi panas 20℃ hingga 40℃, kanker yang tadinya membeku seperti bola es akan meleleh dan hancur, dan tercapai keefektifan untuk memusnahkan jaringan kanker. Waktu dan kecepatan dalam menaikkan atau menurunkan suhu, maupun ukuran dan besar kecil bola es dapat diatur dan dikontrol dengan ketelitian yang tinggi. 

Proses terapi cryosurgery biasanya menggunakan panduan CT atau USG, kemudian jarum elektroda dimasukkan langsung ke dalam kanker, dan menyalurkan gas argon yang membuat suhu dalam tumor menjadi dingin, kemudian menyalurkan lagi gas helium yang membuat bola es kembali hangat, lalu diulang kembali, minimal dilakukan 2 siklus. 

Pembekuan terus dilakukan sampai bola es menutupi seluruh tumor dan 5-10mm dari jaringan normal sekitarnya. Terhadap kanker yang besar, akan dipasang beberapa jarum elektroda di dalam kanker, berdasarkan kondisi penyakit, kadangkala terapi cryosurgery dapat dilakukan 2-3 kali. Untuk lebih jelasnya bisa cek di sini.

**post script : Good newsnya, selama treatment yang dilakukan tepat, kanker otak bukanlah penyakit yang mustahil untuk disembuhkan, walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama. I know its hard, but remember that we have a great God, Tuhan kita besar.

Don’t tell God that you have a big problem, but tell problem that you have a big God. Optimis, inget masih ada Kunfayakun-Nya, kalau kata Allah jadi ya jadi, kalau kata Allah sembuh ya sembuh, karena buat Allah nggak ada yang nggak mungkin 🙂

Advertisements

One thought on “Brain cancer surgery (2)

  1. Pingback: Brain cancer surgery (1) | Andrea Juliand

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s