Beda itu ya ngga apa apa (Writing Heroes 2015)

unique
2 + 2 = ikan
3 + 3 = delapan
4 + 4 = panah
7 + 7 = segitiga

Tiap individu itu unik, masing masing merupakan representasi dari kondisi biopsikososial yang berbeda. Aku, kamu, kita tumbuh besar di lingkungan yang berbeda, melihat dan menilai melalui sudut, budaya dan pola pikir yang berbeda. Jangan biarkan keunikanmu hilang hanya untuk menjadi seperti orang kebanyakan.

Tiap individu pasti punya kelebihan, jadi buat apa menghilangkan itu semua atau memendam kemampuan yang ada hanya biar jadi seperti orang kebanyakan, atau hanya biar diterima di suatu sistem yang bahkan sebenarnya kamu sadar ngga bikin kamu berkembang, lalu apa untungnya?

Keunikan kamu itulah identitasmu. Mungkin kamu adalah tipikal orang yang jago me-manage orang atau kamu yang jago masak atau kamu yang jago menulis atau kamu yang punya kemampuan analisa atau kamu yang punya kemampuan public speaking atau kamu yang humble dan punya kemampuan bersosialisasi dengan berbagai lapisan, atau kamu yang punya jiwa leadership, hey, ciri khas kamu itu kelebihanmu. Ngga ada yang namanya kekurangan dalam dirimu, kamu hanya salah dalam memandang karena kamu memandang dengan kacamata kebanyakan orang, dan kacamata orang lain itu belum tentu cocok dengan kebutuhanmu.

Apa sih yang salah dengan pejabat lulusan SMP?
Hanya karena sekarang kebanyakan orang bergelar sarjana, bukan berarti dia ngga punya pengalaman dan kemampuan bukan? Dunia tidak melihat hanya dari selembar kertas bertuliskan “ijazah” dan “transkrip nilai” tapi dunia melihat karya dan kontribusi seseorang. Kalau mau dibandingkan, apa ngga malu yang lulusan sarjana tapi hidupnya gitu gitu aja? Apa ngga malu yang bergelar S1, S2, S3 atau es cendol tapi tiap bulan hanya menunggu gajian lalu habis buat bayar tagihan? Dibanding dengan mereka yang dulunya SMU aja ngga tamat, dari keluarga yang pas pasan, dengan fasilitas seadanya, tapi kini bisa menggaji ratusan atau bahkan ribuan orang.

Apa sih yang salah dengan drop out?
Toh facebook, apple, dan windows dipimpin oleh mereka yang dulunya pernah drop out, bukan mereka yang gelarnya panjang tapi setelah lulus ngga kepakai ilmunya dan bahkan tidak memberi kontribusi apa apa buat lingkungannya.

Apa sih yang salah dengan kulit cokelat?
Hanya karena dunia advertisement membuat gambaran bahwa seakan akan kulit yang bagus itu yang putih. Hey, tiap warna ada fungsinya, sesuai lingkungan dan iklim dimana kamu tinggal, besides, toh banyak bule yang berjemur berjam jam karena menginginkan kulitnya lebih gelap karena mereka justru menilai kulit gelap lebih eksostis.

Apa sih yang salah dengan makanan lokal yang sering dipandang sebelah mata?
Apa yang salah dengan combro, ubi rebus, pisang rebus, atau singkong goreng saat meeting? Hey, ada banyak kandungan gizi sehat hemat tanpa pengawet disana, besides, kalau bukan kita yang menghargai kekayaan kuliner kita, lalu siapa lagi?

Apa yang salah dengan terlahir dalam keluarga yang kurang mampu?
Toh pengusaha pengusaha hebat itu mostly berasal dari keluarga yang kurang mampu. Hey, ini bukan masalah tidak punya apa apa, tapi mau berubah atau tidak. Menyedihkan itu bukan ketika kamu terlahir dalam keluarga yang kurang mampu tapi ketika kamu mati dalam keadaan menjadi beban buat orang orang.

Apa yang salah dengan Allah, sehingga kamu berani bilang Dia tidak adil ketika kamu sedang mendapat berbagai cobaan?
Makanya kalau punya Alquran itu ya dibaca, jangan hanya dipajang doang. Orang yang beriman dan ibadahnya baguspun selalu dan selalu diberi ujian, apalagi yang ibadahnya kurang? Bukankah Allah berkata lewat surrah Al- Ankabut ayat 2, apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan “Kami telah beriman” dan mereka tidak diuji? Juga melalui Al-Baqarah ayat 155-156, dan Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta dan jiwa. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang orang yang sabar, yaitu orang orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.

Hey, bangga itu bukan kalau jabatanmu tinggi, bukan karena gajimu besar, bangga itu kalau kamu bisa menggaji orang, bisa menciptakan lapangan kerja, bisa membuat hidup orang lain jadi lebih baik, lebih mulia. Bukankah sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain?

See,
Pemikiran mainstream, pemikiran kebanyakan orang, pemikiran dengan pertanyaan kapan ya gajiku naik bukan kapan ya aku bisa menggaji orang, pemikiran dengan pertanyaan abis kuliah mau kerja dimana, bukan mau usaha apa. Pemikiran yang mengatakan let it flow, biar mengalir seperti air walaupun air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Pemikiran yang aman aman aja, yang pasti pasti aja itu tidak selamanya benar, tidak selamanya bagus.

Hey, banyak itu bukan berarti selalu benar, banyak itu bukan berarti bisa menguasai atau mengendalikan, banyak kalau seperti buih di lautan buat apa?

…the biggest challenge of life is to be yourself in a world that is trying to make you like everyone else.
being different isn’t a bad thing, it means you are BRAVE enough to be yourself.
And the question is, how brave are you…?

“BElieve
YOUrself”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s