hidup itu ya begitu

Ada yg bilang, hidup itu ya dibiarin aja, sejalannya, go with the flow. Ada juga yg bilang hidup itu kayak air mengalir, ngalir gitu aja, walaupun anak SD juga tau kalo air selalu mengalir ke tempat yg rendah, lebih rendah, dan berakhir di septic tank.

Ada juga yg bilang, hidup itu kayak naik sepeda, kalo kita berhenti maka kita akan jatuh, tapi apa iya kita akan membiarkan kita jatuh gitu aja? Kita punya dua tangan, dua kaki dan sebuah otak bukan?

Memang ada saatnya di mana kamu harus beristirahat, berhenti sejenak, turunin kedua kaki dari pedal sepedamu, menopang tubuh sekedar untuk mengatur nafas lagi, melihat sejenak kebelakang sudah sejauh mana perjalananmu dan untuk memikirkan rute-rute atau strategi baru untuk menghadapi hidup yg makin lama makin menantang, kemudian melanjutkan perjalanan kembali, selesaikan yg sudah kamu mulai hingga garis finish.

Ada banyak analogi tentang hidup. But for me, hidup itu mirip kayak roda, kadang kita dalam perjalanan menuju ke atas, kadang beneran udah di atas, kadang di bawah dan kadang kita kelindes sama roda kita sendiri, tapi yg bikin kita tangguh, yg bikin kita makin dewasa adalah bagaimana reaksi kita dan sudut pandang kita, baik ketika menempuh perjalanan ke atas, ketika udah di atas atau lagi di bawah atau bahkan ketika lagi kelindes oleh roda kehidupan.

But wait, gimana kalo roda yg ngelindes kita hanya sebesar roda tamiya? Its not a big deal right? toh sakit juga ngga. Hanya yg kadang jadi masalah adalah ketika si roda tamiya itu ngelindes kita dan kita butuh bom atom buat meledakkan roda itu. Atau, ketika kita kelindes roda tamiya dan kita nangis jejeritan berjam-jam di bawah shower.

Terkadang masalah itu tergantung bagaimana kita bereaksi, tergantung bagaimana kita melihat, dan bagaimana kita bersikap, bisa jadi besar kalo dianggap besar atau bisa jadi hanya sekedar ‘angin lalu’ kalo dianggap hal yg ngga penting.

Kalo kamu ngerasa hidup kamu lagi dibawah, lagi ngerasa kurang beruntung, atau lagi kayak ngerasa kelindes oleh roda kehidupan, please think again deh.

Lagi di bawah?
Di bawah yg kayak gimana maksudmu?
Karena akan selalu ada orang yg hidupnya tidak seberuntung dirimu, kecuali kamu selalu membandingkan hidupmu dengan mereka yg memang jauh ada di atasmu, yg kelihatannya lebih beruntung. Kelihatannya lho ya, bukan berarti beruntung beneran.

Well, kalo rumput tetangga terlihat lebih hijau, bisa jadi kamu yg kurang meluangkan waktu untuk merawat rumputmu sendiri.

Lagi ngerasa jd orang paling sial di muka bumi?
Kerjaan bertumpuk? Tugas kuliah ngga abis-abis? Gebetan ngga peka? Pasangan beda agama? Broken home? Duit ngga ada? Bonus tahunan belum cair? Bisnis mampet? Klien rese? Lagi nganggur? Atau semua yg disebutin lagi kamu alamin?

Coba deh sesekali keluar rumah, jangan ke mall tapi ke slump area di pinggiran Jakarta. Coba liat pemulung yg untuk sekedar beli satu porsi nasi padang aja mesti mungutin sampah dari pagi sampai sore hari, itupun cuma cukup untuk beli satu porsi yg isinya hanya nasi, kuah gulai, tempe, tahu, kerupuk dan harus dibagi rata untuk dimakan bersama lima anggota keluarga yg lain.

Coba sesekali kalo lagi di lampu merah, perhatiin anak-anak jalanan yg seharian mesti ngamen panas-panasan pake kecrekan dari tutup botol biar bisa bawa sebungkus nasi buat keluarganya saat malam.

Coba sesekali duduk ngobrol sama tukang koran, tukang becak, kuli bangunan, yg jangankan kepikiran buat kuliah atau ambil S2, buat makan untuk hari itu aja mereka belum pasti terjamin bisa makan tiga kali sehari.

