tentang e-commerce

E – Commerce

Juga dikenal dengan istilah e-dagang.

·         merupakan sistem perdagangan barang dan jasa dengan menggunakan media elektronik (internet, televisi, telepon) yang tidak mengharuskan pembeli dan penjual untuk bertatap muka dalam satu tempat secara langsung sehingga  dapat lebih menghemat waktu, biaya, dan tenaga dibanding dengan sistem perdagangan tradisional.

 

·         Contoh : Jual beli barang atau jasa melalui online shop, pemasaran melalui iklan televisi, penjualan aplikasi software melalui android market atau apple store, dan  transaksi/ transfer data dan dana melalui internet atau mobile banking.

 

Jenis E-Commerce

Secara umum dibagi 2 : Business to Business dan Business to Consumer.

 

·         Business to Business -> perdagangan antar perusahaan

 

·         Karakteristik Business to Business : 

1.      Informasi tidak dibuka untuk umum/ masyarakat luas.

2.      Biasanya sudah memiliki hubungan dan perjanjian bisnis dalam jangka waktu tertentu sehingga sudah memiliki kepercayaan.

 

·         Business to Consumer -> perdagangan antar perusahaan/UKM dengan individu, atau individu dengan individu.

 

·         Karakteristik Business to Consumer :

1.      Informasi terbuka untuk umum.

2.      Menggunakan pendekatan komunikasi massa sehingga mekanisme pemasaran/pelayanan biasanya melalui website forum jual beli dan televisi.

3.      Relasi antar penjual dan pembeli relatif singkat atau mungkin “baru kenal” sehingga belum memiliki “trust” yang cukup.

 

 

Sistem Terkait E-Commerce

Berkaitan dengan : Sistem Komunikasi Pendukung, Sistem Logistik, dan Sistem Pembayaran.

 

·         Sistem Komunikasi Pendukung pada E-commerce meliputi : 

1.      Provider jaringan telekomunikasi, listrik, dan internet, contoh : indosat, axis, smartfren, firstmedia, telkom speedy, PT PLN.

2.      Website forum jual beli dan social media, contoh : amazon.com, ebay, bhinneka, kaskus, juragangadget, tokobagus, facebook, twitter dan multiply.

3.      UKM penyedia layanan komunikasi (retail) : warnet dan wartel.

 

·         Sistem Logistik pada E-commerce

Biasanya merupakan pihak ketiga, diluar pihak penjual dan pembeli. Namun ada juga penjual yang memiliki sistem logistik (delivery) sendiri sehingga pemasaran dilakukan melalui iklan di internet atau televisi dengan sistem delivery mandiri by phone, contoh : restoran waralaba McD, KFC, dan Hoka-hoka Bento

Contoh perusahaan yang bergerak dibidang logistik : Pos Indonesia, Tiki/JNE, Dakota Cargo, Pahala Express, Elteha, dan ESL Express.

 

·         Sistem Pembayaran

Pembayaran langsung antar penjual dan pembeli atau melalui perantara (rekening bersama), meliputi pembayaran melalui satu bank yang sama atau pembayaran transfer antar dua bank yang berbeda. 

Contoh : Transfer langsung via ATM, internet banking, sms/m-banking.

 

  

Sisi Positif E-Commerce 

·         Hadirnya e-commerce turut berperan dalam menumbuhkan industri IT dan logistik = menambah lapangan kerja baru.

·         E-commerce tidak mengharuskan pembeli dan penjual untuk bertatap muka secara langsung sehingga lebih praktis, hemat waktu, tenaga, dan uang serta memungkinkan orang untuk beraktifitas menghasilkan uang dari rumah  dan tidak banyak keluar untuk berbelanja yang berdampak positif pada menurunnya arus kepadatan dan kecelakaan lalu lintas di jalan serta mengurangi polusi udara.

·         E-commerce memungkinkan orang di negara berkembang dan wilayah pedesan untuk menikmati aneka produk dan jasa terbaru yang akan susah mereka dapatkan tanpa adanya E-Commerce. Misalnya : pecinta iphone dapat membeli iphone 5 tanpa harus menunggu barang tersebut masuk secara resmi ke Indonesia.

·         Mudah dalam pencarian barang/ jasa. Cukup ketik barang/ jasa yang diinginkan  melalui search engine seperti google atau yahoo atau bisa juga langsung melalui website forum jual beli dan social media seperti : kaskus, juragangadget, facebook, tokobagus, twitter, dan multiply.

·         Tidak mengharuskan penjual untuk membuka tempat usaha seperti kios, toko secara nyata sehingga menekan biaya operasional sepert biaya sewa tempat, listrik, air, kebersihan, dan keamanan = harga jual barang bisa lebih murah.

·         Meningkatkan pangsa pasar dan jangkauan pasar (global reach) bagi penjual.

·         Adanya website FJB lokal dan gratis turut berperan dalam mencetak timbulnya pengusaha-pengusaha baru.

·         Akses perdagangan tidak terikat jam operasional sehingga pembeli dapat mengakses barang/ jasa yang diinginkan secara full 24 jam.

·         Harga barang/jasa kompetitif, pembeli dan penjual dapat mengecek dan membandingkan harga lebih leluasa, misalnya dengan membandingkan harga antar penjual online shop.

