cashflow

Perputaran uang

Bisnis memang bukan hanya tentang laba, kuantitas, dan cashflow namun pada dasarnya ketika akan menjalankan bisnis, kita dihadapkan pada pilihan yakni mengejar laba besar atau mencari cashflow atau perputaran uang yang cepat.

Pengambilan laba dalam jumlah besar secara teori memang menguntungkan karena bila laku aka segera menutup biaya modal dan biaya lain namun bukan berarti tidak memiliki kelemahan. Pengambilan laba yg terlampau besar biasanya membuat  perputaran uang sedikit lebih lambat apalagi bila dipasaran terdapat produk competitor yg menawarkan barang yg sejenis namun dgn harga yg lebih rasional.

Bisnis yg memiliki laba besar biasanya bisnis barang-barang kebutuhan sekunder. Misalnya : kuliner, mainan, fashion, properti mewah, mobil mewah,  gadget mewah, produk kreatif,dan bbrapa barang yg nilai jualnya lebih besar dibanding nilai fungsinya atau biasanya ada nilai keunikan, historikal, budaya, dan gengsi di dalamnya.

Sama- sama mobil, namun tentunya merk jaguar lebih berkelas dibanding toyota avanza atau bisa juga sama-sama Mercedes benz, sama jenisnya namun bila yg satu memiliki nilai historikal, misal pernah digunakan oleh artis, pejabat, atau kepala negara akan membuat harganya tinggi tidak sesuai dengan harga pasaran lagi.  

Namun, bila kita memilih cashflow cepat, bukan berarti bahwa bisnis kita tidak memiliki laba. Keuntungannya tetap ada hanya saja relatif lebih kecil. Biasanya dihitung dengan presentase 1 atau 2 digit dari nilai modal. Misalnya bisnis kebutuhan pokok, bisnis voucher pulsa yg memiliki persentase laba antara satu hingga sepuluh persen.

Tapi tidak tertutup kemungkinan bahwa barang kebutuhansekunder atau tersier tidak bisa dibuat cepat cashflownya. Hal ini kembali dari bagaimana cara marketingnya, pelayanan, dan after sales.

Misalnya : ketika barang primer dijual dalam bentuk paket atau grosir, otomatis margin laba akan menurun tetapi cashflownya lebih cepat.Contoh : bandingkan harganya ketika anda membeli mie instant satu dus dengan anda membeli mie instant satuan. Bila dibandingdari harga satuannya, pasti akan lebih murah bila anda membeli satu dus.  bagi pengusaha, penjualan dalam skala besar (per dus) ini berdampak pada berkurangnya laba namun disisi lainkuantitas uang masuk yg lebih besar dan perputaran uang yg lebih cepat.

Contoh lain, penjualan mobil mewah di Indonesia, dilihat dari margin keuntungan, laba yg diperoleh bisa digunakan untuk membeli beberapa mobil pada umumnya namun coba dilihat berapa besar kuantitas penjualan mobil mewah di Indonesia per tahun kemudian bandingkan dgn penjualan mobil yg biasa-biasa saja. Mobil mewah memiliki laba yg besar ternyata memiliki perputaran uang yg lambat, terbukti di Indonesia dalam satu tahun hanya terjual kurang lebih dua ribu unit. Sangat jauh apabila kita bandingkan dengan penjualan duo kembar avanza xenia yg mencapai angka puluhan ribu unit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s