Coba deh main-main ke ruang intensive care unit (ICU) atau high care unit (HCU), temuin orang orang yg lagi sekarat, liat pasien gagal ginjal yg mulai hopeless karena nunggu antrian ginjal yg membludak, liat mereka yg abis mengalami accident dan kaki tangannya harus diamputasi, yakin deh, semua masalah yg kamu hadapin saat ini kalo dituker ke posisi mereka, mereka pasti mau.

Buat mereka, ngga apa-apa deh tugas kuliah ngga abis-abis yg penting tangan ngga diamputasi.

Buat mereka, ngga apa-apa deh kerjaan bertumpuk asal ngga perlu ngerasain penderitaan menghitung hari sebagai pengidap kanker otak stadium tiga.

Buat mereka, ngga apa-apa deh, punya team work ngeselin atau klien rese atau nganggur sekalipun, daripada kaki mesti diamputasi sebelah.

Hey, hidup itu ya begitu..
ada siang ada malam, ada teman ada lawan, kadang kita senang, kadang kita ngakak, tapi ngga jarang kita sedih, bete, kecewa, berasa ngga guna, dan berasa kecil banget. Tapi ya mau diapain lagi? its a life! nikmatin aja..ngga selamanya ada di atas, ngga selamanya juga ada di bawah, sama seperti gelapnya malam, angin puting beliung dan hujan badai itu ngga akan selamanya, pasti akan berhenti, berganti dengan damainya pagi, dengan pelangi di sudut langit, matahari yg hangat dan jutaan oksigen segar yg siap dinikmati kalo kamu mau bangun pagi.

Coba deh diinget-inget, sudah bersyukurkah hari ini? Sudah bilang Alhamdulillah buat hari ini?
Mungkin bukan hidupmu yg kurang beruntung, bukan penghasilanmu yg kurang besar tapi rasa syukurmu yg kurang dan mungkin juga sudut pandangmu yg sempit sehingga ada banyak nikmat Tuhan yg kamu dustakan.

Mungkin bagimu, hari ini adalah hari terburukmu tapi tidak bagi Tuhan. Mungkin kamu pikir, semua rencanamu telah hancur berantakan tapi tidak bagi Tuhan. Dan, mungkin kamu kira ini adalah titik terendah dalam hidupmu dan tidak mungkin bangkit kembali, tapi kalau siang saja bisa diubah jadi malam, apa yg tidak mungkin bagi Tuhan?
Senyum, senyum aja, serius. Terima dgn ikhlas walau kadang susah, karena semua hal yg menyakitkan mungkin bisa jadi pertanda bahwa kita akan segera naik kelas, setelah sebelumnya  ‘dibersihkan’ terlebih dahulu.

Percaya sama Tuhan yg akan selalu menjaga aku, kamu, dan kita.
Percaya ada Tuhan yg mengurus hal-hal yg ngga bisa kita urus atau mungkin memang sebenarnya ngga perlu kita urus.
Percaya sama rencana, cara kerja dan sudut pandang Tuhan, bukan sudut pandang kita.
Percaya sama Tuhan, mungkin inilah saatnya kamu sedang dipersiapkan untuk naik kelas.
Dan percayalah, bahwa apapun itu baik buruk yg diberikan Tuhan, itu bukanlah suatu kebetulan dan pastinya tetap yg terbaik.
Jadi ketika hidupmu ngga enak, nikmatin aja, telen aja semua..
ketika hidupmu makin menantang, ngga apa-apa, tantangin balik!
ketika masalahmu sebesar planet uranus, tenang, Tuhan kita jauh lebih besar!

…Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan “kami telah beriman” dan mereka tidak diuji? – Al ankabut ayat 2.

…Allah, yg menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yg lebih baik amalnya – Al Mulk ayat 2

…Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yg dapat menghilangkan selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. – Al An’am ayat 17.

…Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupan – Al baqarah ayat 286

…Dan apabila hamba hambaKu bertanya kepadaku tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat – Al Baqarah ayat 186.

…Maka nikmat Tuhanmu yg manakah yg kamu dustakan? – Ar Rahman ayat 13

**ps : thanks buat Galih, Oma, Andina, Laksmi, Mikayla, Ina, dan Alinka, Rara dan Diego yg selama ini tetep dan selalu ada buat gue, baik disaat gue lagi seneng atau susah atau susah banget, thanks buat sekedar dengerin curhatan gue yg ga penting penting amat, buat masukan, kritik, dan kalimat-kalimat jujurnya instead of kalimat yg ingin gue denger, dan buat tau tau udah nongol di depan rumah gue, thanks for being my inner circle, for being my support system, Allah bless you, Allah bless us! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s