Apa kabar idemu?

Dulu, aku selalu takjub dengan orang-orang yg memiliki ide yg cemerlang, ide-ide jenius yg menguncang ditambah dengan rencana strategis yg mengagumkan. Tiap kali mendengar presentasi singkat tentang ide mereka, aku hanya ternganga, diam tak bersuara. Awesome, batinku! Thinking out of the box, they said. Orang-orang dengan ide brilian ini kusebut tipikal A.

Seiring waktu, aku juga bertemu dengan orang-orang yg biasa-biasa saja, dengan ide-ide tingkat batas
wajar normal, ide-ide yg general. Idenya biasa, seperti orang kebanyakan dan biasanya hanya ada satu ide yg ingin dieksekusi dalam pikirannya. Oh, lets say, mereka adalah tipikal B.

Sampe akhirnya dalam beberapa waktu, aku bertemu kembali dgn orang-orang tersebut.

Orang-orang tipikal A yg brilian itu msh tetap sama, msh dengan ide-ide yg mengagumkan dunia dan idenya msh tetap berupa ide.

Orang-orang tipikal B, si datar yg general juga masih tetap sama dgn pikirannya yg biasa aja. Bedanya mereka telah mengeksekusi idenya. Mereka tau bahwa idenya biasa dan kalo tidak dieksekusi tentu akan terlampaui oleh orang lain yg sama-sama punya ide yg serupa. Karena ide mereka sederhana, rencana dan strategi mereka juga sederhana, sesederhana kalimat : rencanakan, lakukan, dan perjuangkan.. dan karena ide mereka biasa saja, maka pemikiran untung rugi resikopun sekedarnya saja. Just do it, lakuin aja  dulu, begitu pikirnya.

Sebaliknya dengan tipikal A yg memiliki ide, rencana, dan strategi yg brilian tentu mengharapkan hasil yg brilian pula. Ada business plan, portofolio, hitungan teoritis matematis dan beragam rencana strategis yg membuat orang ternganga berdecak kagum dibuatnya. Ide yg rupawan, rencana strategis yg menawan dan tentunya juga dibayangi oleh hitung-hitungan resiko yg juga besar. Namun setelah tahu hitungan resikonya besar, nyali mereka perlahan memudar dan lambat laun hanya membiarkan idenya hanya berupa ide, mentah begitu saja.

Ladies and gentleman,
mereka yg hebat itu bukan orang yg memiliki ide atau impian yg cemerlang. Look around! Ada berapa banyak kepala manusia di muka bumi ini? Ada berapa milyar ide di kepala mereka? Semua orang punya ide dan gagasan rupawan. Tapi orang-orang yg hebat adalah orang-orang yg berani mewujudkan idenya, mengubah impiannya menjadi kenyataan, dengan segala resikonya.
Punya ribuan ide cemerlang itu memang mengagumkan tapi berani ambil resiko untuk mewujudkan ide, sabar meniti jalan tapak demi tapak, atasi kesulitan yg menghadang itulah mental sang pemenang.

Satu ide dan sukses itu sudah lebih dari cukup dari pada semilyar ide tanpa keberanian eksekusi.
Mau sampai kapan hanya bilang “akan”? Mau sampai kapan tidak melakukan? Mau sampai kapan punya impian hanya didiamkan dalam pikiran?

Sudah cukup seringlah kita melihat impian dan ide-ide besar yg hanya terpendam dalam pikiran atau teronggok mati dalam hati, lelah menunggu aktualisasi.

Hey, wake up!
Hidup ini lompatan, bukan diam stagnan pasrah terima keadaan. Tidak pernah ada yg tau, kapan dan di jalur apa kesuksesan, coba saja, lakukan.

Tuhan sudah berbaik hati memberi akal pikiran, tinggal keberanian untuk melakukan.

Simple things, kamu tidak akan bisa S2 jika tidak mulai mendaftar kuliah S2. Kamu tidak akan bisa berbisnis jika tidak segera mulai berbisnis. Kamu tidak akan bisa jadi penulis jika tidak mulai menulis. Dan impianmu tidak akan menjadi apa-apa jika kamu tidak mulai melakukan apa-apa, so simple right?

Come on!
Kalian tentu punya ide dan impian, ayo wujudkan!
Mau nunggu sampai kapan? Menunggu waktu lenggang? Menunggu modal cukup?
Kawan, tidak akan pernah ada waktu yg tepat. Waktu yg tepat adalah saat kita berani bergerak dan semua dimulai dari kecil, tidak ada bayi yg langsung berlari semua dimulai dari merangkak.
Apple dimulai dari garasi, microsoft mulai fokus ketika pendirinya berhenti kuliah, dan rumah makan sederhana padang dimulai dari gerobak di kawasan Bendungan Hilir.

Lalu, apa ide dan impianmu? Sudah ditahap apa mereka? Masih menjadi rencana dengan kalimat berujung : “akan dilakukan”?

Tiga kalimat, “Mau sih tapi malas..”, “Aku mau tapi takut..” atau “Kalo nanti gagal bagaimana?”
Itulah contoh beberapa kalimat yg cukup sering diucapkan.
Hey, knapa berpikir negatif?
Knapa berpikir untuk gagal?
Knapa tidak berpikir : Kalo nanti berhasil bagaimana?

Coba deh inget ketika pertama kali kalian belajar berjalan, pernahkah terpikir : Ah, kalo nanti jatuh bagaimana? ATAU coba deh inget ketika kalian pertama kali kuliah, pernahkah terpikir : Ah, nanti kalo tidak lulus bagaimana? Mungkin ada kekhawatiran seperti itu tapi bukankah kalian tetap mencoba?

So, what are you waiting for? Sudah berapa ide, gagasan, impian atau bahkan resolusi tahun baru yang begitu saja berlalu?
Take a risk, do it now..Karena untuk setiap ide atau impian yg tidak kamu lakukan, akan ada orang lain yg lebih berani mengambil resiko dan mewujudkan impianmu menjadi jalan sukses bagi diri mereka.

*29 june 2015, sembari menikmati mentari di pagi hari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s