·         Informasi spesifikasi barang/ jasa tergolong lengkap, bisa dengan cara membaca spesifikasi melalui informasi yang diberikan oleh penjual, informasi melalui blog, atau mencari spesifikasi langsung dengan mengunjungi website yang mengulas tentang barang/ jasa tersebut, misalnya : kita dapat mengunjungi www.gsmarena.com apabila ingin mengetahui baragam jenis, ulasan, gambar, dan spesifikasi lengkap tentang telepon seluler.

·         Penjual dan pembeli dapat berkomunikasi dengan lebih intens misalnya tawar menawar melalui telp, sms, BBM, chating, testimoni, pm dll) dan memungkinkan terbentuknya wadah/ forum komunikasi antara produsen dengan konsumen dan konsumen dengan konsumen, contoh : forum/ thread di kaskus untuk membahas produk barang/ jasa tertentu.

Sisi Negatif E-Commerce

·         Cenderung meningkatkan budaya konsumtif masyarakat, membeli barang hanya karena keinginan bukan karena kebutuhan.

·         Mengurangi kontak sosial -> menimbulkan perilaku individualis

·         Masalah keamanan

1.      Proses transfer uang : rentan terjadinya salah transfer, uang masuk tidak tepat waktu, atau tidak bisa transfer dari bank yang berbeda.

2.      Rentan terjadinya penipuan, baik dari pihak penjual, pembeli, dan pihak perantara seperti pihak rekber (rekening bersama).

3.      Rentan terjadi pencurian identitas, misalnya pencurian pin ATM, debit card, dan kartu kredit.

4.      Kemungkinan terganggunya proses komunikasi dan transaksi apabila ada gangguan listrik, telp, atau internet.

·         Dikarenakan penjual dan pembeli tidak bertemu secara langsung dan adanya perantara (pihak rekber dan pihak logistik) menimbulkan waiting time tambahan serta kemungkinan timbulnya masalah dalam delivery barang misalnya : barang yang dibeli tidak sesuai pesanan, barang rusak/hilang dalam perjalanan, salah alamat, dan ketidaktepatan waktu dalam distribusi barang hingga ke end user.

·         Rusaknya reputasi karena adanya kompetitor yang curang dengan memberikan informasi negatif atau menyudutkan pihak tertentu.

·         Maraknya peredaran produk palsu dan produk black market menyebabkan produsen dan negara mengalami kerugian.

 

Peluang E-Commerce di Indonesia

·        Budaya konsumtif orang Indonesia dan budaya “you are what you wear” yang cenderung mengikuti tren yang sedang berlaku dan adanya legitimasi untuk disebut “anak gaul”, “gadget freak”, misalnya booming ipod, facebook, dan blackberry.

·        Karakteristik netizen indonesia yang sangat menyukai social media sebagai tempat komunikasi, curhat, dan tempat eksis/update status.

·        Pengguna internet di Indonesia yang saat ini mencapai 45 juta dan terus meningkat.

·        Banyaknya provider GSM dan internet menyebabkan makin murahnya biaya akses internet, bbm, telpon dan sms.

·        Maraknya tempat-tempat umum yang menyediakan fasilitas internet gratis.

·        Makin banyak website forum jual beli baru.

·        Berkembangnya usaha warnet, wartel, dan maraknya penjualan mobile modem hingga ke pelosok daerah.

·        Maraknya smartphone yang dapat mengakses internet sehingga meningkatkan aksesbilitas ke situs-situs penyelenggara e-commerce.

·        Meningkatnya jumlah perusahaan yang bergerak dibidang logistik, baik melalui darat, udara, dan laut turut memperkuat proses pendistribusian barang.

·        Peningkatan jumlah pengguna kartu kredit, debit card, dan ATM di Indonesia.

 

 

Hambatan E-Commerce di Indonesia

·         Jaringan koneksi internet, listrik, telkom yang cenderung lambat dan masih sering putus, tidaknya hanya terjadi di daerah pelosok tetapi juga masih menjadi masalah di kota-kota besar.

·         Kurangnya edukasi tentang pentingnya penggunaan internet untuk menunjang berbagai aktifitas, termasuk pandangan skeptis dan negatif masyarakat terhadap keberadaan internet, misalnya : internet hanya dipandang dari sisi negatif sebagai tempat penyaluran konten porno, perjudian, hingga perdagangan manusia.

·         Budaya masyarakat yang belum terbiasa dengan jual beli online, yang masih menganggap bahwa beli barang itu harus datang ke tempat penjual, harus tahu bentuknya, harus memegang barangnya, dan saat itu juga harus bisa dibawa pulang.

·         Kurang profesionalnya pelayanan dari penjual kepada pembeli sehingga masih ditemui komplain karena ketidaksesuaian antara barang yang dipesan dengan barang yang diiklankan.

·         Masalah keamanan, baik keamanan dalam bertransaksi dan keamanan dalam proses logistik, dalam hal ini terkait berbagai kasus penipuan, kasus kehilangan, dan kasus barang rusak, menyebabkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap e-commerce menurun.

·         Kondisi infrastruktur, dalam hal ini pembangunan jalan, rel kereta, pelabuhan, dan bandara yang belum merata sehingga membuat proses pendistribusian barang menjadi lama.

Banyaknya oknum yang tidak bertanggungjawab yang menggunakan e-commerce sebagai alat untuk mengeruk keuntungan dan merugikan konsumen, misalnya : iklan-iklan oleh penyedia jasa layanan aplikasi yang cenderung menyesatkan, terkait kasus pencurian pulsa dan sulitnya untuk membatalkan/ keluar dari aplikasi berbayar (unreg).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s