Surat ke 36

Langsung klarifikasi,

Kalo lo kira tulisan ini adalah tulisan yg menye-menye, di mana cewenya mati minum racun tikus dan cowonya tewas ketiban patung pancoran, lo salah..

Kalo lo pikir, tulisan ini adalah tulisan love life romantis di mana sang kekasih melamar wanita pujaannya di pantai flic en flac, Mauritius, Afrika, lalu mereka hanyut kebawa ombak dan mati atas nama cinta, lo kejauhan, jauh banget..

Bukan, ini bukan cerita cinta..

Ini juga bukan surat cinta buat mantan gue yang ke 36, yekali gitu CLBK? Cinta Lama Buang Kelaut!

Harusnya ini gue tulis dari 2 minggu lalu..

Here goes

Awal Mei 2015, tulisan fiksi gue kelar, kelar secara ending tapi masih butuh revisi. Nah, berhubung mentor gue adalah salah satu penulis paling sibuk sedunia akhirat, maka urusan revisian mesti ngantri dengan peserta yang lain. Karena kelamaan waiting list, mulai blank-lah pikiran gue ttng tulisan gue sendiri. Gue mulai lupa premis, konflik, dan endingnya. Gue juga mulai lupa gue nulis ttng apa bab per babnya, dan yang terparah gue mulai lupa nama gue sapa.. #lah?

Hingga di sebuah senja berwarna jingga yang merona, tanggal 23 Mei, pas pengajian setahun sepupu. Saat itu, gue baca surat Yasin, surat ke 36, surat yang katanya merupakan jantung Al Quran. Setelah baca yasin, gue penasaran kenapa hrs baca Yasin? Emang apa sih manfaatnya? Gue iseng cek di gugel dan didapatlah beragam ulasan ttng manfaat membaca yasin, intinya sih berhubungan dengan hajat.

Malamnya, sesampai di rumah, gue iseng baca yasin, penasaran apa efek langsungnya ke gue.

And you know what?
Malam, gue baca yasin, paginya saat bangun, ada sebuah email masuk ke akun yahoomail. Taraaaa! Mas Oddie Frente –presiden fiksimini– kirim gue email ttng revisian naskah!

Amazing! Padahal gue inget tuh, dulu sempet nunggu revisian hampir 3 minggu.

Seneng? Banget! At least, jadi ada yang bisa gue kerjain di naskah.

Dengan penuh sukacita-citata-aku-mah-apa-atuh, email pun dibuka dan pas gue liat revisiannya beeeehh banyak yang mesti kudu diberesin! Uups ralat, bukan banyak, tapi banyaaaaak bangeeeeeeett!!

Gue yang tadinya ‘seneng tingkat kecamatan duren sawit‘, berubah jadi ‘stres tingkat ujian nasional anak IPA‘. Liat daftar revisian dari mentor itu ibarat lo diiris tipis-tipis terus disiram pake jeruk nipis, pedih! Dan pedihnya lebih pedih dibanding kandasnya hubungan beda keyakinan antara lo dengan rumput laut.
Mental gue yang biasanya hahahihi santai kayak di pantai seketika nge-drop seperti karung goni tanpa isi. Kalo mental gue diibaratin kerak bumi, mungkin dia bahkan turun mendem, gali lubang, menyelusup jauh ke inti bumi.

Karena galau tingkat propinsi, gue pun memutuskan untuk solat dhuha 8 rakaat. Setelah dhuha, gue iseng baca yasin lagi, abis itu berangkat ke kelas menulis di MTH Square. Sorenya selesai kelas, gue ngobrol-ngobrol sebentar ama Mas Oddie, tektok tektok ide dan taraaaaaa, gue langsung ngerti gue harus ngapain buat revisi.

Jarang gue bisa dapet poin-poin penting buat bedah ulang naskah gue. Yasin, ngebantu banget, bikin otak encer bececeran beside di sisi lain, those miracle, bikin gue takjub.
Hingga detik ini, gue masih menyempatkan untuk membaca surat yasin minimal sekali dalam sehari. Usaha dan doa, hrs balance!

Saran gue, buat kalian yang muslim, kalo ada masalah itu ke Allah dulu deh, lalu ke Allah lagi, abis itu Allah terus.
Why? Karena cuma Dia yang bisa mengangkat semua kesulitan dan menjawab keinginan lo. How? melalui Doa atau mengaji. So, siapapun -yg percaya Allah itu ada- yang sedang punya hajat atau belum terkabul hajatnya, disarankan untuk banyak membaca surat Yasin..coba deh, its work!

Advertisements

2 thoughts on “Surat ke 36

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s